Never Forget You

Never Forget You
Zheng Yuan berdebat dengan Li Suen


__ADS_3

Villa Zheng Yuan


"Tuan Li, mobil tuan besar datang menjemput Shu Xiang Li, kelihatannya ada yang di katakan oleh tuan besar sehingga membuat Shu Xiang Li tiba-tiba berhenti kerja" kata Fa Wei yang melapor hasil penyelidikannya


"Dia bersikeras memaksa ku untuk memecat Xiang Li, tidak menyangka dia malah mengunakan caranya ini di belakang ku, tapi apa yang dia katakan sehingga membuat Xiang Li pergi tanpa ragu?" ujar Zheng Yuan dengan penasaran


"Bagaimana jika kita bertanya kepada Shu Xiang Li?"


"Dia tidak akan menjawabnya, jika dia mau beritahu kepada ku di saat aku menemuinya maka dia sudah mengatakannya" jawab Zheng Yuan sedang duduk bersandar di sofanya


"Apakah Anda ingin bertanya kepada tuan besar? jika Anda menanyakannya bukankah ini akan terjadi pertengkaran lagi?"


"Seharusnya dia tidak boleh melakukannya, sesuai peraturan Li Yuan jika karyawan tidak melakukan kesalahan yang telah melanggar aturan maka tidak akan di pecat, tapi yang di lakukan oleh Papa ku ini sudah di luar batas" ucap Zheng Yuan dengan merasa kesal


"Apa yang harus kita lakukan? apakah memanggil Shu Xiang Li kembali ke Li Yuan?"


"Aku mencurigai jika dirinya kena ancaman dari Papa ku itu, dia bisa melakukan apa saja demi keinginannya tanpa memikirkan perasaan orang lain"


"Memang apa yang bisa di ancam oleh tuan besar? gadis ini tidak pernah kesalahan, dan kenapa sepertinya tuan besar sangat ingin dia keluar dari Li Yuan? jika hanya karena masalah Fan Long bukankah ini tidak wajar?"


"Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikirannya, jika dia mengancam maka apa ancamannya sehingga memaksakan Xiang Li harus berhenti?"


"Apa rencana Tuan?"


"Besok aku ingin menanyakan dia, walau dia adalah pendiri Li Yuan Group akan tetapi bukan berarti dia bisa sembarang memecat karyawan ku"


Keesokan harinya


Villa keluarga Li

__ADS_1


Di siang itu Zheng Yuan sedang berdebat dengan Li Suen di ruangan baca


"Apakah kau mengancamnya?"tanya Zheng Yuan yang sedang berdiri di depan Li Suen


"Hari ini kau pulang adalah demi wanita itu? apakah dia mengadu pada mu?" tanya Li Suen dengan menahan emosi


"Dia tidak mengatakan apa pun pada ku, tapi kenapa kau malah menemuinya di belakang ku? apa dia begitu menganggu mu sehingga membuat mu harus turun tangan sendiri untuk mengeluarkan dia?"


"Dia hanyalah karyawan biasa, ini bukan masalah besar sama sekali, kenapa kau malah ingin memperbesarkannya?"


"Bukan masalah besar? apakah Anda bisa menjelaskan alasannya, tuan besar. kenapa harus mengeluarkannya dengan alasannya yang tidak masuk akal? dia adalah karyawan ku maka hanya aku saja yang berhak memecatnya"


"Li Zheng Yuan, apa kau lupa satu hal? darah mu ini adalah darah ku, kau adalah anak ku tapi kau malah bertengkar dengan ku hanya karena wanita yang bukan siapa-siapa bagi mu, apakah ini wajar, ha?"


"Aku hanya kecewa kenapa tuan besar Li bisa begitu egois sehingga harus mengorbankan orang yang tidak bersalah"


"Dia hanya karyawan biasa sehingga membuat mu begitu peduli? apakah dia mengoda mu? jangan lupa kau adalah calon suami Li Na" ucap Li Suen dengan nada emosi


"Aku tidak tahu kau mengunakan cara apa untuk memaksanya keluar, tapi kau harus ingat aku akan tetap menariknya kembali" tegas Zheng Yuan


"Kau berani melakukannya?" tanya Li Suen dengan emosi


"Kenapa tidak berani? aku adalah atasannya, dan kamu sudah melanggar peraturan yang kamu tetap kan dulu" jawab Zheng Yuan dengan emosi


"Jika kau berani menarik dia maka hidupnya tidak akan bisa tenang di Shang Hai" kata Li Suen dengan ancam


"Jika kau melarang maka aku tidak akan hadir di acara pernikahan nanti, aku mau melihat apa kau bisa beri penjelasan ke sahabat mu itu" jawab Zheng Yuan yang membalas ancamannya


"Kau?" Ucap Li Suen dengan menahan ucapannya

__ADS_1


"Tuan besar Li, berani berbuat tapi tidak berani mengakui, apa kau mengancamnya dengan cara yang kejam? aku sangat memahami diri mu yang kejam ini" tanya Zheng Yuan


"Benar, aku mengancamnya, jika dia masih tinggal di Li Yuan maka temannya akan menjadi pengangguran di Shang Hai" jawab Li Suen


"Keji sangat keji, demi keinginan mu kau bisa mengancam siapa pun, aku tidak mengerti kenapa diri mu bisa begitu membencinya, sehingga harus mengunakan cara yang tidak adil untuk memecatnya" ucap Zheng Yuan dengan kesal


"Suen ge, ada apa suara kalian sangat kuat sehingga terdengar di ruangan tamu?" tanya Shen Ni yang masuk ke dalam ruangan baca


"Anak ini selalu saja melawan ku" ucap Li Suen dengan emosi


"Yuan er, Papa mu sudah tua, kenapa kau selalu saja melawannya, jika ada masalah seharusnya di bincang baik-baik bukan bertengkar seperti ini, kau sudah dewasa jangan kekanakan lagi" kata Shen Ni dengan sengaja


"Semenjak kapan orang luar seperti mu berhak ikut campur dalam perbicaraan kami?" tanya Zheng Yuan dengan nyindir


"Apa yang kau katakan? bibi shen adalah bibi mu, seharusnya kau menghormatinya, dan dia juga hamil adik mu sekarang" bentak Li Suen


"Adik ku? jangan bermimpi, aku tidak akan mengakui janin dalam kandungannya itu sebagai adik ku" jawab Zheng Yuan dengan tegas


"Suen ge, bayi kita sangat kasihan, masih di dalam kandungan sudah tidak di akui" ucap Shen Ni dengan menangis


"Jangan menangis, abaikan saja ucapannya" bujuk Li Suen dengan memeluk istrinya


"Cepat minta maaf pada bibi mu" kata LI Suen dengan tegas


"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun, lagi lupa aku juga tidak akan tertipu oleh air mata buaya, ingin aku mengakui anak di dalam kandungan mu? maka lakukan dulu tes DNA" jawab Zheng Yuan dengan kesal dan meninggalkan ruangan itu


"Li Zheng Yuan" teriak Li Suen dengan kesal yang melihat anaknya itu berjalan keluar


"Suen ge, sudah. jangan memarahinya lagi, dia masih muda dan aku berharap anak kita akan mendapat kasih sayang darinya" ucap Shen Ni dengan berpura-pura sedih

__ADS_1


"Jangan bersedih, anak kita akan di besarkan tanpa kekurangan apa pun, dia akan mendapat kasih sayang dari kita"


"Pasangan yang tidak tahu malu, baru kemarin kau mengatakan jika perasaan mu terhadapnya adalah perasaan bersalah, tapi semenjak dia hamil kau sudah berubah sama sekali, istri mu yang melahirkan ku saja masih kau abaikan dan begitu cepat kau telah melupakannya" gumam Zheng Yuan dengan kesal


__ADS_2