Nassib Gadis Yatim & Miskin

Nassib Gadis Yatim & Miskin
Ujian Sekolah


__ADS_3

Di sekolah aku duduk di kursi, Aku mengeluarkan buku untuk belajar, ujian pertama adalah ujian B. Indonesia.


"Assalamu'alaikum, ahli kubur." kata Desi, sambil melenggang masuk ke dalam kelas, dan menghampiri Ku.


"Woi . . . .. siapa yang kau bilang ahli kubur, ha. . . . emang ini kuburan, ha. . .." cerocot Eme, karena dia terganggu oleh suara Desi, apalagi dia lagi pokus-pokus nya belajar.


"Eeh.. . . . . .ko marah." kata Desi, dengan tampang Tampa bersalah.


"Emang ya, kamu itu enggak punya otak." balas Eme lagi.


"Apa sih, ko sewot, apa lagi PMS ya." jawab Desi, sambil ketawa.


"Iih . . . kamu itu ya, orang tu pada lagi belajar apa kamu enggak lihat, ha." Eme, sambil menonyor kepala Desi.


"Eeh . . .sakit tau, . . . " sambil mengusap kepalanya.


"Emang enak, orang lagi belajar, kamu bikin rusuh aja, san duduk di bangku mu Desi, dan keluarkan buku, masih ada dua puluh menit lagi untuk belajar." kata Eme panjang lebar.


"Baik, Buk bos.." jawabnya sambil ketawa, walaupun begitu dia menuruti apa kata Eme.


"Tu kan bagus Desi, Napa enggak dari tadi." timpal Ku,


"Ya, maaf."


Semua murid belajar, ada juga yang baru datang, ada juga yang asik bermain dan mengangu yang lain.

__ADS_1


Tak terasa waktu dua puluh menit itu telah habis, dan di ganti dengan bunyi.


Ting Ting Ting Ting Ting Ting Ting


Tanda waktu nya masuk kelas, semua murit yang ikut ujian Nasional memasuki ruang kelas. dalam satu kelas terdiri dari sepuluh murit, jadi semua murit berjumlah empat puluh orang, Jadi. ada empat kelas.


Dari jauh terlihat Buk Linda, yang sedang mengarah ke kelas, Buk Linda di dampingi oleh Pak Usuf.


"Assalamu'alaikum, Anak-anak, jadi hari ini adalah hari pertama kali ujian Nasional, Ibuk harap kalian betul-betul menjawabnya, dan jangan asal jawab aja, Ibuk mohon jangan kecewakan sekolah kita." kata Buk Linda,


Buk Linda membahagiakan soal ujian Nasional ke semua murid.


"Waktu kalian enam puluh menit, di mulai dari sekarang, selamat mengerjakan." kata Buk Linda, sambil menuju meja duduknya.


Semua murid sangat serius dalam menjalani ujian Nasional.


Tak terasa waktu enam puluh menit itu telah habis.


"Baik lah, anak-anak karena waktu sudah habis, Jadi. kalian semua bisa keluar, dan tinggal kan kertas ujiannya di meja." kata Buk Linda.


Pak Usuf mengambil semua kertas ujian di setiap meja.


Buk Linda dan Pak Usuf meninggalkan kelas.


"Yanti, gimana apa susah?" tanya Ku

__ADS_1


"Lumayanlah, Tapi. semoga banyak benarnya dari pada salahnya." kata Yanti.


"Iya, Yan. Amiin . . .." jawab ku lagi, sambil membaca buku matematika.


"Orang Desi, Eme, mana ya?"


"Entah enggak tau, paling ke warung." jawab Yanti.


"Apa enggak ada kepikiran untuk belajar, orang tu berdua."


"Enggak tau tu, munkin dah pada merasa pinter." jawab Yanti, Sambil menghafal rumus matematika.


Tak berselang lama Pak Bahrum dan Buk Ila, keluar dari kantor, tak berselang lama.


Ting Ting Ting Ting Ting Ting Ting


Ujian Nasional yang kedua pun di mulai, semua murid sangat serius dalam mengerjakan ujian Nasional itu.


Enam puluh menit kemudian, semua murid sudah siap mengerjakan ujian Nasional itu.


"Baiklah, anak-anak, jangan lupa belajar di rumah."


"Assalamu'alaikum."


Buk Ila dan Pak Bahrum meninggalkan kelas, semua murid pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2