MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)

MY LIFE STORY (Kehidupan Berisi Hukuman)
ep 51. satu ep bersama (tokoh utama diepisode ini) yaitu Hanna


__ADS_3

Lampu merah diatas pintu operasi masih menyala, di dalam ruangan tentu hening tapi berbanding terbalik pada kondisi diluar. Hanna yang panik dan bingung sedang mondar mandir dari tadi, derap suara sepatu flatnya sudah seperti pasukan paskibra.


operasi berlangsung setengah jam lalu, terlintas dalam pikiran Hanna tuk memberitahukan kondisi wylie saat ini.


"apa aku beritahu aja Mami dan Papi, nanti Mami nungguin kita gak balik balik, yah gitu sekarang keruang inap papi" dengan terburu buru ia langsung mencari lift terdekat, ya rumah sakit yang digunakan Nicol dan Wylie sama.


Hanna masuk kekamar dengan nafas memburu karna kebanyakan lari.


"as assala mualaikum " setelah sampai ia langsung menghampiri keduanya yang menatapnya dengan kaget. "waalaikumsalam" jawab keduanya "ada apa Na mana Wylie" tanya Mami bingung


"ee... Mi, Pi Wyl Wylie lagi diruang op operasi" takutnya bicara dengan terbata bata. "APA" mendengar ucapan Hanna itu jantung Nico dan Hiana langsung berdetak kencang.


"Wylie kenapa Hanna" khawatir Mami mengoncang badan Hanna "Hanna gak tau Mi tadi pas makan Dia tiba tiba pingsan dan ada darah dibajunya" jujurnya tak mendetail langsung kepoinnya


"Papi pengen ikut" ucap Nicol membuat Hanna dan Hiana tambah khawatir "papi baru sadar jangan dulu ya" bantah Mami

__ADS_1


"Papi gam mau tahu alasannya apa pokoknya Papi ikut " tegas Papi tak bisa dibantah "yaudah tapi pake kursi roda" dengan cepat hanna meraih kusi roda dipojok ruangan, Lalu membantu Mami membantu Papi untuk duduk.


selesai itu mereka langsung pergi kelantai bawah menggunakan lift.


"Hanna jelasin gimana wylie bisa masuk ruang operasi" desak Papi bertanya pada Hanna


Hanna pun menceritakan apa yang dialami tadi secara detail. selesai bicara dengan Papi lampu operasi berubah warna menjadi hijau. Dokter langsung keluar memberitahu pihak keluarga.


"keluarga Pasien" panggil dokter ketiganya yang berjaga dikursi merasa terpanggil langsung menghampiri dokter tersebut.


"dok untuk ruang rawat pindahkan pasien kekamar xxx no. 3 bisa kan dok" ucap Hanna "boleh saya akan memberitahu suster" jawab dokter


"dok kalau boleh tahu, anak saya sebenarnya luka apa" tanya penasaran Nicol "saya kira pihak keluarga sudah tahu, pasien mengalami luka tusuk dan lukanya cukup dalam dan parah juag cukup lebar, sepertinya masih luka baru karna darahnya tidak berhenti keluar tadi" jawab dokter, Hanna Hiana dan Nicol langsung shock.


'luka tusuk dapat darimana' pikir mereka. "kalau tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi " pamit dokter yang sudah merasa informasinya tentang pasien sudah cukup seperti yang ia lihat.

__ADS_1


"iya dok terimakasih " ujar Nicol


tak berselang lama wylie langsung dibawa keluar dari dalam ruangan menuju ruangan tempat Nicol dirawat, ketiganya pun mengekori para susuter yang mendorong brankar wylie.


Setelah suster itu pergi dari ruangan, Hanna dan Hiana dengan mendorong kursi roda Nicol menatap wylie dengan sedih. "kamu sebenarnya kenapa" gumam mami Hiana.


mendengar sedikit gumaman Maminya Hanna langsung teringat jika tadi sore wylie bertarung dengan kakeknya.


"em Mi Pi kayaknya Hanna tahu wylie dapat luka darimana. tadi sore wylie bilang dia mau bertarung dengan Kakek ?? (anggap aja tanda tanya itu namanya, author males mikir nama pemeran yang keluarnya rada jarang


:p ) , paling dari pertarungan mereka wylie mendapat luka itu" ungkap Hanna membuat Hiana shock dan menangis lagi, lalu Nicol langsung naik darah tak terpikir ayahnya akan setega itu.


??????what happens later??????


✂ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

__ADS_1


__ADS_2