
Marsya sedang berjalan-jalan seperti hari biasanya.Dia kebetulan berjalan menuju sebuah pemakaman.Marsya yang belum pernah datang ke pemakaman jadi penasaran seperti apa pemakaman.
"Pemakaman Tempat Tinggal Masa Depan"ucap Marsya membaca Tulisan ditugu masuk kuburan tersebut".
Marsya melihat banyak orang berjejer didepan jalan pemakaman.Orang-orang itu sedang berjualan bunga.Marsya tidak tahu kenapa orang-orang itu berjualan bunga.Marsya mendekat ke salah satu orang yang jualan bunga itu.
"Bunga-bunga wangi dan masih segar"ucap Penjual bunga.
"Bu beli bunganya satu kantong ya"ucap Pembeli.
"Iya"ucap Penjual bunga.
"Orang-orang ini beli bunga buat apa?"ucap Marsya bingung.
Marsya mengikuti pembeli yang membeli bunga itu memasuki kuburan.Marsya memperhatikan orang yang beli bunga tadi.Orang itu menaruh bunganya diatas tanah makan.
"Kirain orang hidup aja yang suka dikasih bunga,ternyata orang mati juga masih dapat bunga"ucap Marsya.
Marsya terus berjalan-jalan didalam pemakaman itu.Marsya bertemu temannya Riana.Riana terlihat sedih.
"Riana kenapa kau sedih?"ucap Marsya.
"Tidak ada yang mengunjungiku"ucap Riana.
"Iya ya,kuburanmu terlihat kotor,dipenuhi rumput dan tidak ada bunga seperti kuburan yang itu"ucap Marsya.
"Mungkin karena keluargaku sibuk sampai lupa tidak ziarah ke kuburanku"ucap Riana.
"Itu yang disebut batu nisan ya"ucap Marsya.
"Iya,memang kamu tidak tahu batu nisan"ucap Riana.
"Tahu sih dari film-film tapi belum liat aslinya"ucap Marsya.
"Dibatu nisan ini ada nama kita yang dikubur disini"ucap Riana.
Marsya berpikir mungkin ada namanya juga diantara batu nisan yang lain.Marsya meninggalkan Riana dan mencari-cari namanya diantara batu nisan itu.
"Marsya Cah Ayu Dewe,lahir tahun 1950.Berarti umurnya 71 tahun,tua amat....,tapi aku masih muda berarti bukan yang ini"ucap Marsya.
"Marsya Cantik Tiada Dua,lahir 2012.Berarti umurnya 9 tahun,anak-anak dong...,tapi aku udah dewasa berarti juga bukan yang ini"ucap Marsya.
"Marsya Putri Kesiangan,lahir tahun 2000,pas nih,pasti ini kuburanku.Tapi siapa orang ini.Apa dia anggota keluargaku ya"ucap Marsya.
Marsya memperhatikan orang itu yang sedang ziarah dikuburkan itu.Marsya masih menunggunya.Orang itu seorang ibu-ibu.Marsya merasa sedih melihat ibu itu menangis.
"Aduh...,ini pertama kali aku menangis melihat ibu itu menangis"ucap Marsya.
Ibu itu menaruh bunga didepan nisan itu lalu pergi.Marsya mengikuti ibu itu sampai didepan rumahnya.Marsya tidak berani masuk.Marsya memutuskan pergi dari situ.
Marsya sedih didekat taman.Ini pertama kalinya bagi Marsya galau.Ternyata ditaman itu ada Kianu yang sedang berkencan dengan pacarnya.Kianu sedang duduk dikursi yang bersebrangan dengan Marsya.Kianu saat itu sedang berkencan dengan Citra ditaman itu.Kianu melihat ke arah Marsya.
"Tumben dia gak menggangguku lagi,apa dia lagi patah hati"ucap Kianu dalam hati.
Kianu heran melihat Marsya yang terlihat sedih tidak seperti biasanya.Kianu ingin tahu kenapa Si hantu Marsya jadi sedih tapi dia sedang bersama Citra.
Ting....Ting....Ting....
"Sayang,aku angkat dulu telp dari papa ya"ucap Citra.
"Ok sayang"ucap Kianu.
Citra meninggalkan Kianu untuk mengangkat telpon dari papanya.Karena Citra pergi,Kianu mendekat kearah Marsya.
__ADS_1
"Hantu kenapa kamu sedih,biasanya juga kamu bawel"ucap Kianu.
"Tadi aku bertemu keluargaku"ucap Marsya.
"Ooo kamu sudah menemukan keluargamu,memang kamu menghubungi polisi"ucap Kianu.
"Sembarangan kalau ngomong,mana mungkin aku menghubungi polisi"ucap Marsya.
"Pasti kamu memasang poster dijalan ya"ucap Kianu.
"Mana bisa aku melakukan itu"ucap Marsya.
"Ya bagus kalau keluargamu sudah ketemu terus apa masalahnya?"tanya Kianu.
"Masalahnya aku tidak berani masuk kedalam rumah itu untuk bertemu keluargaku"ucap Marsya.
"Kamu kan hantu kenapa mesti takut"ucap Kianu.
"Gimana cara aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam kalau mau masuk ke rumahku"ucap Marsya.
"Aduh....kirain kenapa?"ucap Kianu.
"Tinggal masuk aja kaya kamu masuk ke rumahku"ucap Kianu.
"Tapi bukannya kalau kita masuk kerumah orangtua kita harus tata krama dulu ya,aku baca dibuku panduan tata krama dalam keluarga"ucap Marsya.
"Itu buat manusia,lha kamu kan hantu masa mesti tata krama segala"ucap Kianu.
Kianu tidak menyangka marsya kebingungan cuma karena masalah tata Krama.Tadinya Kianu berpikir Marsya belum siap bertemu keluarganya.
"Kianu,bisa tidak antar aku kesana"ucap Marsya.
"Aku lagi kencan ma Citra"ucap Kianu.
"Yaudah habis kencang ma Citra"ucap Marsya.
"Gak mau janji,aku kan bukan manusia,janji itu hanya untuk manusia"ucap Marsya.
"Dasar,bisa aja kamu"ucap Kianu.
Kianu meninggalkan Marsya,dia kembali ke tempat duduk semula.Citra sudah selesai menelpon.Dia duduk kembali bersama Kianu.
"Sayang kayanya aku harus pulang,papa mengajakku kerumah tante Sindi"ucap Citra.
"Yaudah,mau aku antar pulang tuan putri"ucap Kianu menggombal.
"Aku dijemput adikku,dia sudah menunggu didepan taman"ucap Citra.
Citra meninggalkan Kianu ditaman itu.Kianu mendekati Marsya lagi.Kianu bersedia mengantar Marsya untuk kerumah itu.Merekapun pergi kerumah itu bersama.
"Marsya ini rumahnya"ucap Kianu.
"Ya,betul"ucap Marsya.
"Yaudah,ayo masuk"ucap Marsya.
"Kianu inget tata krama sesuai buku yang aku baca"ucap Marsya.
Kianu mengetuk pintu rumah itu dan mengucapka salam.Pintu itupun dibuka oleh si empunya rumah.Pemilik rumah itu seorang ibu-ibu berusia 55 tahun.Ibu itu mempersilahkan Kianu masuk.
"Maaf Bu,apa ini rumah Marsya ya?"tanya Kianu.
"Ya,adik ini siapanya Marsya ya"ucap Ibu itu.
__ADS_1
"Saya....?"ucap Kianu bingung.
"Bilang saja temannya"ucap Marsya.
"Sejak kapan kita jadi teman"ucap Kianu pelan berbisik pada Marsya.
"Iya,saya temannya"ucap Kianu pada ibu itu.
"Ayo masuk dulu"ucap Ibu itu.
Ibu itu mengajak Kianu masuk keruang tamunya.Mereka akhirnya duduk dan berbincang-bincang.
"Marsya sudah meninggal 1 tahun yang lalu karena komplikasi diabetes,jantung,ginjal dan liver"ucap Ibu itu.
"Proses kematianmu miris sekali hantu,pasti karena kamu terlalu bawel dan sok tahu"ucap Kianu berbisik pada Marsya.
"Bisa diam tidak dengarkan dulu ucapan ibu itu"ucap Marsya.
"Itu semua karena Marsya obesitas"ucap Ibu itu.
Kianu menahan tawanya,dia tidak menyangka Marsya obesitas semasa hidupnya.Karena tidak sanggup menahan tawanya dia menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Kamu seneng ya sekarang"ucap Marsya.
"Semua ini karena ibu selalu menuruti nafsu makannya yang tiada henti,ibu sedih Marsya jadi begitu hik....hik....hik..."ucap Ibu itu kemudian menangis.
"Sabar ya Bu,saya yakin setelah mati Marsya tidak obesitas lagi dan malah langsing dan sangat cantik"ucap Kianu.
"Yang benar"ucap Ibu itu.
"Ya"ucap Kianu.
"Oya bu,apa boleh saya ikut ke toilet sebentar"ucap Kianu.
"Oya silahkan"ucap ibu itu.
Kianu pergi ke toilet dirumah ibu itu.Setelah selesai dari toilet Kianu berjalan menuju ke ruang tamu,didinding ada foto anak ibu itu.Kianu memperhatikan foto gadis itu,gadis itu sangat gemuk.
"Apa ini foto Marsya semasa hidup,gemuk banget dan jelek banget ya"ucap Kianu.
Saat Kianu sedang memperhatikan foto itu.Marsya muncul dibelakang Kianu.
"Kianu Si playboy kamu ngapain?"ucap Marsya.
"Aku cuma melihat fotomu,ternyata semasa hidup kamu gemuk dan jelek.Tapi kok bisa setelah mati kamu cantik.Jangan-jangan sebelum mati kamu operasi plastik ya"ucap Kianu.
"Enak aja kamu ngomong kaya gitu,aku yang baik hati,tidak sombong dan rajin menolong ini setelah mati jadi cantik.Apalagi kamu playboy,suka mabuk,tidak pernah menolong orang dan banyak dosa pasti setelah mati kamu jeleknya minta ampun sampai kaca gak mau melihatmu"ucap Marsya.
"Kamu marah,tapi coba lihat deh foto ini betul kamu bukan?kok gak mirip ya"ucap Kianu.
"Iya ya,ya paling gak aura kencantikkanku harusnya ada walau aku gemuk juga"ucap Marsya.
"Jangan-jangan kamu salah nih"ucap Kianu.
"Iya ya,tadi aku ke pemakaman terus aku cari yang namanya Marsya"ucap Marsya.
"Yah,yang namanya Marsya itu banyak tahu.Memang kamu tahu nama kepanjanganmu"ucap Kianu.
"Gak,nama Marsya juga kudapat dari tempat tidur pasien disebuah rumah sakit"ucap Marsya.
"Ini namanya kamu salah faham tahu,sia-sia saja aku menemanimu kesini.Padahal harusnya aku kencan dengan Desi"ucap Kianu.
"Dasar Playboy gak punya hati dan tidak suka menolong"ucap Marsya.
__ADS_1
"Sudah ayo kita pulang"ucap Kianu.
Kianu dan Marsya kembali ke ruang tamu.Kianu mengucapkan minta maaf pada ibu itu karena sudah salah faham.Karena ternyata bukan Marsya itu yang dimaksud.