
Kianu dan Marsya sedang mengecek semua undangan yang akan mereka berikan pada kerabat, sahabat,teman, kenalan dan rekan bisnisnya.Marsya sedang menulis nama pada undangan yang akan diberikan pada teman hantunya.
"Marsya kau sedang menulis undangan untuk teman hantumu ya?"tanya Kianu.
"Benar,aku sedang menulis siapa saja teman hantuku yang akan diundang" ucap Marsya.
"Terus kenapa kau terlihat bingung? "tanya Kianu.
"Soal alamatnya"ucap Marsya.
"Memang kenapa?"tanya Kianu.
"Hantu nenek gayung,alamatnya dimana?apa ditoilet ya?"tanya Marsya.
"Betul,diakan sering bawa gayung pasti tinggalnya ditoilet"ucap Kianu.
"Yang ini,Hantu jeruk purut,jeruk purut udah ditebang jadi ditanamin jeruk lemon,jadi namanya hantu jeruk purut atau hantu jeruk lemon?"tanya Marsya.
"Hantu jeruk lemon,kan udah ganti ditanemin jeruk lemon sekarang"ucap Kianu.
"Jin Tomang alamatnya dimana ya?"tanya Marsya.
"Emang kenapa?"tanya Kianu.
"Dia itu gak netep tinggalnya,tiap hari keluyuran dimana-mana"ucap Marsya.
"Bukannya Jin Tomang tinggal di lampu ajaib"ucap Kianu.
"Nah itu dia masalahnya,lampu ajaibnya udah dijual ma Jin Tomang buat beli sekilo ulet"ucap Marsya.
__ADS_1
"Tulis aja Jin Tomang tuna wisma"ucap Kianu.
Setelah selesai mengisi kartu undangan,Marsya pergi ke gedung kosong untuk memberikan undangan pada teman-teman hantunya. Teman-teman hantunya pada ngumpul berbaris nunggu undangan diberikan pada mereka.
"Friend kita ini lagi ngantri apaan ya?"tanya Hantu gendong cangkul.
"Lagi ngantri beras jatah kali"ucap Hantu topi saya bundar.
"Kita lagi ngantri ke WC ngerti gak sih"ucap Hantu mesum dipinggir tol.
"Jangan berisik,kita lagi belajar baris berbaris nih buat upacara tujuh belasan"ucap Hantu goyang dombret.
Marsya membagikan semua undangan itu pada teman-teman hantunya.Mereka senang mendapatkan undangan dari Marsya.
"Asyik kita pergi kondangan Kunti,ayo nanti nyari baju ke butik"ucap Pocong.
"Memang mau beli?"tanya Kunti.
"Aku juga mau ganti baju bagusan tapi tar dikira artis pendatang baru dong bukan Kunti"ucap Kunti.
"Kira-kira kecoak cabe ijo ada gak ya dihidangannya?"ucap Sunder Bolong.
"Tumis cacing pita,ada nih ditulis diundangannya"ucap Hantu pelakor nyungsep.
"Belatung krispi juga ada nih,lumayan buat camilan"ucap Hantu jualan ayam.
"Hiburannya baca puisi dan pidato"ucap Hantu jualan cabe.
"Boring banget kalau dengerin puisi dan pidato"ucap Hantu ketiban truk guling.
__ADS_1
"Tenang ada hiburan lainnya menulis karangan satu lembar"ucap Hantu sepatu ilang satu.
"Aku gak pandai mengarang terus gimana?"tanya Hantu asam urat.
"Udah copy paste punya orang aja"ucap Hantu pohon kedongdong.
Marsya akhirnya sudah beres membagikan semua undangan pada teman hantunya.Dia mencari Raina ke kamar atas.Raina sedang asyik memainkan rambutnya.
"Raina lagi ngapain?"tanya Marsya.
"Lagi nyariin kutu dirambutku,mau dijus sama jangkrik nih"ucap Raina.
"Raina ini undangan untukmu dariku" ucap Marsya sambil memberikan undangan pada Raina.
Raina menerima undangan itu lalu membukanya.
"Kau mau nikah sama Kianu Marsya?" tanya Raina.
"Iya Raina"ucap Marsya.
"Selamat ya Marsya,akhirnya kamu bisa nikah juga sama Kianu.Semoga kau selalu bahagia dengan Kianu"ucap Raina.
"Terimakasih Raina.Aku juga berterimakasih karena kamu sudah jadi temanku selama aku jadi hantu dulu.Aku akan selalu ingat itu"ucap Marsya.
"Aku juga pasti ingat kamu,apalagi kita sering nonton film dibioskop bersama. Marsya jangan lupa nanti nonton film Hantu Kena Corona ya"
ucap Raina.
"Pasti,aku akan tetap kesini dan bertemu kalian semua"ucap Marsya.
__ADS_1
Setelah selesai membagikan undangan untuk teman hantunya,Marsya kembali ke rumahnya.Tinggal menunggu hari pernikahannya bersama Kianu tiba.