
sekarang sudah malam tepat jam 7. dan acara bakar bakar dirumah Endru pun dimulai.
"assalamualaikum" ucap orang dari luar rumah Endru. Endru dan Veno yang memang sedang menunggu kedatangan teman temannya, mendengar ada yang mengetuk pintu depan bergehas membukakan pintu, dan benar saja seprti dugaan keduannya teman temannya lah yang mengetuk pintu.
"waalaikumsalam, kalian datang tepat waktu banget" ucap Endru sambil melihat mereka berempat.
"hehe cuma kebetulan aja" ucap Reni.
"langsung aja yuk kebelakang" ajak Endru dengan reflek mengandeng tangan wylie mengikutinya, dan reaksi wylie pun tak terduga, biasanya cewek yang secara sadar digandeng oleh cowok langsung marah, tapi wylie yang tak sadar malah membiarkan dan mengikutinya berjalan.. intinya mereka sama sama gak sadar kalo tangannya bertautan.
dan bagaimana reaksi teman teman mereka, tentu mereka •o•. heran dan terkejutlah,
"itu mereka gak sadar atau emang gimana" benggong tasha menunjuk kearah mereka yang hampir hilang karna terhalang tembok.
"daripada benggong lebih baik kita juga kesana" ucap Veno menyadarkan Reni, Tasha dan Claudya yang masih benggong.
...----------------...
__ADS_1
"Assalamualaikum, semua" sapa wylie yang melihat disana banyak keluarga Endru, mulai dari ayah, ibu, kakek, nenek, kakak perempuan Endru.
"waalaikumsalam" jawab mereka.
"kamu temannya Endru kok cuma satu tadi bilang bilang ada 4" tanya Yana kakak perempuan Endru, yang sempat mereka bergandengan tangan sebelum wylie memutuskan tautan.
"masih dibelakang mereka" jawab Endru "yuk duduk dulu" ajak endru memilih duduk dahulu, tak berselang lama temannya datang menyusul.
"coba kalian kenalkan nama kalian satu satu" pinta Yana yang masih belum kenal mereka yang dimaksud mereka wylie, Reni, Tasha saja.
"namaku Wylie kak" ucap wylie
" Reni"
"aku Claudya"
"kalo nama kakak Yana, bisa panggil kak Yan aja" ucap Yana memperkenalkan diri.
__ADS_1
"yaudah yuk kita mulai aja acarannya" sambungnya.
acara bakar bakar dirumah endru pun jadi ramai, mulai dari wylie dan Reni yang membantu ayahnya Endru memanggang, Tasha dan Claudya, yang bertugas membumbui, dan Endru dan Veno yang membuat Es bersama ibu endru.
bagi wylie aja nih ↙
'malam ini adalah malam yang indah setelah perjuangan gue kemarin malam yang sangat mengancam nyawa sendiri, dan usaha pertama gue buat lindungi kalian semua karna diantara kalian ada orang yang paling gue sayang dari gue baru melihat dunia ini sampai sekarang gue bisa berdiri sendiri, dan gue pasti akan lindungi kalian sekuat tenaga sampai nafas terakhir gue, gue gak bakal biarin mereka melakukan sesuatu lain yang pastinya mengancam nyawa kalian........ dan gue pasti bisa menjadi seorang yang hebat dan membanggakan sesuai dengan keinginan kalian walau harus melewati banyak lika liku yang panjang dan sangat tajam untuk menghadapi mereka, sama seperti harimau yang tidak akan melepaskan mangsanya yang sudah merusak bagian dari miliknya aku harus berjuang' batin wylie dalam perjalanan pulang mereka karna sudah malam dan lagi pula acaranya sudah selesai.
...----------------...
"siapkan kertas yang sudah ditetesi darah kemari " ucap seorang lelaki dalam ruangan yang sangat suram pada asistenya "baik tuan" tak berselang lama asisyen iymtu kembali membawa kertas yang diminta tuannya
selesai menulis sesuatu dalam kertas itu dia melipat dan memberikan kertas itu pada asistennya tadi "kirim kertas itu kekeluarga Keluarga Nicol." perntah tuannya itu.
"baik tuan" jawab asisten berlalu pergi dari sana.
"sudah lama sekali aku tidak bergerak ya" ucap orang itu.
__ADS_1
✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -