MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)

MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)
ep 39. ambisi wylie


__ADS_3

sekarang sudah jam 9 malam. wylie sudah mengecek orang orang sudah beristirahat dikamarnya masing masing.


wylie pun sudah selesai bersiap siap dalam misi pertamanya, bahkan sudah minum kopi satu gelas penuh agar tidak mengantuk, dan benar saja dia sudah melek semelek meleknya.


"cek lagi,,,,pisau lipat udah,,,,jam pintar juga udah,,,,semprotan bubuk cabe udah,,,kayak ada yang kurang tapi apa......ha permen sunduk yang belum" sebelum berangkat dia memgecek segala keperluan pribadinya dan permen adalah hal wajib yang harus dibawanya agar merasa tidak makan darah jika ada permen dimulutnya.


"dan yok berangkat" selesai memasukkan permen ia mengecek notif di hpnya dan sudah ada jemputan dari markas.


dengan langkah yang anggun dia memasuki pintu markas yang sudah terbuka, disana ia melihat banyak yang sedang mempersiapkan latihan seperti pistol atau masih latihan fisik. wylie sendiri sudah latihan dirumah tadi tapi baginya masih kurang karna ia masuk tim B dengan kemampuan anggota baru yang cukup besar kekuatannya.


"hai.... kakak nanti satu tim kan sama gue di tim B," sapa wylie pada salah satu gadis yang lebih tinggi dan lebih tua darinya. "iya, kenalin nama gue Sera...oh ya panggilnya jangan kak kayak tua banget tahu" toleh gadis bernama Sera itu.


"kan emang lebih tua dari ku" tunjuk wylie pada diri sendiri.

__ADS_1


"umurku baru 18 tahun belum tua tua amat lah" protes Sera tak terima jadi tua "hihi umurku baru 14 lho bukannya beda 4 tahun loh, beda setahun sama kakak ku" jelas wypie yang bikin Sera melonggo.


"umur segini kok udah masuk mafia aja" heran binti kaget bin melonggo Sera.


"hehe temenku aja masuk kesini dari umur 12 lho jadi ini tuh udah lebih tua dari dia masuk" ucap wylie menghilangkan kekagetan Sera.


"i iya udah yuk gue kenalin sama anggota kita yang lain" ajak Sera menggandeng tangan wylie dari tempat latihan pistol menuju tempat gym.


"hei kalian nih kenalin anggota kita yang kurang satu " ucap Sera pada dua laki laki yang sedang adu panco di sebuah meja itu.


"kenalin nama gue Bima, dan ini yudis" ucap pria bernama Bima itu.


"nama gue wylie, kakak kakak" sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"umur lo berapa cebol amat" ledek Yudis "enak aja bilang cebol gue emang belum tumbuh semouena tahu, umur gue (20 : 2) +15 - 3 - 9 \= cari jawabannya" ucap wyoie yang sengaja mempersulit


"14 umurnya" bocoran dari Sera membuat Bima dan Yudis berhenti berpikir. "ha 14....udah masuk dunia gelap ini hebat lo cebol" kaget Yudis sempat meledek wylie lagi.


"kalo diperhatikan Bang bima ini kayaknya lo ya lebih tuaan dikit dari bang Yudis" ucap wylie yang dari tadi memperhatikan keduanya.


"emang gue tuh adeknya Bima tahu" ungkap Yudis "ooo pantas bang Yudis kayak anak tk ternyata masih anak kakak" ejek wylie terang terangan


"dasar bocah cebol bisanya ledek doang" tunjuk Yudis marah tak terima disebut anak kakak, "hahah... makannya jangan nempel sama kakak dong kan jadi bisa dipanggil anak kakak, nih liat gue aja yang lebih kecil dan cwek gak sama kakaknya lho" terang bangga wylie, saat Yudis ingin membalas tiba tiba senior yang akan menjadi rekan mereka nanti datang memberitahu "hai saya adalah senior yang diminta bergabung dengan kalian, nama saya anggara, semoga bisa bekerja sama" ucap senior anggara menyalami tangan mereka saru satu tanda perkenalan.


"ayo semua sudah mau berangkat kita berkumpul didepan bersama yang lain" ajak nya menuju lapangan depan yang mana disana ada banyak mobil yang akan membawa mereka ke tempat peperangan.


'semoga dengan gue masuk ke mafia ini, mafia Blue Fire, gue bisa jadi lebih hebat dan tak terkalahkan dengan orang yang berusaha ingin menindas keluarga Papi dan keluarga gue, sampai kapan pun gue pasti akan bisa lebih maju dari mereka, dan harus menyiapkan fisik dan pola pikir gue, juga harus lebih mengawasi pergerakan mereka, semoga usaha yang gue kerahkan untuk bisa jadi lebih kuat bisa tercapai, semoga gue bisa berhasil dengan kulus dalam misi pertama ini walau nyawa taruhannya, lebih baik kehilangan satu nyawa dari pada semua nyawa dan malah berhasil menyelamatkan satu dari semua, gue bakal terus menjadi hebat agar bisa mengalahkan mereka, meskipun mereka belum bergerak gue harus bisa mencegah sesuatu yang kemungkinan akan terjadi' batin wylie yang sudah berada dibatas zona ambisi yang besar yaitu memusnahkan musuh keluarga papinya yang juga berimbas pada keluarganya

__ADS_1


✂- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


penasaran siapa musuh keluarga besar papi wylie dan dari mana wylie tahu, baca terus bab ke bab My life story.


__ADS_2