
setelah pulang dari sekolah, Wylie memutuskan pulang kerumah dulu lalu pergi berkunjung ke rumah keluarga besar Felix yang kebetulan tidak berjarak jauh dari sekolah, juga masih dikota yang sama berjarak 6 km. tapi jika dari rumah bertambah 8 km
"bapak kita pergi kerumah keluarga besar Felix yuk" ajak wylie pada bapak yang sedang minum kopi bersama pa'e (satpam rumah wylie).
"mau ngapain non kesana " tanya bapak "adalah" jawab wylie.
"udah izin belum non" tanya bapak kembali "udah sama ibuk tadi"
bapak pun segera beranjak lalu menghampiri mobil yang kebetulan belum dimasukkan ke garasi. dan melajukan mobilnya bersama wylie yang duduk dibelakang.
"kita mampir supermarket gak nih non" tanya bapak yang berfikir jika berkunjung harus bawa buah tangan. "buat apa pak" tanya wylie dalam mode gak peka.
"haduh... kalau mau berkunjung atau jenguk orang, orang yang berkunjung supaya membawa buah tangan atau oleh oleh non, biar sopan" nasihat bapak pada wylie, bapak yang berprofesi sebagai sopir ini memang sudah diberitahu oleh majikan tuanya jika wylie berbuat salah boleh dinasihati dan diingatkan.
"oo... yaudah kita ke supermarket dulu beli apa gitu" balas wylie
setelah bapak dan wylie membeli buah tangan disupermarket, bapak kembalo melajukan mobilnya ke kediaman keluarga Besar Felix.
__ADS_1
SKIP SAMPAI NGGON (TUJUAN).
tok tok
wylie sudah turun dari mobil kemudian mengetok pintu. rencananya wylie dia akan menginap di rumah besar Felix untuk satu malam. dan dia meminta bapak untuk pulang terlebih dahulu baru besok di jemput lagi. saat turun dia sengaja memakai masker dan topi yang berwarna hitam, dengan ransel di punggungnya wylie ingin membuat ulah sedikit.
"iya siapa" tanya satpam penjaga gerbang sambil membuka sedikit pintu gerbang.
"saya mau bertemu tuan rumah ini pak" jawab wylie sengaja mengunakan gaya bicara dingin.
"ada perlu apa ya mbak" tanya lagi satpam itu "dan tuan rumah tidak ada dirumah" tambahnya.
"baiklah tunggu sebentar" jawab satpam tersebut segeta menutup dan mengunci gerbang dan berlari masuk ke dalam rumah, ia takut orang tadi adalah penjahat
kebetulan istri paman wylie (Fathan) adik Hiana istrinya bernama Nadia Gozzalo lewat di dekat satpam tersebut melihatnya terburu buru bertanya "ada apa pak kok kayak takut gitu" tanya Nadia binggung.
"a... anu bu di depan ada orang mencurigakan bu" jawab nya gelagapan "apa....kalo gitu panggil teman pak" jawab Nadia ikut panik.
__ADS_1
dan mereka buru buru panggil teman satpam tersebut
sementara di depan
'hihihi bikin ulah dikit gpp kan' batin Wylie kegirangan bukan main karna seperti dapat mangsa baru.
tak lama Gerbang kembali terbuka menampilkan wajah panik dan takut satpam, temanya dan bibinya Nadia. "iya ada perlu apa ya "tanya panik nadia tapi berusaha setenang mungkin.
"saya butuh tetua keluarga ini" ucap wylie sambil berlari menerobos mereka dan segera masuk kedalam rumah.
"aaaa...... pak dia masuk rumah gimana ini dia tadi bilang butuh tetua keluarga cepet kejar dia pak" teriak histeris Nadia.
wylie dengan cepat bersembunyi ditempat paling aman yang hanya dia yang tahu tapi ada halangan baginya di ruang tamu ada beberapa orang termasuk tetua keluarga felix dia pun menyeringai dan tak jadilah rencana sembunyi wylie dia punya ide lain yang lwbih keterlaluan menurutnya. dia mengambil pistol mainannya yang mirip dengan pistol asli dalam tas dan pistol itu merupakan mainan kesukaannya.
dengan secepat kilat dia menghampiri mereka dan membekap sepupunya Fadilla dengan satu tangan memeluk lehernya dan satu tangan mengacungkan pistol kearah kepala Fadilla.
semua keluarga yang menyaksikan kaget bukan main dengan kejadian itu bahkan terjadi sangat cepat. Nadia yang baru masuk dengan satpam di belakang juga kaget dengan apa yang ada didepannya bahkan dia belum bemum memberitahu orang rumah jika rumahnya dimasuki rubah ekor sembilan siapa lagi kalo bukan wylie.
__ADS_1
✂- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
besok lagi guys, author lagi banyak pikiran nih. BYE.