
sekitar pukul 03.00 sore wylie kembali lagi kerumah sakit tempat Papinya dirawat. saat ia berjalan samar samar mendengar suara adu mulut sedangkan dari tadi feelingnya sudah berkata bahwa ada tidak beres.
semakin ia melangkahkan kakinya kejalan menuju ruang rawat Palinya suara tersebut semakin jelas.
kakinya berhenti melangkah saat melihat Kakeknya menampar Maminya dengan keras hingga suaranya terdengar nyaring. dengan langkah cepat wylie berdiri didepan Hiana yang sampai jatuh karna tamparan itu.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA" berbicara dengan nada tinggi karna sudah tidak bisa menahan gejolak amarahnya.
"dasar anak tak tau sopan santun apa dia tidak pernah mengajarimu hah" ucap yang lebih membentak wylie, sedangkan Hanna yang dari tadi berusaha melindungi dan membantu Maminya tapi ia tak jago beradu argumen sama sekali.
"Ibuku selalu mengajari aku mana yang salah dan mana yang benar, bagaimana cara bersopan santun dan menghormati, hanya saja kau yang mengajari aku cara tidak tahu malu, menghargai, ataupun sopan santun dan juga keras kepala, jika kakek tidak bisa bersikap sopan dan santun berarti sifatku ini menurun dari mu. Kau yang selalu berkata kasar hanya itu yang kau bilang jadi itu yang kucontoh dari mu agar bisa melawan orang seperti mu" ucap sarkas wylie yang sedang marah tapi cuma tingkat double booster.
"kak bawa Mami pergi dulu, dan ini bawalah" perintah wylie menyuruh Hanna pergi dengan juga menyerahkan tas ransel yang berisi baju dibawa dari rumah tadi, karna situasi yang sangat menyiksa bagi Maminya.
"baiklah, jika sudah selesai langsung telpon saja" jawab hanna menerima tas itu. setelah pandangan wylie tak melihat mereka ia meneruskan lomba adu mulut tingkat keluarga. ('hihihi canda keluarga jangan sampe masalah dibawa ke tingkat perceraian anggota keluarga').
"kenapa kakek diam" ejek wylie yang merasa kakek tuannya ini kehabisan kata. "oh ya seharusnya kakek itu hati hati nanti darah tinggi lho" ucap wylie yang terus menjerumuskan kakeknya kedalam api emosi.
"diamlah jika kau tidak bisa diam aku akan..... " ucapan nya tergantung karna ia tak yakin akan mengatakannya pada cucunya sendiri.
"aku akan,, aku akan apa kakek" rasa penasaran dan mencoba membangkitkan jiwa emosian kakek
"aku akan membunuhmu walaupun kau anak dari anakku, jika kau ada sangkut pautnya dwngan wanita yang menjadi ibumu itu" ucap kakeknya dengan nada suara emosi
__ADS_1
"jika kau tahu alasan ibuku seperti yang kau katakan itu apakah kau akan menyesal" tanya Wylie dengan menyilangkan tangannya didepan dada.
"aku tak akan menyesal " dengan jujur ia menjawab dengan konsisten
"apa kau tak memikirkan perasaan anak mu" tanya wylie lagi
"itu urusan akhir " ucapnya lagi
"prinsip mu itu salah kakek, coba jika Papi itu adalah dirimu bagaiman perasaan mu jika ditinggalkan orang yang ia cintai dan yang paling buruk dia meninggal ditangan orang tuanya sendiri, apakah dia mau memaafkan dan menerima kembali orang tua nya sendiri justru ia akan benci dan akan bertambah jika kau menyembunyikan sesuatu hal yang menyangkut dengan kematiannya" ucap bijak sebijak bijak nya wylie tanpa menggunakan emosi
"itu adalah masalahku bukan masalahmu dan kau tak usah menasihatiku kau masihlah belum berpengalaman jangan sok bijak" sudah dibaikin pake cara halus malah mancing cara kasar.
"baiklah jika itu maumu, jika kau ingin adu kekuatan atau tujuan mu ingin membunuhku lakukan lah, nanti jam 5 sore artinya 2 jam mulai sekarang, dan juga sebelum Anakmu sadar dari obat bius yang diperkirakan berefek cukup lama paling nanti jam 7 malam" icap wylie sambil berjalan pergi kearah Cafe yang ada dibagian depan rumah sakit meninggalkan dua orang kakek dan nenknya yang dari tadi diam, dan pamannya yang masih didalam ruang inap Nicol.
Cafe RS xxx
📞 "hallo kakak sama Mami dimana aku lagi diCafe RS ini" ucap wylie setelah panggilannua tersambung
📞"kakak juga disitu, kamu dimeja mana"
📞" didekat kasir kakak dimana"
📞"liat dipojokan deket cendela "
__ADS_1
📞"oh, aku kesana ya"
📞"iya"
setelah itu panggilan terputus wtoie segera berpindah kemeja pojokan dimana Hanna membawa Mami kesitu.
"gimana urusan kamu " tanya Hanna saat wylje sudah duduk didepannya. sedangkan Maminya lebih banyak diam dari tadi.
"belum kelar nanti jam 5 diselesain dengan cara brutal" bisik wylie ditelinga hanna
"maksudnya kamu mau bertarung dengan Kakek"balas hanna denfan berbisik juga
wylie mengangukkan kepalanya "kalo nanti.... " ucap hanna yang tak berbisik tapi langsung dibungkam dengan ucapan wylie "tenang,, aku bisa" yakin wylie dengan mata yang menajam menunjukkan dia sanggup.
"baiklah, good luck" dukung hanna yang juga khawatir pada wylie
"Mami dari tadi kok diem aja,, makanan nya udah dingin lho kok belum dimakan " bujuk wylie yang melihat maminya sedang melamun.
tapi Hiana hanya mengelngkan kepalanya, hanna dari tadi pun sudah membujuknya tapi tak ada yang berhasil sama sekali.
"Mami, kalo Mami gak makan nanti Papi gak mau bangun gimana, nanti wylie usir 3 Orang itu dan Mami bisa ketemu Papi" bujuk wylie dengan segala akal akalannya
dengan bicara seperti itu Hiana Menoleh pada wylie didepannya, Wylie yang melihat Maminya tergerak untuk menatapnya pun semakin gencar membujuk agar tidak terlalu sedih.
__ADS_1
✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
tunggu besok