
mobil berhenti dihalaman depan rumah Wylie, dengan pelan wylie bertanya pada bapak.
"pak tadi bapak ngomong gak kalo wylie beneran telat" tanyanya pelan.
"iya non kenapa" jawab jujur bapak. mood wylie langsung down ia takut masuk rumah ingin pergi kabur dulu.
walau Maminya belum pulang ia takut setelah bangun tidur langsung menghadap Maminya. "he em ga papa kok pak, bapak istirahat aja wylie masuk dulu" jawab Wylie.
"auh... kabur kemana nih kemarkas nanti tambah gak pulang pulang tambah marah tuh Mami, aha sembunyi aja" berpikir lama sampai berada dikamar mandi pikiran buntu wylie terbuka juga
selesai mandi ia melaksanakan kewajiban nya sholat dhuhur. lalu pergi kehalaman bagian belakang tepatnya di atas pohon jambu mente.
"uhuy disini pasti aman gak ada semut, ulat mulus kulitnya dan paling penting dahannya kuat" gumamnya memanjat pohon setinggi 3 meter itu dan duduk didahan tinggi dan paling besar.
sambil membawa bantal kecil yang akan digunakan untuk tidur siang dan berbaring mencari posisi ternyaman tuk tidur didahan pohon.
2 jam berlalu sekarang sudah jam 16.00 sore ini Mami jaga baru saja pulang setelah beberes barang barang ia langsung mencari anak bungsu kesayangannya.
"dikamar gak ada" gumam Mami Hiana celingukan mencari Wylie dikamarnya. tadi juga sudah mencari dan bertanya pada pembantunya dan kontak terakhir Wylie dengan bapak.
"awas aja nanti" gregetnya pada wylie.
.............
__ADS_1
wylie sedang tidur tiba tiba tubuhnya bergerak kebelakang dan
Bruk.
"adoh" teriak spontan nya setelah terjatuh dari dahan pohon karna kebanyakan gerak.
"huhu kaget sakit banget punggungku" ringgisnya mencoba bangun dari posisi terbaring ditanah berumput hijau.
"ha kena kamu" kagetnya mendapati Mami hiana sudah ada di belakangnya dengan tangan ditekuk dipinggang. setelah mendengar teriakan keras dari halaman belakang Mami Hiana langsung berlari kearah suara.
"ampun Mi wylie baru jatugmh dari atas pohon lho kok malahan mau dimarahin sih"
"salah siapa ya ada kasur nganggur malah milih tidur dipohon jatuh kan "
"eh ini kenapa dagu kamu kok memar" khawatir Mami hiana langsung berjalan menghampiri wylie yang masih jauh
"ini tadi pas malem wylie gak sengaja jatuh dan posisinya tengkurap jadi yang kena ini" jelas Wylie memceritakan kronologis palsu.
"yuk masuk diobati dulu kalo udah baru lanjut kemasalah hukuman kamu" walau mendapat luka hukuman harus ditegakkan juga.
wylie yang berpikir jika Maminya sudah tak mempermasalahkan menjadi tenang tapi tak lama ekspresiny masam lagi.
Mami Hiana mengambil kotak P3K ditengteng menuju ruang tengah, mengobati Wylie dengan pelan dan hati hati.
__ADS_1
"sudah" kata Mami menyudahi. "sekarang kita bahas hukuman kamu" senangnya berbeda dengan wylie.
"kenapa kamu terlambat bangun" mami Hiana memulai interogasi
"Karna wylie...be.. ga.. dang" pelannya memjawab.
"kenapa kamu begadang"
"karna nonton Film"
"Film apa yang kamu tonton"
"film action bejudul xxx" bohong wylie.
"jadi kamu kepentok lantai tadi pasti karna mimpi ikutan adegannya dan kamu jadi telat sekolah dan masuk bk untung belum kena hukuman jadi hukuman apa yang cocok buat kamu" setelah lama berbicara Mami memikirkan hukuman. dan Wylie bisa menebak hukuman apa 'jangan itu' batinnya.
"itu aja cocok banget hukuman kamu adalah Laptop, dan hp disita seminggu" jawab enteng mami sambil tersenyum puas.
sesuai dugaannya wylie "kok hukuman itu sih Mi seminggu lagi lama banget" protesnya tak terima bagaimana cara mengubungi teman temannya dan kalau dapat tugas baru.
"no no itu konsekuensi kalau kamu begadang terus dan jika kamu ulangi lagi bakal bertambah dua minggu" seusai bicara mami berdiri dan berjalan menuju dapur untuk memasak.
tinggal lah wylie yang sedang memikirkan cara bebas dari hukuman.
__ADS_1