
Seperti apa yang Hanna katakan setelah waktu makan siang habis wylie harus menjalankan tugas utamanya di puncak yaitu jadi asisten sementara Kakaknya.
saat sekarang dimana lagi terik teriknya matahari bersinar yaitu pukul 12.30. wylie sedang duduk di kursi tunggu dengan mbak Seva yang setia menemani, sedangkan dua BoGuCo itu entah kemana sembari melihat kakaknya lagi syuting dari kejauhan.
"huh, panas panas gini enakan tidur sambil dengerin musik lah ini disuruh duduk manis sambil nunggu" gerutu wylie sambil mengusap peluh yang mengalir dari wajahnya. padahal cuaca dan suhu dipuncak itu dingin entah kenapa wylie bisa keringetan.
tentu panas dan gerah disiti tidak disediakan kipas angin apalagi AC karna dipikir semua udara sudah cukup dingin jadi tidak perlu
"sabar non ini kan tujuan non ada disini......... kalo gak mau kayak gini mending non gak usah petakilan, nurut sama Pak bos" balas Mbak Seva yang tidak heran jika wylie kepanasan
wylie yang mendengar ucapan Mbak seva meliriknya sinis, "bilang aja mbak gak mau ditugasin kayak gini" sindirnya mengerti pesan tersirat mbak seva.
"hehe bukanya gak mau non tapi kalo tugasnya kayak gini cukup bikin pegel, " ucap cengengesan mbak seva.
"hilih, ilisin " jawab wylie sambil mengejek.
merekapun kembali kesikap semula yaitu diam.
hingga waktu menunjuk pukul 13.10. akhirnya break syuting. Hanna memanggil wylie mendekat, wylie dan mbak seva yang merasa terpanggil pun mendekat.
__ADS_1
"kenapa kak ada yang dibutuhin ya" tanya wylie pada Hanna . "break syuting cuma 10 menit kakak cuma minta ambilin air putih di dalam ya" pinta hanna memelas, mentang mentang wylie jadi asistennya.
"kenapa gak sendiri aja sih kan cuma deket" balas kesal wylie. "kan kamu udah jadi asistennya kakak jadi harus nurut ok" balas hanna yang membuat wylie memelototinya.
"nggak pernah OK " ucap wylie sambil berlalu pergi dan menhentakkan kakinya kesal. mbak seva diam ditempat dia ogah ikut wylie masuk toh gak lama dan nona sulung disampingnya tidak mempermasalahkan.
tak lama wylie sudah kembali dengan 3 botol minum kemasan. "nih pas satu satu semua" ujar wylie memberikan satu botol ke hanna, satu botol ke asistenya dan satunya untuk dia sendiri.
lama hanna menghabiskan waktu breaknya disitu dia kembali untuk melanjutkan syuting.
tak terasa waktu sudah sore dan tugas wylie hari ini selesai.
"akhirnya bebas lagi HA AKU BEBAS, HA AKU BEBAS"teriaknya seperti orang gila yang lari dari RSJ.
mereka masih ditempat tadi yaitu belakang mansion tempat syuting.
tiba tiba
"Hanna kamu disini rupanya" ucap seorang pemuda tampan yang menhampiri mereka bertiga
__ADS_1
"kamu udah sampek sini aja masih jam segini" balas hanna pada pemuda itu. pemuda itu tak lain tak bukan adalah pacar Hanna namanya Girvan Renandra usianya 20th dia bertemu hanna di cafe saat lagi santai. ok balik lagi ke topik nanti diceritain kok kisahnya.
"iya aku habis bantu papa dikantor dan kebetulan cuma dikit jadi lebih cepat dan kesini aja deh" jelas Girvan
"oh gitu yaudah sini kamu duduk dulu" ucap hanna sambl menepuk kursi sebelahnya yang kosong, Girvan pun duduk di situ sembari tersenyum ke Hanna begitupun sebaliknya.
Serasa dunia milik berdua yang lainya jad gelandangan. ~ author 😁
" EKHEEEM EKHEM KITA OBAT NYAMUK YA MBAK YA" teriak kencang wylie yang resah sedari tadi karna ulah keduanya.
"eh baru sadar ada orang " jawab polos Girvan. "eh ya kenalin yang ini adek aku namanya wylie dan ini asistenya wylie" ucap hanna memperkenalkan wylie dan mbak seva.
"oh ya kenalin ya adek kecil nama kakak Girvan" ucap Girvan tersenyum dan mengulurkan tangannya yang mana senyumanya pasti membuat semua kaum hawa meleleh.
tapi tidak dengan wylie dia tidak tergoda. ia menerima uluran tangan nya girvan seraya menjawab yang mana membuat orang gemas dengan jawabanya.
"orang masih hidup" itulah jawaban wylie sedangkan semua yang mendengar jawabanya geleng geleng kepala
✂- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
STOOP sampe sini dulu. ya
...BYE...