Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
Satu Tetes Air Mata


__ADS_3

Siang itu cuaca sangat lah panas matahari pas di atas kepala, walaupun begitu tak mampu membuat Aku dan teman-teman pulang sekolah berjalan kaki.


Di mana hari ini hari yang sangat membahagiakan, atas kelulusan Ku dan teman-teman seperjuangan.


Susah seneng kami lalui bersama, suka duka bersama, enggak punya uang punya bersama berbagi.


Dari jauh Ku lihat rumah yang selalu membuatku nyaman, kini terlihat senyap, kaki Ku melangkah pelan menuju rumah, Ku lihat adik-adik Ku bermain di depan teras rumah dengan girang.


"Assalamu'alaikum, adik-adik kakak yang chantik dan ganteng." Aku mencowel pipi gemoi si Gunawan.


"Waayaikum cayam, ata." jawab si Abi Bakri.


"Iiiih . . . .. pada main apa sih? ko seru banget."


"Tami, ain Ambar atak." jawab si Abi Bakri.


"Yuni, main anak-anak gepe."

__ADS_1


"Oooo . . . ya udah, jangan bertengkar ya, kakak masuk dulu."


Aku berhenti di depan pintu kamar Ayah, ku lihat ayah terbaring lemas, dengan badan yang semakin hari semakin kurus. hati ku terasa sakit melihat kondisi ayah sekarang.


Aku berkhayal seandainya aku banyak duit, pasti ayah udah ku bawa kerumah sakit, rumah sakit yang lebih bagus, tapi itu hanya angan-angan saja.


"Ayah . . . . . " Aku bersimpuh di dekat ayah, sambil memegangi tanggan Ayah.


"Ayah cepat sehat dan ayah harus kuat demi anak-anak ayah, kami massih pada kecil ayah."


"Ayah, kakak lulus jadi ayah harus cepat sehat, dan ayah juga yang akan mendaftarkan kakak di sekolah selanjutnya."


Tak tahan aku memendung air mata, sehingga aku pun menangis sejadi-jadinya.


Tiga hari setelah itu penyakit ayah semakin parah, cuma bisa di lihat nafasnya saja, banyak sanak saudara, dari sebelah ayah maupun sebelah Ibu berdatangan kerumah.


Ada beberapa orang tua yang duduk di samping Ayah.

__ADS_1


Ayah tak bisa bergerak lagi.


Pak Alang kesana kemari mencari obat untuk Ayah.


Ada yang menyarankan mencari pisang raja, dan daun kelor.


Penyebab Ayah sakit adalah karena Ayah selalu mencari lahan untuk di tanami sawit.


Di mana ada orang buka lahan baru di situ juga ada ayahku, bisa di bilang ayahku gila tanah, ada sebabnya ayah gila tanah, Ayah berkata," itu semua untuk masa depan anak-anak ku kelak."


Di mana ada pembukaan hutan pasti ayah ikut, tepat di suatu hutan yang sangat banyak pohon besarnya dan masih hutan ayah dan kawannya bersama mengambil lahan di sana.


Pas di tanah yang Ayah olah itu ada pohon yang sangat-sangat besar, jadi ayah menyuruh temannya untuk menebang pohon itu.


Setelah itu dari situ Ayah pun sering sakit-sakitan.


Kata orang tua pohon yang ditebang oleh teman ayah, mengenai rumah mereka( makhluk gaib).

__ADS_1


Dan juga salah satu dari mereka juga kena timpa sama kayu tersebut.


Seperti apa kondisi orang itu( makhluk gaib) begitulah kondisi Ayah.


__ADS_2