
"waaah....besar banget ruang latihan ini" ucap kagum wylie saat masuk dan disuguhkan dengan ruangan latihan yang begitu besar dan lengkap walau hanya markas cabang. "ini baru markas cabang kalau markas pusat pasti lebih gede dan super lengkap" ucap Claudya menyahuti
"lo pernah markas pusat" tanya Wylie "pernah dua kali pas ada acara besar doang kesana " ucap bangga Claudya.
"yuk mulai latihan" ucap Claudya "iya" setengah jam berlalu dengan keringat yang menetes dari keduanya. "hah.. hah lo itu udah lumayan hebat banget" ucap lelah Claudya mengambil air "masak kayaknya gue baru tingkat 2" ucap heran wylie
"kalo gerakan tadi itu udah yang tahap 4 tahu"
"waaw hebatnya gue" sok kaget.
"what... udah jam segini udah harus diCafe nih" ucap wylie saat melihat jam di hpnya.
"emang kenapa kok dicafe" ucap binggung Claudya "itu gue tadi izin cuma 1 setengah jam doang sekarang tinggal 15 menit waktunya" ucap wylie membereskan barang barangnya dan membuat pesan untuk bapak menjemputnya, kenapa wylie membuat pesan biar bapak gak curiga karna wylie udah bilang 1 setengah jam udah busa dijemput.
"lo dianterin bang Erland aja gimana daripada buat curiga" tawar Claudya menaik turunkan alisnya "emang orangnya mau" tanya wylie
"pasti maulah dia" ucap Claudya dengan senyum smrik
"bang anterin temen gue ke cafe IN ya" perntah nya saat sudah disepan Erland "hah napa gue"
"biar cepet bang waktu dia cuma tinggal 10 menit nih" rengek Claudya bergelanyut dilengan Erland yang duduk disofa.
__ADS_1
"gak"
"mau ya"
"gak"
"iya mau"
"enggak ya enggak"
"abang jahat sama aku hiks" jurus utama Claudya merayu Erland yang sudah dianggap kakak sendiri itu, dengan jurus itu Rrland pastia akan lunak.
"hehe berhasilkan" bangga nya telah melunakkan batu menjadi plastisin "iya iya berhasil" jawab wylie
"dah ayok naik" tepuk Erland pada jok belakang motornya.
wylie naik dengan satu tangan berpegangan pada pundak Erland, kalo gak pake cara itu gimana naik motor sport kayak gini coba
"pegangan yang erat, bahaya kalo jatuh" ucap nya, wylie pun menurut dan pegangan pada jok yang ia duduki.
"ati ati ya" pekik Claudya didepan gerbang saat motor melaju.
__ADS_1
perjalanan mereka ke Cafe IN di warnai rasa canggung diantara mereka. 5 menit berkendara mereka sampai didepan cafe itu waktu wylie tinggal 3 menit lagi.
"emmm.... makasih udah mau anterin gue" ucap wylie pada Erland yang hendak melajykan kembali motornya "iya gue balik" ucap Erland melajukan jembali motornya meninggal kan daerah Cape, wylie pun memilih duduk ditaman dekat Cafe sambil menunggu jemputan.
dia malah sedang menjelajah dipikirannya soal tadi di goceng, dianterin babang ganteng.
bapak pun sampai didepan Cafe tak sengaja melihat wylie yang melamun dengan senyum senyum. lalu menghampirinya.
"non" ucap Bapak membuyarkan lamunan wylie "eh iya... ternyata bapak to" kaget wylie terkesiap.
"iya non ayo pulang udah selesaikan urusan nya"tanya bapak
"udah kok pak ayo pulang" balas wylie berjalan disamping bapak menuju mobil.
dimobil pun wylie masih kembali melamun dan juga senyum senyum sendiri "non kenapa dari tadi senyum senyum sendiri apa non punya pacar ya" goda bapak menaangkap basah wylie yang sedang senyum dengan wajah merah "bapak apaan sih siapa juga yang punya pacar, bapak ada ada aja sih" lamunan wylie kembali buyar dengan ucapan bapak yang membuatnya salting.
"terlalu ketara non" gida bapak lagi "enggak aku belum pacaran kok" bantah nya lagi dengan memalingkan mukanya "terserah non ajalah" nyerah bapak kembali fokus pada mengemudinya.
✂- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
nanti sore lagi.
__ADS_1