
Setelah pelajaran selesai waktu untuk mengisi perut murid yang kosong tiba yaitu waktu istirahat.
seperti biasa WylEnd ddk berangkat bareng, memilih bangku untuk diduduki dan menentukan siapa diantara mereka yang jadi pelayan gadungan.
dipikiran wylie 'hemm.. jadi manja bentar gak papa kan' dengan tersenyum misterius ia melihat teman temannya.
setelah makanan sampai dimeja mereka, Wylie menjadi sedikit manja "Tas ambilin Kecap, saos sama sambal dong" ucap wylie menunjuk keperluan makan kuah yang jauh dari jangkauannya.
"kenapa gak ambil sendiri" protesnya melihat wylie "kan gue belum sepenuhnya sembuh nanti kebuka lukanya lagi gimana" memelas dengan menyatukan kedua tangannya.
dengan tangan yang terasa berat mengambil barang yang diminta Wylie, dengan ide jahil Tasha mengambil sambal dan menyendok sambal dengan semdok yang ada diwadahnya, lalu memasukkannya kedalam makanan Wylie.
Tasha memasukkan sambal itu bersamaan dengan wylie yang meneteskan kecap kedalam makanannya jadi ia terlambat untuk menghentikan tangan usil Tasha.
"aaa" pekiknya melihat makanan kesukaanya diberi sambal satu sendok penuh.
__ADS_1
sedangkan sipelaku tertawa puas tanpa dosa. "tasha" geram Wylie membalas perbuatan Tasha dengan cara yang sama yaitu memasukkan satu sendok penuh sambal kedalam makanannya. "yaaaaa" tak kalah dalam hal suara, Tasha ikut teriak juga "haha impas " tawanya senang.
sedangkan Endru, Veno, Reni, Claudya yang memperhatikan mereka sejak tadi diam memperhatikan
dengan sama sama meringis menhan pedas Wylie dan Tasha tetap menghabiskan makanan mereka sampai habis. setelah sama sama habis mereka minum es pesanan mereka. dirasa pedas tidak berkurang Wylie dan Tasha memakan es batu dalam minuman masing masing
Melihat keduanya teman teman mereka tertawa pelan. Reni tak sengaja mengaeahkan pandangannya kesalah satu meja yang berisi Cellin ddk yang sudah lama tak berurusan dengan mereka.
"eh eh wyl bukannya itu Cellin ddk ya udah gak pernah ketemu juga gak pernah berulah kayaknya" panggil Reni membuat semua menoleh kearahnya.
"eh iya tuh anak kok jadi diem " ucap Veno menyahut.
"yah semoga aja tuh sifat kalem bisa bertahan dilingkungan asing yang berisi sifat angkuh dan sombong" ucap tasha mengaruk pelipisnya gatal.
"iya semoga " balas wylie.
__ADS_1
tanpa memedulikan mereka lagi WylEnd ddk membayar makanan mereka dan pergi dari sana menuju kelas menunggu waktu pelajaran tiba kembali.
...****************...
seminggu kemudian.
besok misi pengawalan wylie akan dimulai dan ia berangkat besok malam jam 23.00 malam.
sedangkan sekarang ia baru pulang dari tempat ia belajar menimba ilmu.
setelah membereskan baju seragam dan tas sekolahnya ia beranjak kekamar mandi, dia berpikir jika ingin merilekskan tubuhnya ia harus berendam air hangat didalam bathtub sambil berendam Wylie sempat membuat senapan sederhana tanpa suara tapi pelurunya bukan seperti peluru pistol melainkan bambu yang sangat runcing. "wah besok gue coba senjata buatan gue kemarin kalo peluru pistol udah habis" girangnya bergumam samar samar.
seleaai mandi ia menghubungi Erland untuk meminta menjemputnya besok karna selain Erland tidak ada yang mau. selesai telpon bukannya tidur malah membuat peluru bambu sebanyak banyaknya.
"walaulun sederhana gini gini tanpa suara dan kalo kena jantung pasti langsung mati yang kena" bangga nya bergumam sendiri ditaman halaman belakang tempat ia membuat rangkaian senjatanya.
__ADS_1
??????what happens later??????
✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -