Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
masa kecil


__ADS_3

Di sebuah desa terpencil hidup lah seorang gadis kecil yang belum labil, gadis kecil ini anak yang periang, rajin, dan suka menolong sesama. dia terlahir dari delapan saudara. empat perempuan dan empat lelaki, gadis ini anak ke tiga dari delapan bersaudara. kehidupan gadis ini sehari-hari sangat lah susah. setiap hari harus membantu ibu nya di rumah, dan juga mengurus adik-adiknya.


Pada pagi hari dia bangun dan bersiap untuk ke sekolah, dia duduk di bangku SD, kelas enam. sebelum pergi ke sekolah dia membantu ibunya membuat sarapan untuk mereka.


"Kakak cepat banguni adeknya?"


"Iya, Bu."


"Nanti terlambat kesekolahnya." kata ibu sambil menyendok nasi goreng dalam piring.


"Iya, bu. bentar lagi, ni ha si adek susah di banguni,,," kata ku, sambil membanguni adek yang bawel ini," hei bangun lagi, nanti kita terlambat," aku masih tetap mengoyangkan badannya.


"Iya, kakak, ni adek bangun," sambil berdiri dan kekamar mandi.


Aku pun pergi kedapur untuk sarapan dengan adik, dan Abang ku, aku mempunyai dua orang abang, abang yang pertama, mempunyai penyakit gangguan mental, dan Abang ku yang kedua gak sekolah lagi, karna pernah di bully oleh gurunya sendiri, setelah, semenjak itu dia gak mau lagi sekolah.


"Ibu, Ayah belum pulang?"


"Munkin sebentar lagi,"


"Oooohh,,,,,,"


"Mana adek mu? ko blm keluar juga dari kamarnya?" tanya ibu lagi.


"Tadi masih di kamar mandi,"


Aku dan yang lain pun sarapan, tak lama Yani keluar...


"Ibu,,,,,,,,,,.,.,.,.,.,,,..,"sambil berlari.


"Eh eh,.,..,.jangan lari nanti jatoh,.,.,"papar ibu


"Iya, maaf ibu,"


"Hei, bocil ayo sarapan"aku gemes lihat adek ku satu ni,

__ADS_1


Selesai sarapan aku dan Yani pamit berangkat ke sekolah, sekolahnya dari rumah ku gak palah jauh.,.,cuma jarak tiga rumah.


"Ibu aku dan adek berangkat sekolah dulu,"


"Ya, jangan nakal ya? dan rajin belajar," kata ibu, sambil mengusap kepala kami berdua.


"Iya, Bu." jawab aku dan Yani serempak.


Aku dan Yani pun salaman sama ibu, aku dan Yani berangkat ke sekolah, sambil mengandeng tanggan munggil yani. aku dan Yani pun sampai ke sekolah.,.,.,aku kan kelas enam ,sedangkan Yani kelas empat, aku mengantar Yani kekelas dulu.setellah sampai di depan kelas Yani.


"Yan, masuk gi, kakak nak ke kelas bentar lagi bel berbunyi." kata sambil mendorong Yani ke kelas.


"Iya."


Setelah Yani masuk kelas, aku bergegas ke kelas. karna pagi ini ada ujian pengambil nilai. karna beberapa Minggu lagi aku ujian nasional. sesampai di kelas belum banyak yang datang. di situ cuma ada Komaryanti teman satu bangku ku.


"Assalamu'alaikum, sobat.." sambil duduk di bangku.


"Waalaikum salam ,Ju." jawabnya,


"Tapi kan kita mau ujian." juga gak melihat ku.


"Hemmm," aku pun ikut membaca, karna bentar lagi bel berbunyi.


Tak pala lama, semua teman dah pada datang, bel pun berbunyi ,.,


Dulu bel di tempat sekolah ku, cuma besi di pukul.,.


ting Ting Ting Ting lau besi kan kayak gitu, kau di pukul.,.,..,


Semua murit duduk di bangku masing-masing, sambil menunggu guru datang, kebanyakan murid belajar. saking asik nya semua murit belajar gak sadar guru ada di depan.


"Assalamu'alaikum,,, anak-anak ibuk."


"Waalaikum salam....." jawab para murid serempak.

__ADS_1


"Baik lah, pagi ini kita adakan ujian.,.apa murid ibu, dah pada belajar, karna dua Minggu lagi kalian akan ujian Nasional." kata ibuk guru.


"Udah, ibu." jawab semua murid.


"Kumpul kan tas kalian ke depan sekarang" kata buk guru, sambil berjalan, membagikan kertas ujian.


Semua murid bergegas kedepan mengumpulkan tas. setelah tas terkumpul,ujian pun di mulai. semua murid duduk di bangku masing-masing. sambil menunggu kertas ujian, kertas ujian sudah selesai di bagikan.


"Kerjakan yang benar dan teliti, jangan terburu-buru,, waktu nya masih panjang. Ya, anak-anak," buk guru, sambil menasehati semua muridnya.


Semuanya begitu serius mengerjakan soal. Buk guru hanya memantau saja. setelah setengah jam, waktunya mengumpul kan kertas ujian....


"Baik lah, anak-anak kumpul kan kertas ujiannya, waktunya udah habis."


Semua murid kedepan mengumpulkan kertas ujian, setelah semua selesai mengumpulkan, Buk guru pun meninggalkan ruangan kelas, aku dan Yanti, mengeluarkan buku matematika, bentar lagi akan di ada ujian MTK.


"Yan, nanti kewarung sama ya," ajak ku, sambil belajar.


"Iya, tu nanti aja, sekarang kita belajar dulu, bentar ge pak Perepai masuk."


"Iya,"


Aku dan Yanti, pokus belajar, walaupun banyak murid yang lain ribut.tak berselang lama pak Perepai pun masuk kelas.


"Kenapa kalian ribut, Ha?" tegur pak Perepai,sambil melotot kan matanya ke semua murid.


Semua murid terdiam, karna Pak Perepai adalah Bapak kepala sekolah dan juga Guru kami, Beliau adalah contoh yang baik saat itu, Beliau juga sangat menjaga disiplin, kebersihan, kerapian, dan harus tertib. Beliau juga termasuk Guru yang paling garang.


hahahhahahaha


hahahahah


Semua hanya tinggal kenangan.😊😊😊Sehat selalu untuk Kepala sekolah ku dulu.,.,Yaitu Pak Perepai...


"Assalamu'alaikum, anak-anak,sekarang kita lanjut untuk ujian. jangan ada yang mencontek, nanti Bapak akan Keluarkan kalian dari kelas, jawab dengan benar. jangan asal jawab aja," Beliau memang keras orang mau, tu semua demi kebaikan kami.

__ADS_1


Kertas ujian pun di bagi oleh Bapak, semua murid pun mengisi semua soal yang ada di kertas, semua murid sangat serius, dan tegang. kenapa tidak yang gajar sekarang Bapak yang paling garang.,..walaupun garang Beliau tetap kepala sekolah yang Terbaik dan terdisiplin.


__ADS_2