Never Forget You

Never Forget You
Zheng Yuan kecewa


__ADS_3

"Zheng Yuan, apa maksud mu berkata seperti itu?" tanya Li Suen dengan menahan emosi


"Bukankah harus wanita yang selevel baru bisa di padankan dengan keluarga kita? lalu apakah dirinya memiliki level seperti kita?" tanya Zheng Yuan dengan sindiran


"Zheng Yuan, kenapa kau selalu saja ingin mencari masalah dengan bibi mu? dia telah menjaga keluarga kita begitu lama" ucap Li Suen


"Menjaga keluarga kita begitu lama? jadi kenapa kamu tidak menghargai Mama ku yang sudah menjaga keluarga kita dan melahirkan ku?"


"Suen ge, sudahlah, Yuan er masih muda jangan masukkan ke hati dengan ucapannya" melas Shen Ni dengan sengaja


"Sudah! tidak perlu akting di depan ku, aktingan mu sangat buruk hanya bisa menipu orang bodoh tapi tidak bisa menipu ku" ketus Zheng Yuan yang bangkit dari tempat duduknya


"Li Zheng Yuan, kenapa setiap kau pulang kau pasti buat masalah dengan bibi mu?"bentak Li Suen dengan kesal


"Karena status Nyonya Li seharusnya hanya milik Mama ku, dan bukan wanita pengoda ini" jawab Zheng Yuan dengan nada kesal


"Kau.. sangat kurang ajar" bentak Li Suen yang ikut bangkit dari tempat duduknya


"Mama ku mengajari ku jadilah pria yang berguna dan hanya setia pada satu wanita jangan sampai ada muncul pihak ke tiga, karena jika sampai terjadi maka istri ku lah yang akan terluka, apakah kamu pernah mengajarkan ku seperti ini? tidak pernah karena diri mu telah mengecewakan istri mu dan anak mu" kata Zheng Yuan dengan kesal


"Suen ge, jangan bertengkar demi aku, seharusnya aku keluar dari rumah ini saja dari pada kalian anak dan ayah bertengkar terus" ucap Shen Ni dengan mengeluarkan air mata dan ingin melangkah keluar ke pintu besar


"Shen Ni, jangan begitu, anak ini memang keras kepala, abaikan saja setiap ucapannya" kata Li Suen yang menahan langkah istrinya


"Zheng Yuan, bagaimana pun bibi mu ini sudah menjadi bagian keluarga kita, suka atau tidak kau harus menerimanya, dan yang paling penting adalah dia sudah mengandung adikmu keturunan keluarga Li, cepat minta maaf pada bibi mu" ujar Zheng Yuan dengan tegas


"Lalu kenapa memangnya kalau dia sudah hamil? apa kamu yakin itu adalah darah daging mu? Mama ku yang telah melahirkan ku tidak melihat mu begitu perhatian padanya, wanita ini baru saja hamil diri mu sudah begitu perhatian terhadapnya" ketus Zheng Yuan dengan kesal


"Li Zheng Yuan, kau semakin lama semakin berani" bentak Li Suen dengan emosi


"Aku berani karena diri mu telah melukai Mama ku, apa kamu ingin tahu perasaan ku terhadap mu ? perasaan ku adalah kekecewaan yang sangat besar, semenjak Mama ku pergi dan kamu membawa wanita ini masuk ke rumah, dan di saat itu aku mulai kecewa terhadap mu" ucap Zheng Yuan dengan kesal dan melangkah pergi meninggalkan ruangan keluarga


Mendengar perkataan Zheng Yuan membuat Li Suen menarik nafas panjang karena merasa sedih, putra satu-satunya merasa kekecewaan yang cukup mendalam terhadap dirinya

__ADS_1


Di malam itu jam dinding menunjukan pukul 12.00 Li Suen belum bisa memejamkan matanya karena mengingat perkataan Zheng Yuan, duduk bersandar di ruangan bacanya dengan raut wajah yang sedih.


"Semenjak Mamanya meninggal sifat Yuan er telah berubah total, dan setelah Shen Ni masuk ke rumah ini dia sudah jarang pulang, setiap dia pulang pasti akan ada keributan, dia selalu membantah dan melawan ku, harus sampai kapan ini berlanjut?" batin Li Suen


Villa Zheng Yuan


Di sisi lain Zheng Yuan yang masih kesal terhadap Li Suen sedang menghabiskan beberapa botol wisky


Selembar foto yang berada di atas meja membuat raut wajah Zheng Yuan berubah menjadi menakutkan


"Siluman, ingin menjadi Nyonya Li jangan berharap, aku Li Zheng Yuan masih hidup kau tidak bisa seenaknya di rumah itu, kau tinggal di rumah yang ada kenangan Mama ku dan tidur di atas kasur milik Mama ku, tidak lama lagi aku akan membuka mata suami mu itu agar dia tahu kau adalah siluman rubah yang gemar mengoda pria" kata Zheng Yuan sambil melihat foto Shen Ni


Sesaat kemudian Zheng Yuan menyandarkan diri dan memejamkan matanya, tidak lama kemudian dirinya pun tertidur akibat menghabiskan beberapa botol minuman favoritnya


Keesokan harinya


Li Yuan Group


"Ada, berita itu mengemparkan Shang Hai, dan keluarga Zhao juga sampai di datangi oleh wartawan" jawab Xiang Li sambil menyantap makanannya


"Tidak tahu apakah bos kita baik-baik saja, bayangkan saja pesta acaranya hanya 2 atau 3 hari lagi, tapi sudah begini jadinya, tentu sakit kalau di khianati" ucap Su La


"Tentu saja, kita makan saja jangan bahas ini lagi, jika di dengar orang lain maka kita akan kena marah" kata Xiang Li dengan melanjutkan santapannya


Setelah selesai makan Xiang Li pun berjalan di halaman luas di perusahaan itu, dia menghentikan langkahnya karena melihat Zheng Yuan yang sedang berdiri di halaman dengan rauh wajah yang tidak gembira


"Kenapa dia ada di sini? kelihatannya dia sangat sedih dengan masalah kemarin" batin Xiang Li


"Tuan Li" sapa Xiang Li memberanikan diri menghampiri atasannya itu


Mendengar panggilan Xiang Li, Zheng Yuan pun menoleh ke arah gadis itu yang berdiri di belakangnya


"Kenapa di saat melihatnya hati ku merasa nyaman?" batin Zheng Yuan

__ADS_1


"Tuan Li, Anda tidak apa-apa? wajah Anda agak pucat"


"Tidak apa-apa, hanya kurang tidur saja"


"Apa perlu aku buatkan secangkir kopi?"


"Tidak perlu! Xiang Li, temani aku sebentar"


"Baiklah" jawab Xiang Li dengan mengangguk


"Apa luka mu sudah sembuh?" tanya Zheng Yuan yang berjalan bersama Xiang Li di halaman itu


"Walau sembuh tetap meninggalkan bekas luka, hanya saja sudah agak baikkan, aku harus rela karena aku tahu dia tidak akan kembali lagi" jelas Xiang Li dengan sopan


"Dia sangat beruntung ada seseorang yang begitu setia padanya, andaikan dia tahu dia pasti bahagia"


"Tapi aku tidak beruntung karena harus kehilangan diri nya"


"Dia masih belum meninggal, jika saja kau tahu apa reaksi mu? aku tidak bisa memberitahu mu karena ini hanya akan membuat mu semakin sedih, karena aku tidak tahu di mana dia berada sekarang" batin Zheng Yuan


"Tuan Li, kenapa Anda melamun? apa ada masalah?"


"Tidak ada"


"Mengenai berita itu tentu saja membuat mu sedihkan?"


"Maksud mu pernikahan ku?"


"Iya"


"Aku tidak peduli, aku tidak akan menikahi wanita pilihan tuan besar Li"


"Lian Cheng juga dari keluarga berada, selama kami menjadi sepasang kekasih aku tidak pernah melihat orang tuanya, karena hubungan kami tidak di restui oleh sebab itu Lian Cheng tidak pernah membawa ku bertemu dengan keluarganya"

__ADS_1


__ADS_2