Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
3. Bermain


__ADS_3

Semua kebutuhan bermain udah lengkap, Aku dan Santi mulai memasak, memasak mie instan dan juga menanak nasi.


"San, Kau menanak nasi aja ya, karna Aku kan kurang pande menanak nasi."


"HMmm. Aku juga lagi yang menanak nasi. enggak di rumah, enggak di sini, sama aja Aku juga yang memasak nasi,." katanya sambil merepet, walaupun merepet tetap juga dia menanak nasi.


"Wooiii ..... jangan besungut ajo kang copek tuo, Artinya, jangan merepet saja nanti cepat tua." kata Ku, sambil menepuk bahunya sambil ketawa.


"Mano Pulo, Aku ko masih kocok ha, tak Ado tuo doh." Artinya, mana pula, aku masih kecil, mana mungkin tua.


"Iyo lah tu.,.,.,.!"


"Tina, Mano kuali e, bawa Siko," Artinya, Tina, wajannya mana, bawa sini,


"Nah ha." kata Tina, sambil menyodorkan kuali/ kuali.


"Terima kasih,"

__ADS_1


"Iyo," kata Tina. Artinya, Iya.


"Aku dah siap betanak ha, tuan siap dah masak lauk e?" tanya Santi sambil mencicip nasinya tu, masih mentah atau gak. Artinya, Aku dah selesai masak nasi, Kalian udah selesai masak lauknya.


"Kojab lai, tinggal masuk bumbue," Artinya, bentar lagi, tinggal memasuk bumbunya." Kata Ku sambil garuk-garuk kepala.


"Tina,,, bawa Siko piring tu Biya Aku isi nasi ha. ( bawa sini piring biyar di isi nasi) " kata Santi sambil memegang Periuk ( tempat memasak nasi) yang masih panas.


"Iya, ini " Tina sambil menyerah kan piring ke Santri..


Tak terasa waktu udah sore kira-kira jam 5:35, Aku dan yang lain pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing. kalau gak cepat pulang nanti di cariin sama Ibu masing-masing.


Sesampai di rumah Aku pun mandi dan sambil mencuci piring, karna Ibu Ku repot mengurus adek-adek yang masih kecil. sesudah mandi, aku bergegas Makai baju rumah dan menutup jendela rumah, selesai itu Aku menutup pintu. kata Ayahku waktu sore menjelang Magrib wajib pintu dan jendela di tutup lau enggak nanti ada hantu perempuan masuk dan mengangu kita tidur, juga membuat kita pusing, demam, di ganggu juga. makanya itu Aku rajin menutup pintu sebelum jam lima sore. walaupun terkadang terlambat.


Waktu magrib pun tiba, Ayah selalu sholat Maghrib kau Ayah ada di rumah, Aku, Adik-adik dan Abang ku menunggu Ayah siap sholat. selesai Ayah sholat Kami adik beradik bergegas menghampiri Ayah hanya untuk salam aja nyo, tapi itu sangat menyenangkan.


"Ayah....." kata adikku yang paling kecil, dia masih umur tiga tahun mungkin ya, Aku agak lupa.

__ADS_1


Ayah pun mencium kami masing-masing, dengan penuh kasih sayang, karna waktu seperti ini jarang kami rasakan karena ayah kerja kelaui( nelayan ).kami pun berlomba-lomba untuk bisa duduk di pangkuan Ayah, duduk di pangkuan Ayah adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan membahagiakan. Aku dan saudara yang lain asik main dengan Ayah, Ibu memasak di dapur, memasak makana malam. selesai Ibu masak Aku pun di panggil Ibu untuk membantunya.


"Ju, bantu Ibu bentar."


"Iya, Bu, apa yang bisa Aku bantu? tanya Ku.


"Coba susun piring, gelas, isikan cuci tanggan, dan ambil nasi bawa kebawah." kata Ibu panjang lebar.


"Iya." jawab Ku sambil mengambil apa yang di suruh Ibu tadi.


"Ibu, udah selesai." kata ku sambil duduk dengan saudaraku yang lain.


"Panggil Ayah, dulu sana."


"Ayah, ayo kita makan bersama dulu." karena Ayah masih menimang adik ku yang paling kecil.


Ayah pun beranjak dari tempat duduknya sambil mengendong adik menuju kearah ruang makan. Ayah pun duduk dan kami semua pun mulai makan. walaupun makan dengan seadanya, kami sekeluarga tetap bersyukur karena masih bisa makan dengan seadanya. apalagi ada Ayah. keluargaku adalah keluarga yang kurang mampu, perkerjaan ayahku hanya seorang nelayan yang berpenghasilan hanya puluhan ribu, pernah terkadang gak bawa uang pulang hanya bawa ikan. tapi Ayah atau Ibu tak pernah mengeluh. terkadang pernah kami gak makan, makan hanya dengan garam saja, munkin juga pernah hanya Aku dan saudaraku uang lain makan sedang kan Ayah dan Ibuku tidak makan. ini lah masa yang sangat susah bagi Pikiran Ku sekarang, tapi bagiku dulu masa itu masa yang sangat bahagia dan menyenangkan, masa yang tak kan pernah Aku lupakan sampai sekarang, Aku ingin waktu itu terulang kembali. sesusah apapun hidup kita jangan lah pernah mengeluh, bersyukur lah dengan apa yang kita miliki, dan jaga lah yang sekarang kita punya, karena hidup hanya sekali, kebahagian hanya sekejap ketika dia di panggil kebahagian akan lenyap, banyak lah berbuat baik agar kelak kita tiada selalu di ingat oleh orang yang kita sayangi. sayangilah keluarga mu dan jangan lah kau bertengkar dengan saudara mu.

__ADS_1


__ADS_2