Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
Ayah


__ADS_3

Selesai makan, semua anggota keluarga ku pun pergi keruang tengah, Aku dan Ibu membersihkan sisa makan malam. Aku mencuci piring, selesai Aku mencuci piring Aku pun berkumpul dengan keluarga yang lain.


Seperti malam sebelumnya selesai makan malam, Aku dan adikku, serta Abang kedua harus mengaji dan belajar.


Aku bergegas mengambil iqrok untuk belajar mengaji.


"Ayah, ajari kakak, mengaji." kata Ku


Ayah pun duduk sambil menyenderkan bokongnya kepapan rumah. sambil belajar mengaji iqrok, waktu itu Aku udah Iqrok enam hampir mau tamat. setelah itu giliran yang lain belajar mengaji iqrok.


Ayah berdiri dan mengambil barang yang selalu dia mainkan yaitu biola kesayangannya, Ayah juga membuatnya sendiri dan masih ada alat musik yang lain di buatnya. Ayah pun mulai memainkan biolanya kami sebagai anaknya hanya mendengar dan sambil tidur-tiduran. ada yang di bantal, ada juga di pangkuan Ayah, Ayah memainkannya dengan sangat baik dan bagus sampai-sampai kami tertidur. Ayah sangat menyukai alat musik, Ayah juga bisa menjadi tukang bangunan, Setau Ku Ayah serba bisa, anak-anak lelakinya aja gak pernah pangkas sama orang lain. Ayah sendiri yang pangkas, ini rumah yang Aku tepati sekarang adalah hasil tanggan Ayahku, pokoknya Ayah Ku serba bisa.


Keesokan paginya Aku dan Yani di banguni oleh Ibu untuk kesekolah, Aku kekamar mandi dan bersiap untuk kesekolah, selesai Aku Yani pun juga udah siap-siap nak sarapan, ..


"Assalamu'alaikum,.,.,. Ibu.,.,.". sapa Ku, ke Ibu ku tersayang.


"Waalaikum salam, Anak-anak Ibu yang Sholeha." jawab Ibu dengan senyuman yang sangat manis, dan tak lupa Ibu menata sarapan untuk Aku dan adikku.


"Terimakasih, Ibu, Ayah mana? ko nggak kelihatan dari tadi" tanya Ku, sambil melirik kekiri dan kanan.

__ADS_1


"Ayah, kalian udah berangkat dari tadi subuh, kamu dan adikmu masih pada tidur." jawab Ibu.


Aku pun diam dan gak bertanya lagi, cepat-cepat Aku habisi sarapanku karena hari ini Aku masih ujian, Bentara lagi ujian Nasional. selesai sarapan aku berhambur kedepan cepat-cepat memasang sepatu biyar bisa belajar nanti di dalam kelas.


"Ibu, Aku berangkat dulu, assalamu'alaikum... Ibu." sambil mencium punggung tanggan Ibu.


"Tunngu ju, enggak berangkat bareng adikmu?" tanya Ibu.


"Enggak, Bu, aku ada ujian pagi ini, jadi harus cepat sampai ke kelas biyar bisa belajar lagi. Dan, habis Yani lampat jadi orang.,.Udah ya Ibu,.,." Aku pun berlari menuju sekolah.


Di depan gerbang sekolah teryata sudah ada Yanti dan Santi. kayaknya mereka ge gomong, ya Pi Aku enggak tau mereka gomong apa.


"Baru yampe juga." jawab Santi dan Yanti.


"Ayok ke kelas, capek berdiri aja." kata Santi.


"Bentar lagi lah, kita nunggu Yati, Eme, Neneng, dan yang lain baru kita masuk ke kelas bersama." kata Ku,


"Ya, betul tu Santi, kita tunggu yang lain aja dulu, biyar bareng-bareng kita masuk kelasnya." timbal Yanti.

__ADS_1


"Ya, deh, aku, galah deh. .,.,." balas Satria, sambil dia mau jongkok, karena kakinya udah mulai pegel katanya.


"Ha, tu orang tu, dah pada datang, ayo kita kesana?" aku sambil menarik kedua sahabatku itu.


"Iiiih,,, Aku kan bisa jalan sendiri, gak palah di Tarek kayak gini, Ju." kata Santi.


"Heheheeeh, ya maaf, habis kau lambat sih." kata ku sambil cengengesan.


"Uuuhhh." balasnya.


"Woy, lama kali kalian datangnya? berjamur kami pada menunggu kalian, tau enggak?" cerocot Santi.


"Ya maaf." jawab mereka serempak.


"Enggak ada kata maaf, untuk kalian, tak tau kaki Ku dah pegel,.." cerocot Santi, sambil membuat mimik wajah menangis.


"Yang lain kan enggak ada yang marah, cuma kau yang gomel aja dari tadi Santi." balas Eme. sambil ketawa." hahahahaah"


Ting Ting Ting

__ADS_1


Bel pun berbunyi. semua murit pun memasuki kelas masing-masing. Aku dan teman yang lain pun bergegas ke kelas.


__ADS_2