Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
Ujian Kedua


__ADS_3

Di kelas semua murid mengikuti ujian Nasional yang kedua, dan tinggal beberapa hari lagi ujian Nasional selesai.


Ujian Nasional adalah ujian kelulusan, ujian tahap akhir untuk menentukan kelulusan seseorang anak murid yang sudah sekian lam belajar di sekolah, selama enam tahun mengikuti pelajaran dan peraturan sekolah. Dan, dengan ujian Nasional ini lah menandakan kesuksesan pertama bagi seorang anak murid. dengan ujian Nasional semua murid bisa mendapatkan ijazah untuk melanjutkan sekolah, ketingkat menengah Yaitu SMP atau SENAWIYAH. ini di daerah ku. Dan dengan ijazah ini lah menunjukan keberhasilan semua murid.


"Alhamdulillah, selesai juga ujian hari ini." ucap ku dengan senang hati.


"Iya, Ju." jawab Yati.


"Tu si Neneng ko sombong banget sih." tanya Desi. dia tu orang nya emang agan blak-blakkan.


"Ya, biyar lah,, yang penting enggak ganguin kita, ya kan, Yanti?" sambil melilir ke arah Yanti.


"Iya betul itu, ya ka Yati?" tanya Yanti ke Yati anak kepala sekolah itu.


"Hemm." memang pelit gomong.


"Woi. . . .mata, mata mu itu ya ke sana aja , Yati. Aku heran deh, apa kalian pacaran, ha." selidik Ku ke Yati, yang dari tadi tak lihat asik melihat Fauzan.


"Apaan sih, kamu Ju." kata Yati, Dengan wajah menunduk malu, terpergok lihat-lihat itu Cogan aja lah ya di bikin biyar ada serunya sikit.


"Aku, juga pernah lihat Yati sama Fauzan di belakang." timpal si Eme.


"Hayo . . . . ketauan kan, masa kita orang Enggak di kasi tau sih Yati, . .apa iya kalian pacaran?" tanya Ku kembali.


"Enggak,.. . . .ah . . . . apa sih." Yati udah kadong malu sama kami semua.


"Bohong ini, kita tak pakalan ember deh. . ." kata si Yanti. .

__ADS_1


"Iihhh . . . masa kalian semua memojokin aku sih, kan si Eme dan Desi, juga lagi Deket dengan seseorang." jawab Yati yang enggak mau di interogasi sendiri.


Eme dan Desi, saling pandang.


"What . . . . . kalian pada udah punya pacar. . .ha. . ya Allah " kata ku sambil menepuk kening.


"Woi. . . .jangan di tepuk selalu tu jidat, nanti tambah lebar." saut Eme.


"Resa kau ya, Eme. gini-gini, jidat ku mirip Ayah ku."


",Oea . . .JU, gimana keadaan Ayah mu?" tanya Yanti.


"Ayah ku enggak ada perubahan sama sekali Yanti." jawab Ku sedih.


"Yang sabar ya, kita doain cepat sembuh Ayah mu Ju." kata teman ku bersama.


Kami pun berpelukan bersama. ha ha ha ha.


Kelihatan dari luar Aku Heppy selalu, tapi tak ada tau Aku sangat sedih atas apa yang telah menimpa Ayah ku.


"Gimana nanti kita main yeye/ main lompat karet.?" tanya Desi.


"Aku mau sih, Tapi aku bantu Ibu di rumah dulu ya, Woi." kata Ku.


"Iya, deh, tak masaalah." jawab Eme.


"Mainnya di belakang rumah Ku ya, Woi. . ." kata Desi.

__ADS_1


"Oke. . ..." jawab ku, Eme, Yati, Yanti rumahnya tak searah dengan kami, di lumayan jauh rumahnya.


Aku, Desi, Eme, Yati, dan Neneng di blok A. sedangkan Yanti dan yang lain di blok B.


"Kita berpisah di sini, sampai jumpa esok pagi." kata Yanti, di pulang dengan jalan kaki.


"Hati-hati di jalan, awas kepijek gajah lewat." ujar ku sambil melambai kan tanggan ke arah Yanti.


"Iya, bukannya gajah yang Aku keinjak, Tapi. gajah yang menginjak aku, dasar kamu ya Ju." omel ya Yanti.


"Maaf. . . . calon Bu guru.. . ." sambil cengar-cengir.


"Lau itu kan bagus, itu doa." jawabnya lagi.


"Jadi, kapan kau akan pulang Yanti." tegur Neneng, yang datang nya entah dari mana.


"Iya juga ya, Neneng, makasih mengingatkan, memang lah Kau Ju, iih ,. udah lah, bay . . ." Yanti pun beranjak pulang dan tak nampak lagi.


"Ha ha ha ha ,. ,. dari man kamu Neneng, baru nongol?" tanya ku.


"Tadi, Aku di panggil Buk guru, soal bayaran biasa." jawab nya santai.


"Iya deh." jawab Eme.


"Ya udah, Aku pulang dulu." kata Desi.


"Aku juga." kata Ku.

__ADS_1


"Aku tunggu kalian di belakang rumah Ku ya." kata Desi, di udah jah, tapi masih sempat dia menjerit, lau soal main.


__ADS_2