Never Forget You

Never Forget You
Zheng Yuan meninggalkan Shang Hai


__ADS_3

Setelah Xiang Li dan Zheng Yuan bersatu kembali mereka bersiap untuk meninggalkan Shang Hai, sementara Zheng Yuan telah mengundurkan diri dari Li Yuan Group tanpa pamit dengan Li Suen, rasa kesal dan marah terhadap Li Suen yang sangat mendalam, Zheng Yuan sangat kecewa dengan semua perbuatan sang ayahnya itu yang selama ini terlalu suka mengatur hidupnya dan bahkan berbohong padanya


Bandara


"Zheng Yuan, apa kamu sudah mempertimbangkannya dengan pergi tanpa pamit dengan papa mu?" tanya Xiang Li


"Tidak perlu pamit dengannya, jika bertemu lagi kami akan bertengkar lagi, sudah bertahun-tahun lamanya hidup ku di atur olehnya, sudah saatnya aku menentukan sendiri hidupku" jelas Zheng Yuan dengan yakin


"Aku hanya merasa bagaimana pun dia adalah orang tua mu, sepertinya ini tidak begitu baik" kata Xiang Li dengan berusaha membujuk Zheng Yuan


"Xiang Li, selama ini dia hanya ingin semua orang mengikuti kehendaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain, walau dia adalah papa ku, tapi bukan berarti dia bisa mengatur pernikahan ku, jika aku masih di sini maka selamanya dia tidak akan sadar bahwa dia sudah bersalah selama ini. Xiang Li, kita sudah pisah selama tiga tahun karena ulahnya, jika kita masih di sini maka dia akan mengunakan cara lain untuk memisahkan kita" jelas Zheng Yuan


"Baiklah kalau begitu, kita akan tinggal di Qing Dao, dan setelah beberapa bulan barangkali papamu sudah sadar kesalahan sendiri, di saat ini kalian butuh ruangan untuk menenangkan diri" jawab Xiang Li dengan senyum


"Mari kita pergi" ajak Zheng Yuan dengan gandengan dengan Xiang Li


Zheng Yuan dan Xiang Li sama-sama berjalan menuju ke pesawat, mereka pergi dengan perasaan yang sangat bahagia dengan senyuman di wajah mereka


Villa keluarga Li

__ADS_1


Li Suen telah mendapat kabar bahwa putra semata wayangnya telah pergi ke Qing Dao tanpa pamit dengannya tentu saja hal ini membuatnya marah besar


Prak..


Hentakan meja di lakukan oleh Li Suen yang sedang emosi


"Kurang ajar, berani sekali dia pergi begitu saja, apa dia sudah lupa asalnya darimana, dan begitu seenaknya dia tinggalkan tanggung jawabnya di sini" ketus Li Suen dengan kesal


"Cepat carikan orang bawa dia kembali dan buang wanita itu ke tempat lain" perintah Li Suen dengan nada emosi


"Apa kau sudah puas dengan sikap ego mu? kenapa kau masih saja tidak pernah berubah?"bentak dokter Wang yang baru tiba


"Li Suen, kau bukan anak kecil, kita ini semakin hari semakin tua, dan anak-anak semakin hari semakin dewasa, mereka tidak bisa kamu atur, Zheng Yuan adalah anak yang baik, dia memberontak semua karena kau yang memaksanya" ujar Wang yang merasa kesal dengan sifat temannya itu


"Kenapa kau menyalahkan ku? ini sudah jelas kesalahan dia dan karena wanita itu dia memberontak dan pergi dari rumah ini" ketus Li Suen


"Kesalahannya? kesalahan wanita itu? apa kau bisa jelaskan di mana letaknya kesalahan mereka? apakah karena mereka saling mencintai makanya kau menganggap mereka salah?"


"Mereka tidak seharusnya bersama" kata Li Suen

__ADS_1


"Itu hanya menurut mu saja. Li Suen, kau adalah pria bermata duitan sehingga kau rela menikahi wanita hanya demi bisnis keluarga, dan kau berharap putra mu sama seperti mu, dan kau sudah salah, kau tidak punya hati dan perasaan, tapi beda dengan Zheng Yuan, dia punya perasaan oleh karena itu dia bisa mencintai seorang wanita tanpa alasan. Li Suen, kau tidak pernah sayang pada keluarga mu, istri mu sudah kau korbankan hidupnya, dan kemudian anak mu, apalagi yang kau mau? aku bertanya padamu apakah sekarang kau bahagia? kau kaya, harta mu banyak tapi satu hal kau jangan lupa, kau akan hidup sendirian selamanya, tanpa anakmu, menantu dan cucu. apakah ini yang kau mau?"


Mendengar perkataan Wang yang panjang lebar Li Suen hanya diam tanpa membalas


"Li Suen, selama ini kau lihat saja apakah Zheng Yuan bahagia? kenapa selama ini dia tidak mau pulang ke sini? karena hatinya sudah kecewa dengan mu, kau sudah melukainya berkali-kali dan di saat kakak ipar meninggal maka penderitaan Zheng Yuan telah di mulai, kau sebagai ayahnya tapi tidak peduli pada perasaan putramu, kau masih saja pentingkan diri mu sendiri dan selalu saja ingin mengorbankan perasaan anak mu, jika kau masih suka memaksanya maka ini sama saja kau mengusirnya, dia akan semakin jauh darimu" jelas Wang yang berusaha ingin mengubah sifat temannya itu


"Aku juga memiliki anak dan menantu, menantu ku asalnya dari desa, dia bahkan tidak tahu apa-apa, tapi anak ku sangat mencintainya dan aku izinkan mereka menikah, karena bagiku kebahagiaan anak adalah terpenting, anak kita setelah menikah maka ada istrinya yang akan mengurus hidupnya, sementara kita hidup tidak lama lagi. jadi untuk apa lagi kau begitu keras kepala? menantu ku walau orang desa tapi dia sangat berbakti, tidak memiliki latarbelakang yang kaya lalu kenapa? bukannya anak kita akan mati kelaparan, dan untuk apa merasa malu jika bersama dengan wanita dari kalangan biasa? selagi dia tidak melakukan hal yang memalukan di luar ini tidak akan ada masalah bagi keluarga mu" kata Wang dengan panjang lebar


"Aku sudah mengatakan semua yang harus kukatakan, jika kau masih keras kepala maka sampai mati kau tetap sendiri tidak ada yang akan menangisi mu, dan jika kau hidup maka kau tidak akan bisa mendengar panggilan dari anak dan menantu mu sebagai papa, dan jika mereka memiliki anak kau juga tidak akan mendengarnya memanggil mu kakek" ujar Wang dengan merasa kecewa


"Li Suen, sebenarnya bahagia itu tidak sulit, hanya saja kamu yang mempersulitkannya, sehingga semua orang yang di sisi mu tidak merasa bahagia, aku yakin jika kakak ipar tahu sifat mu ini dia pasti akan merasa sedih" ucap Wang dengan menghela nafas


Setelah beberapa menit kemudian Wang pergi meninggalkan Li Suen, dan tinggallah Li Suen seorang diri di ruangan bacanya, dengan duduk sambil mengingat semua perkataan sahabatnya itu tadi


"Apakah aku salah jika aku ingin menantu ku dari kalangan atas? apakah aku salah jika aku melakukannya demi keluarga?" batin Li Suen


Li Suen kemudian beranjak dari rumahnya dan mengendarai mobil sendiri menuju ke suatu tempat


Li Suen pergi ke kuburan mendiang istrinya yang telah lama meninggal karena sakit di saat putra mereka baru berusia 12 tahun, Li Suen melihat nisan istrinya dengan penuh penyesalan dan menarohkan bunga di depan makam istrinya

__ADS_1


__ADS_2