
Dua hari setelah pulang dari kebun, Ayah kena musibah. Jujur Aku sangat sedih dan terpuruk atas musibah yang menimpa Ayah.
Penyakit yang diderita Ayah adalah penyakit yang tak di ketahui oleh medis, sempat di bawak ke pukesmas, Tetapi tak di terima karena Dokter bilang enggak ada penyakitnya.
Tak sanggup melihat penderitaan Ayah, Ayah di rujuk ke rumah sakit besar di kota B.
Ayah di periksa oleh kepala Dokter, dan terlihat wajah Dokter itu sangat tak menentu.
"Maaf, Bapak ini tak mempunyai riwayat penyakit apapun, Dan. saat ini pun tak ada tanda penyakit di dalam tubuhnya." jelas Dokter itu . . . Dengan sedikit aneh.
Ibu dan saudara sebelah Ayah pun terdiam dan saling pandang.
Ayah di bawa pulang, Dan di situlah Aku melihat Ayah yang sedang menahan sakit. seperti, kalau di bilang sangat parah penyakit yang di derita oleh Ayah.
Sanak saudara, sebelah Ayah maupun sebelah Ibu Ku semuanya sibuk kesana-kemari mencari obat untuk Ayah.
Pak Alang, adalah Abang dari Ibu. Pak Alang lah yang sangat sibuk kesana-kemari mencari obat untuk Ayah.
__ADS_1
Suatu hari Pak Alang membawa Dukun/orang pintar kerumah untuk mengobati Ayah. Dan Dukun itu bilang.
"Dia ini kena ganguan makhluk halus/gaib." ucap si Dukun itu.
"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Pak Alang.
"Cuma satu. yaitu kalau makhluk itu mau berdamai."
"Apakah mungkin?" tanya Abah adik Ayah.
"Kita cuma bisa berusaha, dan selebihnya kita serahkan kepada yang maha kuasa." kata Pak Dukun.
Dukun itu mengatakan apa-apa aja yang di butuhkan untuk pengobatan Ayah. maaf Aku kurang ingat apa-apa aja yang di sampaikan oleh Dukun itu. Karena waktu itu Aku sibuk menjaga adik-adik Ku.
Hari ini hari di mana Aku mengikuti ujian Nasional. Aku sangat gugub, Aku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku lihat adik-adik Ku yang sarapan. Aku pun menuju ke kamar di mana Ayah terbaring lemah. Aku masuk kedalam.
"Ayah, kakak hari ini ujian Nasional. doakan kakak ya Ayah." kata ku ke Ayah, ku lihat ayah yang berbaring lemah mengangukan kepalanya.
__ADS_1
"Cepat sembuh Ayah." Aku pun meraih tanggan Ayah dan bersalaman.
Aku keluar dari kamar menuju ke dapur untuk sarapan pagi.
"Ibu, apa masih ada nasi goreng nya?" tanya ku ke Ibu, sambil mengambil piring di rak piring.
"Masih ada ko untuk kakak." jawab Ibu, Ibu yang sedang menyiapkan sarapan untuk Ayah.
"Makasih Ibu."
"Ya, Nak. Oea coba lihat adik-adik yang lagi sarapan, dan kalau udah selesai tolong bersihkan ya kakak, Ibu mau ke kamar Ayah, Ayah belum sarapan." Ibu sambil meninggalkan Aku, dan menuju ke kamar di mana Ayah berada.
Aku bergegas menuju adik-adik. Aku lihat mereka makan dengan sangat teratur.
"Yani, kan hari ini libur sekolah jadi Yani bantu Ibu ya."
"Iya, kakak."
__ADS_1
"Yuni, nanti jangan nakal ya, di rumah aja, jangan keluar rumah, kasian kakak Yani nya."
"Iya." jawab Yuni, sambil menyendok nasi goreng buatan ibu, nasi goreng buatan Ibu sangat lah enak, meskipun hanya nasi dan bawang merah dan garam. Tapi, sangatlah enak tak ada yang bisa menandingi.