
Kianu dan Marsya masih berada di Terminal Kesurupan Ramai-Ramai.Mereka mau mencari angkot untuk pergi ke Desa Peristirahatan Terakhir.Kianu melihat-lihat setiap angkot yang ada di terminal itu.
"Kianu mungkin angkot untuk ke Desa Peristirahatan Terakhir itu yang berwarna hijau"ucap Marsya.
"Iya,tadi polisinya juga bilang begitu"ucap Kianu.
"Ayo Marsya"ucap Kianu.
"Ya"ucap Marsya.
Kianu dan Marsya naik angkot berwarna hijau itu.
"Kianu kau mabok lagi ya"ucap Marsya.
"Ini lebih parah dari mabok sebelumnya,ini mabok tingkat dewa Marsya,ternyata angkot lebih sempit dari bus ya"ucap Kianu.
"Sabar Kianu,orang sabar disayang pacar dan selingkuhan"ucap Marsya.
"Aduh ini angkot kok kayanya cuma muter-muter doang diterminal dari tadi,perutku jadi ikut muter juga rasanya"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kianu gak nyampai-nyampai ya,perasaan balik ke terminal lagi,balik ke terminal lagi"ucap Marsya.
"Iya,jadinya aku mabok lagi,mabok lagi deh"ucap Kianu.
Karena angkot itu bolak balik terus ke terminal,akhirnya Kianu berinisiatif untuk bertanya pada kernet angkot.
"Mas,kok angkotnya gak berangkat-berangkat?malah balik lagi ke terminal dari tadi?"tanya Kianu.
"Nunggu penuh penumpangnya mas,soalnya Desa Peristirahatan Terakhir sangat jauh,jadi rugi bensin kalau penumpangnya sedikit"ucap Kernet angkot.
"Oo...gitu ya"ucap Kianu.
Setelah penumpang dirasa penuh barulah angkot itu jalan menuju tempat tujuan.
"Kianu enak ya kamu duduk mangku cewek cantik"ucap Marsya.
"Aku juga gak tahu kalau ternyata naik angkot sampai pangku-pangkuan gini,untung yang ku pangku cewek cantik"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kasihan bapak yang didepanmu mangku ayam"ucap Marsya.
__ADS_1
"Masih mending mangku ayam,lah ini kakek disampingku mangku kambing,mana BAB lagi kambingnya"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kianu kenapa sayuran dan bumbu dapur ikut naik angkot juga sih,udah kaya mobil bak aja"ucap Marsya.
"Aku rasa ini angkot serba bisa masuk,
penumpangnya dari segala jenis makhluk hidup maupun non hidup"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kianu udah gak mabok lagikan,malahan untung mangku cewek bohay aduhay"ucap Marsya.
"Iya tapi kok ceweknya gak risi apa ku pangku gini,malah keenakan kayanya,aduh tangannya ngapain megang-megang pahaku,bikin merinding nih"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kianu kamu gak mesum kak otakmu?"tanya Marsya.
"Gimana gak mesum,ini cewek terus-terusan megangin pahaku,sekarang rebahan didadaku coba"ucap Kianu dalam hatinya.
"Kianu lihat pak supirnya juga duduknya setengah doang,soalnya yang duduk didepan sampai kaya paduan suara berjejer"ucap Marsya.
"Ini angkot apa pasar sih,rame banget,ayam, bebek,kambing,kentang,wortel,buncis,apel,jeruk,
jahe,kunyit dan lainnya kok ada didalam angkot"ucap Kianu dalam hatinya.
Gadis cantik itu turun dari angkot,lalu masuk nenek-nenek tua.Nenek itu duduk dipangkuan Kianu.
"Aduh mabok lagi deh,kalau harus mangku nenek-nenek tua gini"ucap Kianu dalam hatinya.
Nenek itu tiduran bersandar di dada Kianu.
"Kianu neneknya tidur,ngiler lagi"ucap Marsya.
"Aduh mau pingsan aja nih,udah rugi bandar mangku nenek-nenek tua,ngiler lagi"ucap Kianu dalam hatinya.
Karena sudah gak kuat menahan maboknya Kianu mengajak Marsya turun dari angkot.Kianu memilih berjalan kaki karena tinggal beberapa kilo lagi.
"Kianu yakin jalan kaki aja?"tanya Marsya.
"Iya dari pada mangku nenek-nenek tua,lebih baik jalan kaki,udah deket kok"ucap Kianu.
"Tadi waktu mangku cewek cantik bohay kamu gak komplain giliran mangku nenek-nenek tua baru komplain"ucap Marsya.
__ADS_1
Kianu dan Marsya berjalan menuju Desa Peristirahatan Terakhir.Ternyata lumayan jauh dan jalannya nanjak terus.Kianu sampai tepar dan tiduran dijalan.
"Kianu kamu masih kuat jalan lagi gak?"tanya Marsya.
"Berapa langkah lagi paling aku udah pingsan Marsya"ucap Kianu.
"Kamu haus gak Kianu?"tanya Marsya.
"Haus banget,mana air minum ku habis"ucap Kianu.
"Kalau gitu kita cari sumber mata air saja"ucap Marsya.
"Jalan lagi,aku udah gak sanggup Marsya"ucap Kianu.
"Ayo,nanti kemalaman sampai Desa Peristirahatan Terakhirnya"ucap Marsya.
Kianu dan Marsya mencari sumber mata air untuk minum.Dan akhirnya mereka dapat sumber mata air itu.Kianu langsung minum sepuasnya.Tak lama ada seorang bapak-bapak menghampiri Kianu.
"Nak kamu sedang apa?"tanya Bapak itu.
"Minum Pak"ucap Kianu.
"Jangan diminum nak!"ucap Bapak itu.
"Memang kenapa?"tanya Kianu.
"Itu dihulu sumber mata airnya buat orang pada BAB nak"ucap Bapak itu.
"Kianu tadi kamu dah minum banyak banget lagi"ucap Marsya.
Mendengar pernyataan bapak itu Kianu langsung muntah dan berusaha menguras habis isi perutnya.
"Kalau mau minum yang disebelah sana benar-benar bersih dari hulunya"ucap Bapak itu.
"Terimakasih Pak"ucap Kianu.
Bapak itu pergi meninggalkan Kianu.Kianu dan Marsya pergi ke sumber mata air yang diberi tahu bapak itu.
Terimakasih untuk yang sudah baca sampai episode ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Komentar para reader masukan untuk saya mengembangkan cerita ini.