
Kianu hari ini akan berkencan dengan kedua pacarnya.Pacar keempat Fina dan pacar kelima Gisya.Kianu mencatat betul waktu dan tempat untuk bertemu supaya tidak bentrok dan salah panggil pacar.Kianu memiliki 7 handphone dengan kartu yang berbeda.
Wallpaper handphonenya juga beda-beda.Handphone pertama wallpapernya Citra.Handphone kedua wallpapernya Desi.Handphone ketiga wallpapernya Eva.Handphone keempat wallpapernya Fina.Handphone kelima wallpapernya Gisya.Handphone keenam wallpapernya Harum.Dan Handphone ketujuh wallpapernya Jelita.
Kianu sengaja memisahkan handphonenya.Karena terkadang pacarnya suka cek-cek handphonenya.Ini demi keamanan dunia keplayboyannya.Kianu cukup lihay berpacaran dengan ketujuh gadis cantik.Yang membuat dia makin beruntung adalah dia punya banyak uang.Selama ada uang semua beres.
Semua pacar Kianu cantik-cantik.Tapi yang sering bertemu dengan Kianu adalah Citra,Desi,Fina,dan Jelita.Eva dan Harum karena profesi mereka jadi jarang bertemu Kianu.Paling satu bulan satu atau dua kali bertemu.Tapi itu titik keuntungan untuk Kianu.
Kianu pergi ke galeri lukisannya Gisya.Gisya seorang pelukis,dia sering mengadakan pameran seni lukis.Gisya gadis yang lembut dan sabar.Ketertarikannya pada sesuatu yang berbau seni.
"Sayang aku datang"ucap Kianu.
"Iya"ucap Gisya.
"Wah lukisanku makin banyak"ucap Kianu.
"Iya bulan depan aku ada pameran seni lukis"ucap Gisya.
"Lukisan ini semuanya indah seperti yang membuatnya"ucap Kianu.
"Kamu bisa saja"ucap Gisya.
"Ayo jadi gak nonton film?"ucap Kianu.
"Jadi,ada film yang aku suka"ucap Gisya.
Kianu dan Gisya pergi ke bioskop untuk nonton Film.Kianu meminta Gisya untuk duduk dikursi tunggu,sementara Kianu membeli tiket.Karena sangat ramai pengunjungnya,Kianu sampai mengantri.Kianu kaget melihat Marsya ikut mengantri juga.
"Hai,hantu kamu ngapain ngantri juga?"tanya Kianu pelan.
"Itu ada tulisan budayakan mengantri katanya"ucap Marsya.
"Kamu lagian hantu ngapain mengantri"ucap Kianu.
"Eh,iya ya.Tapikan aku mau memberi contoh yang baik"ucap Marsya.
"Manusia mana melihatmu,percuma kamu memberi contoh juga"ucap Kianu.
"Siapa yang mau memberi contoh pada manusia,aku lagi memberikan contoh pada temanku"ucap Marsya.
"Kamu bawa teman hantumu kesini"ucap Kianu.
"Iyalah,kitakan juga ingin melihat film yang lagi boooming"ucap Marsya.
Kianu heran dengan ucapan Marsya.Dia tidak tahu hantu ternyata gaul juga keluar masuk Mall dan nonton film yang lagi booming segala.
"Terus kamu ngantri mau beli tiket?"tanya Kianu.
"Gak sih,ikut-ikutan aja biar tahu rasanya mengantri"ucap Marsya.
"Aneh,dasar hantu"ucap Kianu.
"Kamu kesini sama cewek yang mana?"tanya Marsya.
"Tuh,cewek cantik yang duduk dikursi"ucap Kianu.
"Cewekmu baru lagi,udah kaya pakaian aja gonta ganti"ucap Marsya.
"Suka-suka gue"ucap Kianu.
__ADS_1
Marsya tidak menyangka pacar Kianu baru lagi.Kemarin Citra,Desi,dan Eva sekarang ini Gisya.Kianu benar-benar playboy sejati.
Kianu membeli tiket dan mengajak Gisya masuk kedalam bioskop.Kianu dan Gisya duduk dikursi paling depan.Film yang akan diputar adalah film horor kesukaan Gisya.Marsya dan temannya kebingungan mencari tempat duduk.
"Marsya kita duduk dimana?"ucap Riana.
"Iya ya,penuh semua"ucap Marsya.
"Ah duduk dipangkuan cowok ganteng itu saja"ucap Riana.
"Jangan,gak sopan,nonton lesehan didepan kursi depan deh kita"ucap Marsya.
"Nanti aku takut kalau pas hantunya muncul,mau sembunyi dimana kalau didepan"ucap Riana.
"Hantu kok takut hantu"ucap Marsya.
"Habis efek suara dan tempatnya bikin serem"ucap Riana.
"Sereman juga kamu tahu,tanyain aja sama manusia kalau gak percaya"ucap Marsya.
Marsya dan Riana duduk dibelakang kursi paling belakang karena Riana tidak mau didepan.Filmnya mulai diputar.Marsya senyum-senyum melihat itu.Lalu dia berjalan-jalan diantara kursi penonton.
"Ih orang ketakutan,ini malah mesra-mesraan coba"ucap Marsya.
"Yang ini kok diam aja.....eh celananya basah,pasti ketakutan he...he...."ucap Marsya.
Marsya menuju kursi paling depan.Kianu dan Gisya sedang serius melihat film itu.Marsya mendekati Kianu yang terlihat tegang.
"Kianu si playboy kenapa tanganmu gemetaran?"tanya Marsya.
"Aku takut melihat hantu itu"ucap Kianu sangat pelan
"Oooh...kamu takut hantu,kenapa tidak tutup mata saja"ucap Marsya.
"Terus kenapa kamu gak takut sama aku,akukan juga hantu"ucap Marsya.
"Karena kamu hantu yang paling cantik"ucap Kianu.
"Sorry aku gak bisa digombalin sama kamu"ucap Marsya.
"Beneran"ucap Kianu.
Marsya meninggalkan Kianu.Dia merasa digombalin sama Kianu.Marsya jadi malu dengan kata-kata Kianu tadi.
"Gak manusia,gak hantu digombalin juga sama Kianu,aku harus menguatkan imanku agar tidak tergoda pesonanya"ucap Marsya.
***********
Sore harinya Kianu kembali berkencan dengan Fina.Fina sedang menjaga toko milik bosnya.Setelah pulang dari toko,Kianu menjemputnya.
"Hai sayang,baru pulang pasti capek ya"ucap Kianu.
"Iya,capek banget"ucap Fina.
Kianu membukakan pintu mobilnya untuk Fina dan mengantarkannya pulang.Fina berasal dari keluarga yang sederhana.Rumahnya juga sangat sederhana.Fina mengajak Kianu makan bersama keluarganya.
"Sore ayah,aku pulang"ucap Fina pada ayahnya.
"Sore om"ucap Kianu.
__ADS_1
"Sore,pacar Fina ya"ucap ayah Fina.
"Iya om"ucap Kianu.
"Ayo masuk makan dulu"ucap ayah Fina.
Kianu masuk keruang makan keluarga Fina.Fina memiliki tiga orang adik.Ayah Fina seorang karyawan swasta dan ibunya Fina ibu rumah tangga.Ayah Fina mengajak Kianu berbincang setelah makan.
"Kamu serius sama anak om?"tanya ayah Fina.
"Serius om"ucap Kianu.
"Tapi boooong"ucap Marsya yang muncul dibelakang Kianu.
"Bisa diam gak"ucap Kianu pelan pada Marsya.
"Kapan kamu akan melamar Fina?"tanya ayah Fina.
"Saya masih kuliah Om"ucap Kianu.
"Bisa aja alasannya"ucap Marsya.
"Bagus kalau kamu kuliah masa depanmu cerah nanti"ucap ayah Fina.
"Iya dong Om,kuliah sangat penting"ucap Kianu.
"Kuliah?paling cuma absen hadir doang"ucap Marsya.
"Orangtuamu kerja apa?"tanya ayah Fina.
"Orangtua saya mengurus bisnis diluar negeri Om"ucap Kianu.
"Wah bagus,kamu jadi anak mandiri"ucap ayah Fina.
"Saking mandirinya ya begini hasilnya"ucap Marsya menyindir Kianu.
Mereka terus berbincang-bincang seputar hubungan Kianu dan Fina,dan Marsya terus menyindir Kianu.Kianu menahan kesalnya pada Marsya.
"Kamu punya adik?"tanya ayah Fina.
"Tidak Om,saya anak satu-satunya"ucap Kianu.
"Amit-amit deh,kalau punya adik perempuan kasihan melihat kelakuan kakaknya"ucap Marsya.
"Kamu gak main-mainkan sama Fina"ucap ayah Fina.
"Gak dong Om,aku ini tulus ma Fina"ucap Kianu.
"Padahal mah diluaran banyak tikungannya,kasihan banget bapaknya Fina dibohongi terus"ucap Marsya.
Kianu semakin kesal dengan Marsya yang terus-terusan menyindirnya.Dia sangat menahan marahnya.Setelah berbincang-bincang dengan ayah Fina,Kianu pamit pulang.Fina mengantarkan Kianu sampai depan rumahnya.Saat dimobil Kianu marah sekali pada Marsya.
"Bisa tidak kamu gak usah ikut-ikutan aku ngomong"ucap Kianu marah.
"Lagian Om itu gak denger aku ngomong"ucap Marsya.
"Iya,tapi telingaku panas dengernya"ucap Kianu.
"Itu karena kenyataannya benar"ucap Marsya.
__ADS_1
"Awas ya lain kali ikut-ikutan lagi aku ngomong"ucap Kianu.
Kianu akhirnya pulang kerumahnya.Marsya juga pergi meninggalkan Kianu.Marsya gak habis pikir kenapa Kianu harus marah kalau itu memang benar adanya.