Never Forget You

Never Forget You
Rasa yang tidak asing


__ADS_3

"Kepala ku tiba-tiba sakit"


"Apa kau ada membawa obatnya?" tanya Xiang Li dengan khawatir


"Di saku kemeja ku" jawab Zheng Yuan dengan menyandarkan diri sambil memejamkan mata


"Biar ambilkan untuk mu" jawab Xiang Li mengambil obat dari saku baju Zheng Yuan


"Apakah botol kecil ini?"


"Iya"


"Ini makanlah, dan minum airnya" ucap Xiang Li dengan menuangkan obat ke telapak tangan Zheng Yuan dan memberikan segelas air kepadanya


"Terima kasih" ucap Zheng Yuan sambil menelan obatnya


"Apa kamu sering sakit kepala? ini adalah obat dokter"


"Benar, 3 tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan, dan setelah itu kepala ku sering sakit, obat ini aku harus membawanya di sisi ku setiap saat" jawab Zheng Yuan


"Bagaimana jika kamu tidur dulu di kamar, jangan memaksa diri untuk pulang ke hotel, istirahat saja dulu di sini"


"Boleh juga, biar aku tidur sebentar" jawab Zheng Yuan yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar dengan di pegang Xiang Li


Klek


"Masuklah, dan tidur saja dulu, aku akan belanja dan memasak bubur untuk mu" ucap Xiang Li


"Iya, terima kasih " ucap Zheng Yuan


Xiang Li keluar dari kamarnya dan meninggalkan Zheng Yuan sendirian di kamar, saat di kamar milik Xiang Li, Zheng Yuan melihat sekeliling kamar itu, dan foto-foto yang di letakkan di meja samping kasur


Zheng Yuan mengambil foto tersebut dengan matanya yang membesar, foto yang di lihatnya adalah foto Xiang Li dan Lian Cheng, tentu bagi dirinya hampir tidak percaya di saat melihat foto Lian Cheng yang begitu mirip dengan dirinya


"Dia adalah Fan Lian Cheng? pantas saja di saat itu dia mengira aku adalah dia, pria ini kenapa bisa begitu mirip dengan ku?" batin Zheng Yuan


Setelah beberapa jam kemudian, jam dinding menunjukan pukul 5 sore


Zheng Yuan baru bangkit dari tidur berjalan menuju ke ruangan, dirinya melihat Xiang Li yang sedang sibuk di dapur, dengan tatapan dalam dia melihat gadis itu dengan penuh perasan.

__ADS_1


"Zheng Yuan, sudah bangun, bagaimana dengan kepala mu, apa masih sakit?" tanya Xiang Li dengan menghidangkan lauk ke atas meja


"Sudah baikkan! semua lauk ini kau yang masak?" tanya Zheng Yuan yang melihat 4 jenis lauk yang di depan matanya


"Iya, aku memasaknya, sudah selesai, ayo makanlah kau pasti sudah lapar" ucap Xiang Li dengan duduk di kursi


"Kau adalah pemasak handalan, lihat dari lauk ini sudah tahu, semua sangat lezat" kata Zheng Yuan dengan senyum


"Jangan memuji ku, ini hanya masakan biasa saja, jika mau di bandingkan dengan koki di rumah mu aku pasti kalah jauh"


"Ini adalah masakan rumah tangga" kata Zheng Yuan sambil menyantap makanannya


"Kenapa rasa ini sepertinya tidak asing?" batin Zheng Yuan


"Kenapa? apa tidak sesuai selera mu?" tanya Xiang Li yang melihat Zheng Yuan terdiam


"Ah...tidak, ini sangat enak. aku sudah lama tidak makan masakan yang begitu lezat"


"Jangan memuji, kau adalah bos besar dan sering makan di restoran berbintang jadi mana mungkin lama tidak makan makanan lezat"


"Masakan restoran beda dengan masakan rumah, masakan rumah adalah masakan yang istimewa, aku terakhir makan masakan rumah di saat usia ku 12 tahun, setelah Mama ku meninggal maka aku tidak pernah makan makanan yang bisa membuat ku merasakan masakan rumah, perasaan ini kembali lagi setelah sekian lama menghilang" kata Zheng Yuan dengan menatap ke arah Xiang Li


"Apakah diri mu sangat merindukannya?"


"Walau banyak yang mengatakan dia sangat angkuh tapi di balik keangkuhannya ada kisah yang sedih, yang tidak di ketahui orang, apa benar seperti di katakan banyak orang bahwa hubungan dia dan ayahnya tidak baik" batin Xiang Li


"2 hari lagi kita akan kembali ke Shang Hai" kata Zheng Yuan


"Baiklah"


Setelah selesai makan mereka kembali ke hotel dan berkumpul dengan Fa Wei sambil membincangkan urusan proyek mereka


"Semua lokasi sudah di pantau, dan tidak ada kendala apa pun, dan mengenai proyek A sudah hampir selesai besok kita bisa ke lokasi untuk melihatnya" kata Fa Wei


"Bisa juga, proyek A sudah memakan waktu setengah tahun, jadi aku berharap semuanya berjalan lancar" ujar Zheng Yuan


"Proyek A menelan biaya yang jumlahnya tidak sedikit, usaha kita juga tidak sia-sia selama ini, aku yakin kita akan puas dengan hasilnya" sambung Fa Wei


"Baiklah, sampai di sini saja, besok kita baru lanjut lagi" ujar Zheng Yuan

__ADS_1


"Selamat malam, tuan. cepatlah beristirahat" ucap Fa Wei


"Kami keluar dulu, selamat malam" ucap Xiang Li


"Selamat malam" balas ucapan Zheng Yuan


"Jika bisa aku ingin lebih lama di sini, tidak tahu mengapa kota ini membuat ku betah dan tidak ingin pulang, kenapa setiap ke sini selalu saja seperti ada yang membuat ku merasa berat, sebenarnya apa yang selama ini membuat ku tidak bisa lepas?" batin Zheng Yuan


Zheng Yuan duduk sambil menyandarkan diri dan kemudian mengingat foto yang di lihat saat di kamar Xiang Li


"Kenapa pria itu bisa begitu mirip dengan ku? ini aneh sekali, kenapa aku malah berasa seperti tidak asing saat di dalam rumahnya? ada apa dengan ku belakangan ini? dan masakannya juga bisa membuat ku merasa rindu" gumam Zheng Yuan


"Shu Xiang Li, siapa diri mu sebenarnya? kenapa bisa tiba-tiba muncul di depan ku dan membuat ku selalu saja ingin dekat dengan mu?" batin Zheng Yuan


Di malam itu Zheng Yuan yang tidak bisa memejamkan mata maka dirinya pun memilih keluar untuk mencari angin segar


Di saat di luar dia melihat Xiang Li yang berdiri di balkon dan kemudian dirinya pun berjalan menghampiri Xiang Li


" Shu Xiang Li" panggil Zheng Yuan


"Zheng Yuan, kenapa belum tidur?"


"Tidak bisa memejamkan mata, makanya aku keluar berjalan-jalan, kenapa kau berdiri di sini?"


"Aku hanya ingin melihat pemandangan" jawab Xiang Li dengan senyum


"Kau menyukai sini?" tanya Zheng Yuan dengan tatapan dalam


"Sini sangat indah, aku suka melihat pemandangan indah"


"Mari kita minum bersama sambil menikmati pemandangan malam ini" ajak Zheng Yuan


"Boleh juga"


Zheng Yuan membawa Xiang Li ke kamarnya dan duduk di balkon sambil menikmati minuman wisky


"Jika minum terlalu banyak aku akan mabuk"


"Minum dengan santai, jika kau minum terlalu cepat bisa saja itu memabukkan mu"

__ADS_1



"Benar, melihat pemandangan di seberang sana lampu berwarna warni membuat air laut kelihatan sangat indah, pancaran cahaya lampu mewarnai lautan, selagi masih di sini aku ingin selalu melihatnya" ucap Xiang Li dengan senyum


__ADS_2