My Wife Ghost

My Wife Ghost
Penculik Dadakan


__ADS_3

Marsya mencari Citra kesana kemari,dia bertanya juga pada teman-teman hantunya.Sampai minta tolong pada Jin Tomang dan Raina temannya.Marsya harus segera menemukan Citra,kalau tidak Kianu akan ngoceh padanya.


Marsya berjalan dalam kebingungan karena sudah berjam-jam belum menemukan Citra.Tiba-tiba temannya Jin Tomang datang menghampirinya.Jin Tomang memberi tahu Marsya sebuah informasi tentang keberadaan Citra.Marsya dan Jin Tomang langsung menuju tempat Citra berada.


"Marsya cantik digubuk reyot ditengah kebun itu Citra ditawan"ucap Jin Tomang.


"Begitu ya,makasih Jin Tomang"ucap Marsya.


"Iya,kamu mau aku temani kesana?"tanya Jin Tomang.


"Tidak usah,aku sendiri saja"ucap Marsya.


"Yasudah,aku pergi dulu ya"ucap Jin Tomang.


"Ya"ucap Marsya.


Jin Tomang pergi meninggalkan Marsya.Marsya mendekat ke arah gubuk reyot itu,diluar ada motor yang sudah tua dan jelek.Marsya masuk ke dalam gubuk reyot itu.Dia melihat Citra sedang disekap oleh dua orang laki-laki.


"Ini penculik atau tukang rongsokan sih,bajunya compang camping,rumahnya banyak botol bekas air mineral,kardus bekas, dan motornya tadi juga butut"ucap Marsya


Marsya melihat dua orang penculik itu yang sedang berdiri diruangan itu sementara Citra masih pingsan.Orang pertama bernama Udin,tubuhnya gendut dan bodoh.Orang kedua bernama Otong,tubuhnya kurus dan gaptek.Marsya ingin tahu kenapa kedua orang ini menculik Citra.Marsya mendengarkan obrolan mereka.


"Udin coba kamu telpon dulu pacarnya gadis ini"ucap Otong.


"Gimana mau nelpon tadi kakak bilang pulsanya tinggal  seribu,mana cukup nelpon beda operator"ucap Udin.


"Penculik kere ternyata"ucap Marsya.


"Yaudah miscall aja dulu"ucap Otong.


"Mana dia tahu itu kita Kak"ucap Udin.


"Penculik kok gak modal banget sih"ucap Marsya.


"Kalau gitu sms aja dia,minta tebusan 1 juta"ucap Otong.


"Dikit amat mintanya,nanggung nyuliknya,udah berlagak penculik tapi ternyata gak paham duit"ucap Marsya.


"Iya kak,tapi gimana cara nulisnya akukan gak bisa baca dan gak bisa nulis"ucap Udin.


"Kaya gini mau jadi penculik,nulis gak bisa,baca gak bisa"ucap Marsya.


"Aku juga gak ngerti cara menggunakan handphone"ucap Otong.


"Yang ini lagi gaptek,gak ada yang pinteran apa penculiknya"ucap Marsya.


"Yaudah kakak kasih tahu aku hurufnya,nanti aku pencetin dihandphonenya"ucap Udin.


"Ya"ucap Otong.


Otong mendekati Udin,dia mengeluarkan handphone dari kantong celananya.Handphone milik Otong masih handphone jadul.Otong membacakan huruf yang akan ditulis Udin.Udin mulai mengetik setiap hurup yang diberitahu Otong.Setelah itu mereka pergi ke dapur digubuk reyot itu.Mereka masak untuk makan siang mereka.

__ADS_1


"Ya ampun mereka kenapa masak cuma ikan asin dibakar doang,ini penculik atau kaum dhuafa sih"ucap Marsya.


Marsya heran sekelas penculik masak ikan asin bakar untuk makanan mereka.Biasa difilm di bioskop yang Marsya tonton,penculik biasanya misterius,keren,perlatatannya canggih dan pintar.Ini sebaliknya udah bodoh,gaptek,miskin pula.


"Udin kasih makan gadis itu dengan nasi sisa kemarin dan ikan asin bakar ini"ucap Otong.


"Iya kak"ucap Udin sambil pergi membawa piring itu.


"Ya ampun,aku juga gak mau kalau diculik makan nasi kemarin dan ikan asin bakar,udah susah tambah susah"ucap Marsya.


Marsya mengikuti Udin menuju ke tempat Citra berada.Udin membangunkan Citra,Citra bangun dan kaget melihat Udin.Dia baru ingat kalau tadi dia dipaksa dua orang ini naik ke motor mereka.


"Kamu menculikku ya"ucap Citra.


"Iya,maafkan aku yang sebesar-besarnya,jangan dendam dan sakit hati ya,nanti aku jadi berdosa.Aku takut masuk neraka"ucap Udin.


"Penculik kok masih mikirin dosa dan neraka segala"ucap Marsya.


"Gak mau,pokoknya lepaskan aku,aku mau pulang"ucap Citra.


"Nanti kalau pacarmu sudah menebusmu,aku pasti membebaskanmu dan memberimu hadiah kenang-kenangan"ucap Udin.


"Penculik yang baik hati,masih mau ngasih hadiah kenang-kenangan segala"ucap Marsya.


"Gak mau,aku mau pulang hik....hik..."ucap Citra lalu menangis.


"Jangan menangis ini kuberi kau makan,pasti kau lapar"ucap Udin menyodorkan piringnya.


"Terus mau makan apa?"tanya Udin.


"Ayam,daging atau ikan gitu,jadi penculik modal sedikit apa"ucap Citra.


"Kami gak punya uang,ikan asin ini juga boleh ngutang diwarung"ucap Udin.


"Penculik yang menyedihkan"ucap Marsya.


"Aku gak mau makan,lebih baik aku lapar"ucap Citra.


"Yasudah,aku taruh piringnya disini ya"ucap Udin.


Udin lalu pergi meninggalkan Citra menuju dapur.Marsya masih mengikuti Udin,dia penasaran kenapa penculik tak profesional ini menculik Citra.


"Kak apa kita lepaskan saja gadis itu,kasihan aku gak tega.Nanti kita juga berdosa dan masuk neraka"ucap Udin.


"Terus biaya rumah sakit emak gimana?kalau kita belum membayarnya emak masih belum bisa pulang.Kita tidak punya uang,tidak ada barang yang bisa dijual.Motor butut itu saja sering mogok dan siapa yang mau beli barang rongsokan itu"ucap Otong.


"Ooo....emaknya sakit toh,kasihan jadinya"ucap Marsya.


"Iya sih kak,lalu kita harus gimana?"tanya Udin.


"Kita harus tetap minta tebusan untuk gadis itu.Baru kita bebaskan dia,jadi kita punya uang untuk membayar biaya rumah sakit emak"ucap Otong.

__ADS_1


"Baik"ucap Udin.


Setelah Marsya tahu duduk perkaranya,dia keluar dari gubuk reyot itu.Dia mencari Kianu,untuk memberitahu semuanya.


Kianu sedang berjalan kesana kemari,sambil menelpon semua kenalan Citra.Dia bingung harus  mencari Citra kemana lagi.Setelah itu dia duduk dikursi tepi jalan karena kelelahan.Marsya muncul disamping Kianu.


"Kianu Si playboy"ucap Marsya.


"Marsya....,apa kau sudah menemukan Citra?"tanya Kianu.


"Sudah dong,siapa dulu,Marsya Si Hantu Cantik"ucap Marsya memuji dirinya sendiri.


"Dimana Citra?"ucap Kianu.


"Bukannya terimakasih dulu"ucap Marsya.


"Ya terimakasih,sekarang dimana Citra"ucap Kianu.


"Citra ada digubuk reyot disebuah kebun,ayo ikut aku"ucap Marsya.


Kianu mengikuti Marsya pergi ke tempat Citra berada.Selama diperjalanan Marsya menceritakan semua tentang kedua orang penculik tadi.Lalu Kianu mengecek sms dihandphonenya ternyata gak jelas dan tulisannya salah.Sepertinya mereka memang tidak paham cara menculik dengan benar.


Sampai didepan gubuk reyot itu,Kianu menelpon nomor yang mengirim pesan padanya.Setelah itu dua orang itu keluar membawa Citra juga.


"Berikan dulu uangnya lalu aku berikan kekasihmu"ucap Otong.


"Yasudah,ini uang satu jutanya berikan Citra"ucap Kianu melempar uang satu juta.


Kemudian Otong mengambil uang itu,dan Udin menyerahkan Citra.Citra langsung memeluk Kianu dan menangis.


"Kianu sayang makasih sudah menyelamatkanku" ucap Citra.


"Apapun akan ku lakukan asalkan kau selamat tanpa sedikitpun luka gores,kalau tidak akan ku hajar mereka sampai habis"ucap Kianu.


"Pinter juga gombalnya,padahal melihat hantu aja takut pake gaya-gayaan mau ngehajar penculik"ucap Marsya


"Aku makin cinta sama kamu Kianu"ucap Citra.


"Aku juga sangat mencintaimu"ucap Kianu.


"Katanya cinta kok dibagi-bagi"ucap Marsya.


Dua orang penculik itu mendekati Kianu dan Citra.Mereka berlulut dikaki Kianu dan Citra.


"Mas,mba makasih mau jadi korban penculikan kami,maafkan kami.Tolong jangan laporkan kami ke polisi"ucap Otong.


"Iya,nanti kalau kami dipenjara,siapa yang ngurus emak dan jagain emak"ucap Udin.


"Aku tidak akan melaporkan kalian ke polisi,tapi berjanjilah jangan melakukan hal ini lagi"ucap Kianu.


"Ya"ucap Otong dan Udin.

__ADS_1


Kianu,Citra,dan Marsya akhirnya pergi dari gubuk reyot itu.Kianu dan Citra sepakat tidak akan melaporkan mereka ke polisi atas dasar kasihan.Marsya bisa bebas sekarang,Citra sudah ditemukan.Dia bisa jalan-jalan sesuai kemauannya.


__ADS_2