Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
Sekolah


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan soal ujian, semua kertas ujian dikumpulkan, semua murid berlomba untuk keluar kelas. Ada yang pergi kewarung untuk jajan, ada yang netap di kelas belajar. aku dan Yanti pun pergi kewarung untuk beli jajan.


"Wak, beli es am bakwannya."sambil mengambil nya.


"Aku juga , Wak."kata ku juga.


Aku dan Yanti mengambil, gorengan dan es, satu-satu. setelah itu aku dan Yanti beranjak untuk masuk ke kelas lagi.sesampai di kelas, Yanti langsung duduk di bangku.


Waktu istirahat pun habis, dan bel pun berbunyi.,.,.,.,.


Ting Ting Ting Ting Ting


Semua murid masuk ke kelas, pelajaran pun di mulai.,.,selesai pelajaran, semua murid di persilahkan pulang.


Pukul 12:00 tepat aku dan Yani sampai kerumah. Aku melihat ibu sedang meniduri adek yang paling Ragil. Ibu melihat Aku dan Yani pulang, sambil tersenyum.


"Sana ganti pakaiannya ge," kata ibu sambil mengayun adik kecil ku.


"Iya,.,.,." Jawab kami serempak.


Aku dan Yani bergegas kekamar untuk Menganti pakaian sekolah dengan pakaian rumah. selesai itu, Aku dan Yani di panggil Ibu.


"Ju, Yani, makan lagi, dah siang," Ibu sambil mengayun adek bayi kami.

__ADS_1


"Iya, Ibu. Ayah mana?" tanya ku, karna gak ada lihat ayah, biasanya Ayah lau waktu siang pasti di rumah tau gak kekebun.


"Ayah mu, kekebun...., udah sana makan lagi.,."


Setelah selesai makan Aku, sebagai Kakak tertua. Aku harus jadi contoh yang baik untuk adik-adik Ku. setelah selesai makan Aku mencuci piring, Aku juga kadang di tugas kan memomong adek-adek ku yang masih kecil. selesai mencuci piring. kebiasaan anak-anak ya bermain.,.,.,.,.Aku pergi main sama kawan-kawan yang seumuran dengan Ku, kadang Aku juga bermain dengan yang lebih besar dari Ku dan terkadang yang lebih kecil dari Ku, yang penting gak ada pertengkaran aja. Aku beranjak mau pergi ke rumah Santi. Santi ini mempunyai Bapak yang sangat kejam dan garang, lau kami mau main sam anaknya, Santi harus beres-beres rumah dahulu, baru di kasi main. tetapi sekarang udah berubah, walaupun sedikit. tetap di syukuri. sesampai di rumah Santi.


"San, ayo, kita masa-masaan." ajak Ku.


"Tunggu dulu, Aku nak menyapu lantai dulu." katanya Santi, sambil menyapu sampah di lantai.


"Iya, ni, Aku tunggu, cepat sikit,,," kata Ku lagi.


"Iya,," jawab Santi, dengan buru-buru menyapu.


Santi selesai menyapu, Aku dan Santi pun bergerak kebelakang tempat biasa kami bermain.


"Ya, belum lah kan gak ada orang sini, cuma kita berdua, bentar ge pasti orang tu datang, biyar Ku panggil Tina dulu." kata ku sambil menepi ke arah parit.


"Tina ......... Tina......... Tina....... main gak," Aku sambil jerit tu memanggil teman samping rumah Senti.


"Iya, tunggu, Aku ganti baju lu, baru siap makan ha, .,.,." kata Tina.


"Cepat lah sikittttttttt...... Tina oi....." kata Ku lagi, tu juga Aku menjerit-jerit gomongnya. hahahhah memang indah dulu masa kecil.

__ADS_1


Tak palah lama, muncul juga yang lain ada Eme, ucu Obi, Yuyun, Lang Evi, ulung Dewi, janah, Ayu adek Desi, Yani adek Ku, laki-laki juga ada ikut main, gak perlu lah ya di bilangin satu persatu ya. karena lumayan rame, dulu masa kecil ku laki-laki dan perempuan sama-sama bermain, kayak main guli( kelereng ), main kuaci, aku gak tau bahasa Indonesia nya apa, yang jelas kayak kelereng juga, Pi bedanya kuaci tu kayak apa ya, gak bisa Aku jelasi, pokoknya banyak motif-motif nya, main pondo-pondoan( rumah-rumahan ), main masa-masaan( memasak ), main kinoing, main kingkong ni mainnya pakek kayu, setiap pemain memegangi satu persatu kayu, dan ada juga kayu untuk jaga, main bola gasti, main ondok-ondoan( petak umpat ), main tanah, tanah itu di bentuk jadi berbagai macam bentuk seperti, alat memasak, alat rumah, dan lain-lainnya, Kami juga mandi air pasang, sungguh indah masa dulu, dulu gak ada namanya HP dan TV, dulu yang punya TV cuma Dua orang, waktu itu, apalagi yang punya kereta cuma satu-satu, dulu kebanyakan punya sepeda, orang yang punya sepeda itu udah termaksud kayak dulu di kampung Ku. Ingin Aku kembali kemasa ituu.,.,.,😭😭😭Aku rindu Ayah Ku😭😭😭😭


Semua sudah berkumpul, kami pun mulai bermain, permainan yang Aku dan kawan Ku mainkan adalah, permain memasak. Setiap kelompok mempunyai rumah pondok masing-masing, dan setiap rumah mempunyai tanggung jawab masing-masing.


"San, nanti Aku, bawa beras dan minyak makan, ya." kata ku sambil memasang atap pondok.


"Ya, Aku bawa peralatan masak aja."


"Ya, udah...elok lah tu, Eme, kau bawa apo.?" tanya ku sama teman yg lain.


"Aku,,. bawa apa ya, woy,.,.,.?" tanyanya, sambil berpikir.


"Kita kan, gak ada yang bawa lauk tu, gimana Eme bawa ikan atau apalah itu." Usul ku.


"Hahaahha, yelah, Aku bawa ikan asin dan belacan( terasi ). di rumah Ku banyak karena, kemaren saudara Ku datang dari sungai berombang."


"Lau, kau Tin, bawa apa?" tanya Ku,


"Aku, bawa mie harga seribu aja ya woy." katanya sambil menunduk,


"Iya, gak apa-apa lah. makan mie juga enak." kata ku


"Botul tu, .,.,..,.!! pungkas Santi dan Eme.

__ADS_1


"Dah, kalian ambil barang yang mau kalian bawa." kata Ku, sambil mendorong sumua kawan Ku.


Sementara yang lain, ada yang lagi membuat pondok, ada juga yang lagi kompromi, ada juga yang sedang usil-usilan sama teman sendiri. masa-masa indah yang sulit Ku lupa kan, meskipun yang lain telah melupakannya. tetapi Aku masih mengingatnya sampai sekarang, makanya itu Aku memutuskan membuat NOVEL ini.


__ADS_2