MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)

MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)
ep. 45 kebencian Grissham pada Hiana


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, wylie bergegas lari menuju UGD. sampai didepan ia melihat Maminya sedang duduk dikursi tunggu sambil menangis tersedu sedu. wylie menghampiri.


"mi, mi gimana ini terjadi" tanya wylie yang melihat maminya juga terluka, dan telah diobati.


"hiks.......tadi ada truk tronton yang bawa besi, hiks... tiba tiba oleng dan menghamtam mobil Papi dan Mami, hiks..... dan mobil Papi tertidih badan truk" cerita singkat mami yang masih menangis tersedu sedu.


"mami....... mami yang tenang dulu ya Papi pasti gak papa kok kita doain papi ya" ucap wylie menenangkan maminya dia yang juga hampir menangis lagi. disana tidak ada orang kecuali keduanya bersama dengan bapak supir tadi.


tak berselang lama anggota keluarga dari papinya datang.


"wylie bagaimana keadaan Papi kamu" tanya Neneknya.


"papi masih di dalam" ucap wylie yang masih merangkul Maminya.


"ini pasti semua gara gara kamu anak saya kecelakaan" tunjuk ayah Nicol kakek wylie wylie menunjuk Hiana yang menutup mukanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"kakek,,, kakek jangan cari gara gara disini ini rumah sakit" tegas wylie berdiri menjadi tameng Maminya, yang sejak dulu tidak pernah direstui dan diterima dikeluarga besar Grissham dan semua kesalahan yang menyangkut papinya pasti dilimpahkan pada Maminya. Seperti saat ini, keluarga Papinya yang datang hanyalah Kakek, nenek, dan kakak Nicol, paman wylie yang bernama Radiansyah atau paman Ansyah.


"kamu mau bela wanita ini dan menentang Kakekmu wylie" marah Kakeknya berganti menunjuk wylie sementara Neneknya bersendekap dada dan pamannya hanya diam saja.


"kakek dan mami lebih penting mami dari sisi manapun karna mami yang lahirin wylie dan kakek tidak punya hak untuk melarang wylie membela ibu kandung wylie dari orang seperti kalian yang selalu perhitungan dengan orang," jelas wylie dengan suara dingin tanda marah.


plak


saat wylie selesai bicara kakeknya menamparnya dengan keras. "ayah apa yang kau lakukan pada cucumu sendiri" tak terima anaknya ditampar walau kakeknya sendiri Hiana juga ikut turun tangan.


"saya bukan ayahmu ingat itu baik baik, saya tidak punya menantu seperti kamu yang kelakuan nya tidak pernah baik" ucap kakek wylie menambah nada suaranya.


"tapi anda juga jangan semena mena terhadap cucu anda sendiri" ucap balik Hiana


belum sempat Kakek wylie menjawab dokter dari dalam ruang UGD keluar.

__ADS_1


"mohon disini bukan tempat untuk bertengkar jika ingin lanjut diluar saja" ucap dokter itu membuat mereka semua langsung menatap dokter itu yang sedang dalam raut wajah datar.


"maaf dok gimana anak saya" ucap Nenek menyela Hiana yang mau bertanya.


"pasien mengalami patah tulang di bagian bahu dan sempat kekurangan darah saat operasi tadi untungnya masih ada stok darah yang tersedia, dan pasien akan dipindahkan keruang inap" ucap rinci dokter itu.


"ha syukurnya.......terima kasih dokter telah membantu menyelamatkan anak saya" icap syukur Kakek wylie "iya sama sama" balas dokter itu dan berlalu pergi keruangan nya.


mereka hendak pergi ke ruang inap mengikuti tubuh Nicol yang dibawa dengan brangkar menuju kamar inap tersebut. tapi didepan pintu Kakek wylie berhenti dan mengusir hiana tuk pergi.


"kalian tidak usah ikut masuk, kalau kau mau masuk tunggu kami pulang dan untuk kau juga" tunjuk kakek bergantian ke wylie dan Hiana.


"kenapa sifat sombong dan angkuh kakek yang selalu merendahkan orang selalu dipelihara jika sifat kakek tidak berubah sampai kapan pun orang yang tahu sifat kakek tidak ada yang mau mendekati mu" nasihat wylie yang sedang dalam mode mode serius.


dan apa yang terjadi " gtw "

__ADS_1


✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


terus tunggu kelanjutannya ya, insyaallah besok sabtu ujian author selesai kok


__ADS_2