
Di dalam perjalanan Zheng Yuan karena merasa kesal dia melajukan mobilnya, dan di saat yang sama ada mobil yang melaju dari lawan arah, demi ingin mengelak dari mobil itu Zheng Yuan langsung banting setir ke arah kanan sehingga menabrak tiang listrik yang di tepi jalan itu
Brak...
Tabrakan mobil yang kuat mengenai tiang listrik sehingga membuat kepala Zheng Yuan terbentur setir mobilnya dengan kuat
Bruk..
Di saat terbentur Zheng Yuan merasakan sakit yang luar biasa, di bagian dahinya telah mengeluarkan darah yang mengalir ke wajahnya, Zheng Yuan menyandarkan kepalanya di kursi supir sambil memejamkan matanya
Di saat Zheng Yuan ingin mengambil handphonenya dan ingin menekan nomor seseorang tiba-tiba saja kepalanya muncul bayangan yang masih kabur di ingatannya
"Aaaargghhh" jeritan Zheng Yuan yang sambil memegang kepalanya dengan menahan sakit akibat bayangan yang muncul di kepalanya
Bayangan yang tiba-tiba muncul itu adalah bayangan seorang wanita yang sedang tersenyum akan tetapi bayangan itu masih kabur di dalam ingatannya, tidak lama kemudian Zheng Yuan pun tidak sadarkan diri
Villa Zheng Yuan
Xiang Li yang sedang menunggu kepulangan Zheng Yuan sedang duduk di ruang tamu sambil melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 7 malam
"Aneh kenapa belum pulang? Zheng Yuan juga tidak berada di perusahaan, apa dia pulang ke rumahnya ya?" batin Xiang Li
"Aku coba saja pastikan dulu" gumam Xiang Li yang ingin menekan nomor di hanphonenya akan tetapi dia mengurungkan niatnya dan meletakkan handphone di sofa
"Bagus aku jangan menghubunginya jika tidak maka ayahnya pasti akan marah besar jika tahu aku yang menghubunginya" batinnya
Sesaat kemudian nada panggilan masuk di handphone milik Xiang Li.
Di saat melihat nama Zheng Yuan, Xiang Li pun langsung tersenyum dan menjawab panggilan itu
"Hallo!! Zheng Yuan, kau di mana?"
"Nona Xiang Li, ini dari pihak rumah sakit, tuan Li kecelakaan mobil"
"Kecelakaan..?" ucap Xiang Li yang merasa cemas sehingga gemetaran
"Di rumah sakit mana?" tanya Xiang Li yang bangkit dari sofa
Setelah tahu alamat rumah sakitnya Xiang Li pun bergegas keluar dari Villa dan menuju ke sana
Setelah beberapa menit kemudian Xiang Li tiba ke rumah sakit
Xiang Li langsung berlari masuk ke dalam dan mencari keberadaan Zheng Yuan
__ADS_1
Di salah ruangan seorang dokter keluar dari ruangan itu sambil melepaskan maskernya
"Dokter, apakah pasien yang di dalam adalah Li Zheng Yuan?" tanya Xiang Li dengan yang berjalan menghampiri Dokter itu
"Apakah anda adalah pihak keluarganya?" tanya dokter itu
"Bukan, saya adalah kekasihnya"
"Tuan Li masih belum sadar, luka di kepalanya mengeluarkan banyak darah, akan tetapi tidak bahaya" jelas dokter
"Dokter, kapan Zheng Yuan akan sadar?"
"Ini bergantung padanya, kondisinya masih lemah karena kekurangan banyak darah, jadi mungkin saja dalam 3 hari ini dia akan sadar" jawab dokter
"Terima kasih dokter" ucap Xiang Li dengan sopan
"Fa Wei belum tahu aku harus menghubunginnya" kata Xiang Li yang mengeluarkan handphonenya
"Hallo" jawab Fa Wei yang di seberangnya
"Fa Wei, Zheng Yuan kecelakaan"
Setelah Xiang Li memberitahu alamat rumah sakit mereka lalu memutuskan panggilannya
"Zheng Yuan, kenapa bisa begini? apa yang terjadi? pihak rumah sakit mengatakan jika warga sana yang mengantar mu ke sini, mobil mu menabrak tiang" kata Xiang Li yang duduk di samping ranjang
Klek
"Nona Shu" suara panggilan Fa Wei yang baru masuk ke kamar itu
"Fa Wei" sahut Xiang Li yang menoleh ke arah Fa Wei
"Apa kata dokter?" tanya Fa Wei yang melihat ke arah Zheng Yuan
"Lukanya mengeluarkan banyak darah, dan kondisi tubuhnya agak lemah, jadi mungkin saja 3 hari baru sadar" jawab Xiang Li dengan khawatir
"Untung saja tidak bahaya" ucap Fa Wei dengan menghela nafas
"Fa Wei, besok apa aku bisa minta cuti? aku ingin menjaga Zheng Yuan di sini"
"Bisa, jika begitu maka aku akan urus kerja di Li Yuan, kejadian ini di tutupi dulu sementara, agar tidak ada media yang datang kemari"
"Iya, aku mengerti" jawab Xiang Li
__ADS_1
"Fa Wei, Zheng Yuan mengalami kecelakaan bukankah harus memberitahu tuan besar Li?" tanya Xiang Li
"Untuk sementara jangan dulu, kita lihat dulu setelah tiga hari, jika tuan Li sudah sadar maka kita tidak perlu memberitahunya" jawab Fa Wei
"Baiklah kalau begitu, apakah tidak apa-apa? soalnya tuan besar satu-satunya ahli keluarga Zheng Yuan"
"Tidak masalah, lagi pula dokter tidak mengatakan nyawa tuan dalam bahaya" jawab Fa Wei
Villa keluarga Li
"Anak ini sudah tahu semuanya, kelihatannya aku tidak bisa lagi melanjutkan rencana ku untuk mengusir ****** itu" batin Li Suen
"Li Zheng Yuan berkali-kali demi dia melawan ku, dari dulu sampai sekarang tetap pilihannya jatuh ke tangan wanita itu, kenapa selalu wanita itu yang mengalahkan ku, rumput liar jangan mengira jika anak ku ada di pihak mu maka diri mu bisa merasa bangga" gumam Li Suen dengan merasa kesal
"Tuan, gawat." teriak asisten rumah tangganya
"A Zhao, ada apa kenapa kau berteriak seperti ada masalah besar saja?" tanya Li Suen dengan merasa risih
"Tuan besar, tuan muda kecelakaan" jawab A Zhao dengan merasa cemas
"Apa? kecelakaan?" tanya Li Suen yang bangkit langsung dari tempat duduknya
"Benar"
"Bawa aku ke sana langsung" ucap Li Suen yang langsung melangkah ke arah pintu keluar
Di malam itu Li Suen langsung bergegas ke rumah sakit, sementara Fa Wei dan Xiang Li berada di dalam kamar sedang menjaga Zheng Yuan
"Nona Shu, bagaimana kalau kamu pulang dulu, biarkan aku yang menjaga tuan Li saja" kata Fa Wei dengan berdiri di ujung ranjang
"Aku ingin menjaga Zheng Yuan malam ini. Fa Wei, bagaimana kalau kamu pulang karena besok kau harus bekerja, selama Zheng Yuan di sini kau pasti akan lebih sibuk di Li Yuan group"
"Aku tidak masalah, biarkan aku menjaganya di malam hari, dan di siang hari kita baru gantian"
"Aku besok tidak bekerja, bagaimana jika kita gantian, sekarang kau tidur saja dulu, biar aku yang menjaganya"
Klek
"Tuan besar" sapa Fa Wei yang melihat Li Suen yang baru masuk ke dalam kamar
"Fa Wei, kenapa masalah begitu besar kau tidak memberitahu ku?" bentak Li Suen dengan menghampiri Fa Wei
Di saat Li Suen menghampiri Fa Wei dia melihat Xiang Li duduk di samping ranjang itu
__ADS_1
"Tuan besar" sapa Xiang Li dengan sopan