
" Ren jangan selonjoran gitu napa duduk manis aja, sempit kita nih" jengah Tasha karna kelakuan Reni.
"ck.... iya iya" kesal Reni yang pindah tempat di sofa single.
"nah gitu longgar" senang Tasha tempatnya longgar
untuk selanjutnya mereka menonton tv kembali. berselang 10 menit Mami hiana pulang dari kantor.
"assalamualaikum" ucap Mami memasuki rumah. "waalaikumsalam" jawaban dari dalam.
"eh ada Reni sama Tasha mau nginep ya" sapa Mami yang melihat tiga orang berdiri menyambutnya
" iya tan habis gak ada temen di rumah" ujar Tasha, Hiana mengganguk lalu pamit kekamar.
"yaudah tante ke kamar dulu ya," pamitnya diangguki semua.
skip malam
"wyl, temennya ajak makan gih udah Mami masakin sama panggil papi di kamar ya " perintah Mami yang menghampiri wylie ddk di ruang keluarga. Mami memang suka masak sendiri katanya 'biar tahu masak gak cuma makan'.
"iya mi...... kalian ke meja makan dulu gue panggil Papi dulu" ujar wylie pada dua temannya disampingnya ini.
keduanya pun berlalu tanpa menjawab ucapan wylie dan wylie berlalu ke lantai atas memanggil Papi.
tok tok tok
__ADS_1
Wylie mengetuk pintu ruang kerja Papinya. "Pi makan dulu" panggil wylie sambil berjalan masuk.
"iya nih Papi selesain dulu kurang dikit" balas papi, wylie berlalu duduk disofa yang ada diruangan itu sambil menuggu Papinya.
"dah, ayo makan malam" ujar Papi memanggil wylie agar ikut bersamanya.
"Pi" panggil wylie di rangkulan Papinya "kenapa" tanya balik.
"pi wylie pinjem DVD film horor dong boleh" pinta wylie dengan mata sayu
"boleh nanti Papi ambilin kalo gak salah ada 4 DVD punya kakak mu nanti tinggal pilih"
"makasih Papi " ujar wylie sambil berjinjit mencium pipi Papinya.
tak berselang lama mereka sampai di meja makan yang sudah hampir terisi tinggal menunggu kedatangan mereka berdua.
"mana nih katanya suruh pilih" ucap Tasha pada Reni. sekarang mereka berada di ruang keluarga menunggu wylie mengambil DVD.
"nih " ujar wylie yang datang membawa 4 DVD film horor
"ini aja kayaknya lebih serem dari yang lain" ujar Reni sambil memegang salah satu DVD.
"yaudah itu aja gimana, Tas" jawab wylie " ngikut aja" timpal tasha.
wylie memasang DVD, dan kembali duduk disofa menikmati tontonan.
__ADS_1
ekspresi wajah wylie tidak bisa ditebak, sedangkan Tasha pun sama, tapi beda dengan Reni sekarang dia memeluk bantal sofa dan menutupi mukanya jika ada adegan menyeramkan.
"Ren kalo muka lo ditutupin terus sampai habis nih film gak bakal tahu lo" Jengah wylie pada Reni yang ada disampingnya. kadang teriak kadang memeluk dirinya.
"kan reflek wyl, emang kalian gak takut apa" balas Reni dengan bantal berada di muka jadi agak aneh suaranya.
"aaaaaaa" sampai suatu Adegan yang memperlihatkan seseorang dengan wajah hancur dan dipenuhi darah yang bercucuran. ketiganya yang fokus melihat itu langsung kocar kacir pergi kemana.
"ada apa ini" ucap Papi yang langsung turun dari atas karna mendengar teriakan.
satu persatu ketiganya berkumpul lagi " i itu pi tadi kita liat orang yang wajahnya hancur " balas wylie gemetaran.
"iya om kok kak Hanna gak takut ya nyimpen film horor banget" heran Reni
"kalo takut matiin aja udah malem nih besok sekolah" nasihat Papi pada ketiganya.
"iya pi/om" jawab tiga anak itu segera berlalu masuk kamar wylie tapi sebelum itu mematikan tv yang tadi disetel film horor.
✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
kali ini author cuma up satu dulu.
karna orang rumah nyuruh belajar sama beresin baju aku.
dan karna tadi pagi kena hukum buat resume materi dari guru BK sebab gak ikutan pertemuan di googl* me*t.
__ADS_1
eh malah curhat author ya. yaudah sampi sini dulu.
... BYE BYE...