
"Jangan melakukannya, Xiao Wei, aku bisa memberi mu uang berapa pun yang kau minta, jangan menyentuh ku lagi" pinta Li Na dengan menangis
"Kau harus membayar ku untuk foto mu, tapi untuk tubuh mu ini aku harus memilikinya malam ini, setelah besok aku tidak akan menyentuh mu lagi" kata Xiao Wei sambil melepaskan baju gadis itu
"Xiao Wei jangan, aku bisa membayar mu jangan melakukannya lagi" pinta Li Na yang pakaiannya di lepas satu persatu oleh pria itu
"Li Na Zhao, hanya untuk malam ini saja, setelah aku bosan maka aku tidak akan mencari mu lagi, dan foto itu aku kembalikan pada mu, tidur saja biarkan aku yang bekerja" ucap Xiao Wei dengan melepaskan rok yang di kenakan oleh Li Na
Li Na hanya bisa pasrah demi ingin mendapatkan foto itu tersebut, Xiao Wei melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuh Li Na sehingga tanpa sehelai benang pun, kemudian Xiao Wei sendiri melepaskan handuk balutan bagian bawah tubuhnya itu. tidak menunggu lama dirinya langsung menyetub*hi gadis itu.
"Aarggtthh" pekikan Li Na yang merasa sakit akibat kekasaran dari Xiao Wei
"Yang seharusnya milik Zheng Yuan malah di ambil oleh pria ini, aku tidak puas, pria ini sangat menjijikan, setelah malam ini maka semua sudah berakhir. Xiao Wei, lihat saja bagaimana aku membalas mu nanti" batin Li Na dengan mengeluarkan air mata
"Bagaimana? apa kau merasa nikmat? aku adalah pria kuat, dan malam ini aku akan membuat mu ingat diri ku selamanya" ucal Xiao Wei yang sedang melakukan aksinya tanpa berhenti
Xiao Wei melakukannya berulang kali, sementara Li Na hanya bisa pasrah membiarkan pria itu menguasai tubuhnya serta menahan sakit selama melakukan hubungan itu
3 jam kemudian
"Apa kau sudah puas?" tanya Li Na yang merasa lemas
"Belum, ini adalah malam terakhir kita, tunggu sampai aku bosan maka aku akan berhenti" jawab Xiao Wei yang masih melakukan pergerakannya secara kasar
"Wanita bodoh, besok diri mu akan hancur, akan datang banyak para media ke sini dan melihat mu tanpa pakaian ini, biarkan aku menikmati tubuh mu di malam ini, maka besok aku sudah bisa pergi meninggalkan kota ini" batin Xiao Wei
Tidak lama kemudian Li Na tidak sadarkan diri karena menahan sakit selama 3 jam, akan tetapi itu tidak membuat Xiao Wei menghentikan aksinya.
__ADS_1
"Li Na Zhao, mulai besok tubuh mu ini akan di lihat semua orang yang di kota Shang Hai, dan sebentar lagi kau pasti di kejutkan oleh sejumlah orang" gumam Xiao Wei yang menghentikan aksinya
Xiao Wei kemudian mengenakan pakaian, setelah itu dirinya pun meninggalkan kamar itu, sementara Li Na masih belum sadarkan diri dalam kondisi tubuh tanpa sehelai benang dengan kaki terlentang lebar
Kediaman Keluarga Li
Di malam itu jam dinding menunjukkan pukul 1 malam, Li Suen yang masih sadar sedang duduk di ruangan keluarga sambil meneguk minuman dengan raut wajah yang tidak merasa gembira
"Apakah ini adalah takdir? aku sudah berusaha agar Zheng Yuan menikahi Li Na akan tetapi dia malah sangat peduli dengan Shu Xiang Li, ini tidak boleh terjadi pernikahan hanya sisa 3 hari, semua akan baik-baik saja, setelah menikah walau di saat itu ingatannya pulih juga sudah terlambat, Shu Xiang Li tetap hanyalah masa lalu nya dan istrinya adalah Li Na satu-satunya" batin Li Suen
Nada pesan masuk ke handphone milik Li Suen
"Sudah begitu malam kenapa masih ada yang mengirim pesan" gumam Li Suen dengan membuka pesan di handphonenya. di saat dirinya melihat pesan yang di terima adalah kiriman video Li Na yang sedang melakukan hubungan dengan seorang pria, video tu menampakan wajah Li Na dengan jelas dan hanya menampakan bagian belakang pria itu yang sedang menyetub*hi Li Na, durasi video itu selama 3 jam
"Kurang ajar" bentak Li Suen dengan emosi dan kemudian bangkit dari tempat duduknya
Li Suen yang sedang emosi menekan nomor yang ingin di hubunginya
"Zhao An, aku ingin kau ke hotel dan lihat sendiri apa yang di lakukan oleh putri mu" bentak Li Suen dengan nada kesal dan menutup panggilannya
"Suen ge, sudah malam begini, kau marah pada siapa?" tanya Shen Ni yang keluar dari kamarnya
"Aku akan keluar sebentar" jawab Li Suen yang melangkah ke arah pintu besar
Di sisi lain Fa Wei dan Zheng Yuan sedang berada di dalam mobil yang sedang parkir tidak jauh dari hotel tersebut
"Apa kau sudah menghubungi media?" tanya Zheng Yuan yang sedang duduk di belakang mobil
__ADS_1
"Sudah Tuan, ini bisa datang bersamaan dengan pihak keluarga Zhao" jawab Fa Wei dengan senyum
"Sebuah tontonan yang bagus, aku ingin melihat apakah Papa ku itu masih ingin aku menikahi wanita yang suka bermain pria" ucap Zheng Yuan dengan senyum
"Aku yakin tuan besar pasti marah besar"
"Benar, menantu pilihannya sedang berhubungan dengan pria lain" lanjut Zheng Yuan
"Bocah itu sangat beruntung, dia menikmatinya dan setelah itu dia tidak perlu bertanggung jawab, dapat uangnya dia langsung pergi jauh, sisanya Li Na harus menanggung sendiri" kata Fa Wei
"Aku tidak sabar besok berita ini akan mengemparkan seluruh kota Shang Hai, bagaimana keluarga Zhao bisa angkat kepala mereka lagi, putri yang mereka manjakan selama ini menghancurkannya"
"Ini bisa mempengaruhi saham di perusahaan mereka" jelas Fa Wei
"Dan setelah itu aku akan membatalkan kerjasama yang sudah terjalin selama ini, dan di saat itu Papa ku itu pasti tidak akan ikut campur lagi"
"Benar Tuan"
Tidak lama kemudian Zhao An dan istrinya beserta Li Suen tiba ke hotel. mereka dengan terburu masuk ke dalam hotel tersebut
"Tuan Li, tuan besar dan keluarga Zhao sudah sampai, ini akan menjadi tontonan menarik setelah media tiba sesaat lagi" kata Fa Wei yang sedang mengamati dari dalam mobil
"Keluarga Zhao cukup terkenal di dunia bisnis, tentu saja namanya akan jatuh mulai saat ini" ujar Zheng Yuan
Di sisi lain Li Suen dan keluarga Zhao mencari kamar hotel yang di mana Li Na berada.
"Ini kamarnya" sebut Li Suen yang pas menghentikan langkahnya di depan pintu itu
__ADS_1
Mereka membuka pintu dan melangkah masuk ke kamar tersebut. di saat masuk mereka membulatkan mata besar dengan rasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat..
Li Suen dengan memejam kan mata dan berpaling ke arah lain, sementara Zhao An dan istrinya merasa emosi yang ingin meledak, tidak lama kemudian para media masuk ke kamar tersebut.