
Waktu hampir magrib, waktuku untuk mandi dan menutup jendela dan pintu.
"Yuni, mandi lagi, dah hampir magrib,? teriak ku, sambil menutup jendela dan pintu.
"Ini, ha, Yani mau mandi juga na kak." bukannya Yuni yg jawab malah Yani.
"Sekalian lah mandinya bareng adik Yuni, ya, Yani? pintaku
"Suruh dia kesini kakak, biyar Yani mandiin."
"Yuni,.,.,.,.,. sana mandi sama kak Yani, setelah itu kakak mau mandiin si adek-adek bocil lagi."
Yuni pun beranjak dari duduknya dan melangkah ke kamar mandi.
"Kak, adek, itut aaandi ya." kata Yuni sambil melangkah masuk ke dalam.
"Sini, cepat, nanti kita di marahin lau mandi lama." Yani sambil memandiin adiknya.
Selesai mandi Yani memakaikan baju ke Yuni, Yani juga membantu Ku memasang obat nyamuk. adik dan si Abang, mereka seperti kembar jarak mereka cuma satu tahun lebih dikit. aku tarik mereka kekamar mandi, bergegas Ku mandiin si Abang dan si adik.
"Yani, tolongin donk?" karena si Abang udah ku mandiin, harus gantian sama si adik.
"Ya, bentar kakak, masih menyisir rambut Yuni." Sambil menyisir rambut adiknya itu.
"Cepat sedikit ya, nanti si Abang kedinginan."
"Iya, ini dah siap."
"Abang, udah selesai mandinya, lau udah sini sama kakak, biyar gantian mandinya." Yani sambil menunjuk adiknya itu.
"Sekarang, adik lagi yang harus mandi, biyar wangi dan ganteng biyar banyak cewek yang suka." sambil menyabuni badan si adik.
"Ta ta ta ta." kata si Adik, sambil bermain busa sabun.
__ADS_1
"Iiihhhh ,,,,, lucunya adiknya kakak." Geram aku, ku cubit itu pipi gemoynya.
"Aduh, Atit Atit, kak." katanya sambil mengusap pipinya.
"Heeeee . . . maaf ya sayang kakak."
Mandi sambil bermain busa sabun dengan si bocil satu ini. selesai memandikan si kecil aku pun mandi, karena bentar lagi waktu Maghrib.
Allaaahu akbar
Allaaahu akbar
Asyhadu an lama ilaalaa illallaah 2 kali
Asyhadu Anna Muhammaadarrasuulullaah 2 kali
Hayya' alash-shalaah 2 kali
Hayya 'alaf-falaah 2 kali
Laa ilaaha illallaah 1 kali
Bunyi azan magrib pun terdengar sayup-sayup, rumah Ku jauh dari masjid tapi masih kedengaran kok. Ayah segera bangun dari duduknya dan mengambil air wudhu, Dan. di susul Abang afzar, Abang Afrizal, Aku pun mengajak adik-adik yang masih kecil untuk ikut sholat berjamaah, Ibu di samping ku.
Dua puluh menit kemudian selesai menunaikan ibadah shalat Maghrib berjamaah sekeluarga. Di lanjut berdoa masing-masing, tak lupa mencium punggung tanggan Ayah dan Ibu.
"Siapa yang mau di ajar gaji duluan?" Tawar Ayah, sambil menimang anak jantannya (anak lelaki).
"Yani, yang duluan Ayah." Bergegas mengambil iqrok.
"Ya, sini Ayah ajarin gajinya." kata Ayah, sambil menunggu Yani mengambil iqrok.
Yani bergegas mengambil iqrok, dan duduk di depan Ayah, Ayah yang telah menunggu dari tadi.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim."
Yani mengaji dengan sangat bagus dan panjang pendeknya pun bagus, suaranya juga enak di dengar. Yani mengaji sampai selesai dan lau mengaji itu harus satu lembar, kata Ayah, biyar cepat tamatnya.
"Masyaallah, semakin hari anak Ayah, semakin pinter aja." kata Ayah sambil mengusap kepala anak gadisnya.
"Hore, makasih Ayah, atas pujiannya." balas Yani, sambil kegirangan.
"Ya, Nak, jadi lah anak yang Solehah ya. siapa lagi?"
Yuni yang masih kecil pun di wajibkan oleh Ayah untuk mengaji, karena anak yang masih kecil ingatannya sangat lah kuat, makanya itu Ayah mewajibkan anak-anaknya yang masih kecil mengaji ALIF-ALIF. sekarang lebih di kenal dengan nama juz Amma.
Mengaji adalah kewajiban semua anak dan semua umat Islam, dengan mengaji kita bisa mendapatkan keyamanan, ketenangan, kelegaan, walaupun musibah dan cobaan silir berganti. Aku juga menerapkan sama anak ku sekarang untuk mengaji dari kecil. membaca Al-Qur'an juga adalah kewajiban bagi semua umat muslim, AL-Quran adalah kitab suci umat Islam, dengan AL-QUR'AN hidup bisa tentram dan nikmat. tidak ada ruginya kalau kita membaca Al-Qur'an, karena semakin kita sering membaca Alquran bagitu juga lah rezeki datang, walaupun kadang tak tentu datang dari mana. yang penting kita harus bersyukur atas segala nikmat yang Allah beri sama kita.
Selesai mengajar anak-anak belajar mengaji, Ayah beranjak dari tempat duduknya, Dan. Ayah mengambil alat musik yaitu Biola. Ayah memainkan dengan sangat bagus dan menyayat hati kalau di dengarkan dengan perasaan. Aku adik-adikku dan Abang-abang, sangat menyukai musik yang Ayah mainkan, setiap malam sebelum tidur Ayah selalu menyempatkan untuk memainkan Biola kesayangannya, demi untuk anak-anaknya. walaupun terkadang ayah jarang dirumah. Ayah ku berkerja sebagai nelayan.
Aku rindu sangat sama Ayah, Aku ingin seperti dulu, aku ingin di mana si waktu Aku keil, Aku sangat nakal, Aku selalu merengek minta jajan. Aku rindu ayah, Rindu sangat rindu, seandainya waktu bisa berputar, Aku ingin seperti dulu lagi. 'Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa Ayahku, ya Allah, berikan keringanan, dan ampunilah segala dosanya.' Aaaminnn ya Allah.
Adik-adik telah tidur semua, kini tinggal Aku dan Abang-abang. yang belum tidur
"Ayah, ajari Kakak, main Biola ayah." pintaku sambil duduk di samping Ayah.
"Anak, ayah, belum bisa main ini. besok kala kakak dah besar pasti Ayah ajarin ya." kata Ayah sambil mengelus kepalaku.
"Ayah, besok buatkan Abang, mobil-mobilan kayak teman-teman Abang, Ayah."
"Insyaallah, besok Ayah buatkan."
"Hore, makasih Ayah, Tapi buat dua ya Ayah, satu untuk Abang satu untuk ulung(Abang pertama)." kata Afrizal.
"Iya, Nak, ya sudah, sana tidur lagi kan besok kalian sekolah, harus bangun pagi-pagi." kata Ayah,
"Iya, Ayah, kami tidur dulu." kata ku sambil beranjak dari tempat duduk.
__ADS_1
"Iya Ayah." kata kedua Abang ku.