
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Zheng Yuan yang tiba-tiba muncul dengan menatap tajam ke arah asisten rumah tangga
"Dan apa masih belum cukup dengan apa yang kau lakukan selama ini pada ku dan Xiang Li, tuan Li Suen?" tanya Zheng Yuan dengan merasa hampa
Melihat kemunculan Zheng Yuan yang tiba-tiba muncul Li Suen dan asisten rumahnya merasa terkejut
"Tuan muda" sapa asistennya dengan ramah
"Kenapa? bukankah kau sibuk dan ingin menganiayai orang lagi? lakukan saja kalau kau mau, percaya atau tidak aku akan memasukkan mu ke penjara" kecam Zheng Yuan dengan kesal
"Zheng Yuan, kenapa setiap kali kau pulang pasti marah-marah? dia tidak melakukan apa pun" ujar Li Suen dengan berpura-pura bersikap santai
"Marah? apa Tuan besar tidak tahu mengapa aku harus marah? demi ingin memisahkan ku dengan Xiang Li kau tega melakukan hal begini padanya, bertemu dengannya dan beri obat dan setelah dia tidak sadar kau ingin pria lain melakukan hal yang tidak seharusnya, dan kemudian ingin sebar ke media, apakah hati mu sudah mati sehingga tega melakukan hal seperti ini sehingga harus menghancurkan hidup gadis itu hanya demi keegoisan mu?" bentak Zheng Yuan
"Tuan Li Suen, kenapa kau bisa semakin tua semakin egois apa kau tidak takut dengan adanya KARMA? apa masih belum cukup atas semua yang kau lakukan kepada kami selama tiga tahun ini?" bentak Zheng Yuan dengan nada tinggi
"Apa yang kau katakan? apa dia menghasut mu lagi?" ketus Li Suen
"Jangan menuduhnya jika kau yang melakukan kesalahan, jangan membela diri dan ingin menutupi semua yang kau lakukan, apa kau ingin aku meninggalkan semua yang di sini..ha? Li Yuan dan rumah ini aku akan tinggalkan semuanya" bentak Zheng Yuan dengan emosi tinggi
Li Suen yang merasa kesal karena di ancam oleh putranya sendiri maka dirinya pun melayangkan telapak tangan ke wajah Zheng Yuan
Plak...
Tamparan mengenai wajah Zheng Yuan
__ADS_1
"Aku yang membesarkan mu, tapi kau malah menentang ku demi wanita liar itu" ketus Li Suen dengan nada tinggi
"Kau jangan salah Tuan Li Suen, aku menentang mu bukan karena dia, tapi karena kesalahan mu yang mengabaikan mama ku, dan membawa pelacur itu ke rumah dan di jadikan sebagai istri mu, jika kau bisa bersama berhubungan dengan pelacur itu sampai melukai perasaan mama ku, lalu kenapa aku tidak boleh bersama dengan wanita yang ku cintai? wanita pilihan ku adalah wanita bersih tidak seperti dirimu yang bisa bersama dengan pelacur kotor itu bukankah ini lebih memalukan?" bentak Zheng Yuan dengan kesal
"Kau semakin kurang ajar" ketus Li Suen
"Bukan aku yang kurang ajar tapi sikap mu yang egois dan kejam pada orang yang tidak bersalah ini membuat ku sangat muak" teriak Zheng Yuan dengan mata berkaca kaca
"Kau jangan lupa kau adalah anak ku, jadi kau harus mendengarkan ku" ujar Li Suen dengan tegas
"Mendengarkan mu? apa kau mengira kau pintar menilai seseorang? Shen Mei istri mu adalah pelacur dan lebih parahnya dia hamil dengan pria lain demi ingin uang mu, dan Li Na wanita yang kau pilih untuk menjadi menantu dia juga tidur dengan pria lain. Tuan besar Li Suen, kau ingin menghancurkan hidupku dan ikuti pilihan mu? aku tidak bisa seperti mu yang sudah memiliki istri masih tidur dengan wanita lain dan istri mu baru meninggal kau sudah tidak sabar menikahinya, aku tidak sehebat mu yang begitu murahan" kata Zheng Yuan dengan nada ketus
"LI ZHENG YUAN, kenapa kau semakin lama semakin kurang ajar pada ku?"
"Kau sangat mengecewakan ku, kau adalah satu-satunya ahli keluarga ku tapi kau lah yang sering menyakiti ku, aku sangat kecewa pada mu, kau sudah memisahkan kami selama 3 tahun jika kau masih berlanjut melakukannya percaya atau tidak aku akan putuskan hubungan ku dengan mu, dan aku lebih rela hidup sederhana bersama Xiang Li dari pada hidup mewah di sini tapi aku tidak pernah merasa bahagia" ketus Zheng Yuan
"Kau menyembunyikan kebenaran, kau tidak ingin ingatan ku pulih, dan sengaja ingin aku menikahi wanita lain"
"Apa maksud mu?"
"Fan Lian Cheng adalah kekasih Xiang Li dan aku adalah Fan Lian Cheng, kau menyembunyikan semuanya pada ku, hanya karena Xiang Li bukan berasa dari keluarga kaya maka kau mengunakan segala cara untuk memisahkan kami, kau sangat egois" ketus Zheng Yuan
"Apa kau sudah ingat semuanya?"
"Kenapa? kau takut? aku baru sadar ternyata papa ku bukan hanya bisa hancurkan hidup mama ku tapi juga aku, apa kau tahu kau melakukan ini hanya akan membuat ku lebih jauh dari mu" kecam Zheng Yuan
__ADS_1
"Kau melawan ku demi dia, tapi kau jangan lupa dia hanya ingin uang mu saja, jika tanpa uang aku yakin dia akan segera meninggalkan mu"
"Dia bukan seperti yang kamu bayangkan, karena diri mu memiliki banyak uang jadi kau merendahkan orang lain, jangan karena sudah kaya maka ingin menginjak ke atas kelapa orang" ketus Zheng Yuan dengan kesal
setelah beberapa menit kemudian Zheng Yuan yang merasa marah besar keluar dari Villa keluarganya
"Tuan besar, tuan muda sudah kembali ingatannya" ujar Asisten rumah tangga itu
"Ini tidak seharusnya terjadi" ucap Li Suen
Nada panggilan masuk ke handphone milik Li Suen
"Hallo" jawab Li Suen yang menerima panggilan itu
"Li Suen, Zheng Yuan datang mencari ku, aku tidak bisa berbohong lagi, aku beda dengan mu, kau melakukannya demi diri mu sendiri, tapi aku adalah dokter jadi aku sudah beritahu semua padanya" jelas dokter Wang yang di seberang sana
Setelah beberapa saat kemudian mereka memutuskan panggilannya
Mendengar penjelasan dokter Wang, Li Suen hanya bisa mengelus dada semua yang dia lakukan telah di ketahui oleh Zheng Yuan
"Tuan besar, Anda tidak apa-apa?"
"Dia sudah tahu semuanya, rencana ku sudah gagal, dia membela wanita itu mati-matian, aku tidak mungkin kalah dari wanita itu, dia hanya rumput liar dan aku adalah ayah Zheng Yuan, aku tidak percaya jika anak ini akan memberontak demi wanita itu" kata Li Suen dengan kesal
Dalam perjalanan
__ADS_1
Zheng Yuan melajukan mobilnya karena merasa kesal pada sifat ayahnya yang begitu mementingkan diri sehingga berusaha melakukan apa pun pada Xiang Li dan Zheng Yuan
"Tiga tahun. sudah selama itu aku tidak tahu jika aku memiliki seorang kekasih, aku sudah di bodohi oleh orang tua itu, sangat membuat ku muak dengan sikap egoisnya" gumam Zheng Yuan