
"Buat dia mabuk?" tanya Shen Ni dengan penasaran
"Iya, buat Paman mabuk. dan di saat itu Bibi dan Paman akan memiliki anak sendiri, bukankah ini ide yang bagus?" ucap Li Na dengan senyum
"Ada benarnya kata wanita ini, kenapa aku malah tidak terpikirkan, jika si tua itu tidak bisa aku hanya mabukan dia dan biar dia mengira jika aku hamil anaknya, sementara aku tidak perlu mengunakan pengaman lagi jika berhubungan dengan Shu Yang agar aku hamil anaknya dan bisa mengunakan kehamilan ku untuk mendapatkan harta dari si tua itu, maka di saat itu dia tidak akan hanya fokus dengan anaknya itu" batin Shen Ni
"Betul juga kata mu. Li Na, bibi tidak menyangka jika kamu bisa memikirkan cara ini"
"Bibi, Paman begitu kaya jika tidak melahirkan anaknya ini sangat di sayang kan sekali"
"Kalau begini maka akan ku lakukan, buat Paman mu mabuk"
"Benar" jawab Li Na dengan senyum
"Hanya membuatnya mabuk ini tidak sulit, tapi hanya Shu Yang yang bisa memuaskan ku, maka aku akan hamil anak Shu Yang dan kemudian mengambil semua harta si tua itu kemudian pergi bersama Shu Yang" batin Shen Ni dengan senyum
Villa Keluarga Li.
"Suen ge, habiskan minuman ini aku baru beli dengan harga yang tinggi" kata Shen Ni yang sedang menuangkan minuman alkohol di gelasnya
"Ini akan membuat ku mabuk" jawab Li Suen yang sedang melihat botol yang bermerk Red Wine tersebut
"Tidak apa-apa, kan di rumah sendiri, lagi pula minuman ini enak juga" kata Shen Ni dengan niat ingin memabukkan suaminya itu
Setelah menghabiskan 2 botol minuman Li Suen pun tidak sadarkan diri karena merasa pusing dan menghabiskan terlalu banyak minumannya
Di saat itu Shen Ni meminta bantuan pelayan rumah tangga untuk membawanya ke kamar dan tidurkan di kasur empuknya. setelah pelayan keluar dari kamarnya, Shen Ni sengaja melepaskan semua pakaian suami dan dirinya. Shen Ni lalu tidur di samping suaminya yang sedang mabuk itu tanpa balutan apa pun di tubuhnya.
Keesokan harinya..
Li Suen yang mabuk dan tidur semalaman tidak bisa mengingat kejadian semalam, di saat membuka matanya dia melihat jika dirinya tanpa pakaian begitu pula dengan istrinya yang masih tidur di sampingnya itu.
Tidak lama kemudian Shen Ni membuka matanya..
"Selamat pagi, Suen ge" ucap Shen Ni dengan senyum
"Selamat pagi" balas ucapan Li Suen
__ADS_1
"Suen ge, aku tidak menyangka di saat mabuk diri mu sangat keras"
"Semalam aku melakukannya?" tanya Li Suen dengan heran, karena dia tidak bisa mengingat apa pun jika ada menyentuh istrinya
"Benar, kau melakukannya selama satu jam tanpa mau berhenti, setelah itu kau ketiduran karena kelelahan" jawab Shen Ni dengan berbohong
"Aku melakukannya semalam? kenapa aku tidak merasakan apa-apa? sepertinya aku tidak merasakan apa pun" batin Li Suen dengan dengan rasa curiga
"Suen ge, aku sangat berharap jika aku bisa melahirkan anak mu" kata Shen Ni dengan memeluk tubuh Li Suen
"Kita sudah tua, lagi lupa Yuan er juga putra mu" jawab Li Suen yang bangkit dari tidurnya
"Tapi aku ingin melahirkan untuk mu" kata Shen Ni yang ikut bangkit dari tidurnya
"Shen Ni, usia kita tidak muda lagi" ucap Li Suen yang memakai pakaiannya
"Kenapa tidak ingin anak dari ku?"
"Shen Ni, usia mu juga tidak muda lagi, ini hanya akan membahayakan mu" jawab Li Suen yang berjalan menuju ke kamar mandi
Li Yuan Group
" Xiang Li, karena pengajuan mu di tolak maka kerja saja di sini dengan hati yang tenang, atasan kita kelihatannya tidak permasalahkan lagi kejadian itu" ujar Su La yang sedang duduk di kantin
"Iya, hanya saja aku tidak tahu apa bisa aku berhadapan dengannya" jawab Xiang Li yang masih belum bisa menerima kepergian kekasihnya itu
"Aku mengerti perasaan mu, tapi mengelak juga bukan jalan keluarnya, semakin mengelak hanya semakin dalam rasa sedih mu" kata Su La
"Benar kata mu, aku harus menghadapinya walau belum bisa, aku akan sering melihat wajahnya itu dan aku juga harus menerima kepergian Lian Cheng" ujar Xiang Li
"Xiang Li, Su La, kalian di sini" suara panggilan Chow Jiang yang menghampiri mereka
"Manager Chow" balas sapaan serentak Xiang Li dan Su La yang bangkit dari kursinya
"Sekretaris Fa mengatakan jika atasan kita mentraktir makan malam bersama" jelas Chow Jiang
"Makan malam bersama? selama ini sepertinya belum pernah atasan kita mentraktir kita makan" sebut Su La merasa heran
__ADS_1
"Ini untuk memberi semangat bagi karyawan lama dan karyawan baru, jadi kalian harus hadir, setelah lepas kerja kita semua sam-sama pergi ke restoran" jelas Chow Jiang
"Baiklah, sampai jumpa malam ini" ucap Su La dengan senyum
"Aku sudah sampaikan pesanan Fa Wei maka aku pergi dulu" ucap Chow Jiang yang melangkah pergi meninggalkan kantin
"Ada angin apa dengan bos kita, tiba-tiba saja ajak makan dengan karyawan?" kata Su La dengan penasaran
"Tidak tahu. Su La, apa menurut mu aku harus pergi?" tanya Xiang Li yang masih merasa ragu untuk bertemu dengan atasannya itu
"Kenapa? apa kamu masih takut jika dia menyalahkan mu?"
"Bukan itu, hanya saja aku yang tidak berani melihatnya karena aku takut bisa menangis" jawab Xiang Li dengan merasa sedih
"Xiang Li, diri mu tidak bisa hidup dengan masa lalu, lihatlah ke depan dan majulah, jika diri mu tidak bisa menerima kepergiannya bagaimana kamu memulakan hidup baru, siapa pun Li Zheng Yuan dia bukanlah Fan Lian Cheng" bujuk Su La yang berusaha ingin membangkitkan semangat temannya itu
"Iya. Su La, benar kata mu, aku akan berusaha melupakan masa lalu, malam ini aku akan datang" jawab Xiang Li dengan senyum
Sebuah hotel mewah.
Shen Ni bertemu dengan kekasih gelapnya di sebuah hotel mewah..seperti biasanya mereka melakukan hubungan bad*n selama berjam-jam di kamar itu.
Niat Shen Ni ingin hamil agar bisa membohongi suaminya itu demi ingin mendapatkan harta keluarga Li.
"Shen Ni, kenapa kali ini tidak ingin aku memakai pengaman?" tanya Shu Yang yang sedang menyetub*hi wanita itu
"Aku ingin hamil, maka buatlah aku hamil" jawab Shen Ni yang sedang menikmati pergerakan Shu Yang
"Kenapa tiba-tiba saja kamu ingin hamil? bukankah akan bahaya jika di ketahui oleh si tua itu?" tanya Shu Yang yang menghentikan aksinya
"Tenang saja, jika aku hamil aku kan bisa mengatakan jika anak ni adalah anaknya, di saat itu kita bisa mendapatkan hartanya" jawab Shen Ni dengan senyum
"Benar juga, kau semakin pintar saja" jawab Shu Yang dengan melanjutkan aksinya dengan liar
"*Wanita ini tidak tahu jika aku hanya ingin tubuhnya saja, setelah aku merampas hartanya maka di saat itu aku akan kabur" batin Shu Yang
"Li Suen, sebentar lagi kau pasti akan mendengar kabar gembira dari ku, Shu Yang jauh lebih kuat dari mu, jika bukan karena uang mana mungkin aku masih mau tidur dengan mu setiap malam" batin Shen Ni*
__ADS_1