Nona Muda Dan Sekretaris

Nona Muda Dan Sekretaris
13. Di permalukan


__ADS_3

"Orang yang kita perlakukan sebagai orang yang istimewa di hati kita."


"Ohhh."


"Aku yakin kamu tak paham yang aku bilang, Artur." Tebak Camelia.


"Ha? Terlihat jelas ya?" Camelia dibuat gemas sendiri dengan tingkah polos Artur.


"Kamu datang sendiri, Ar?"


"Iya, siapa lagi kalau bukan sendiri."


"Ayo, ku ajak kamu berbaur dengan yang lainnya." Camelia menarik tangan Artur menuju ke tempat makanan.


"Ti-tidak perlu. Aku lebih baik di pojokan saja." Meskipun Artur menolak, Camelia tak mengindahkannya. Sambil menarik tangan Artur, dia menerobos keramaian menuju tempat di sediakannya berbagai macam makanan.


"Selalu sendiri itu tidaklah hal yang baik, Artur. Sesekali nikmatilah suasana, seperti sekarang ini. Tidak peduli pada cemoohan dari orang, kamu tetaplah kamu. Jangan terlalu merendahkan diri." Artur terdiam, dia tidak bisa membalas perkataan Camelia. Sebab, hal yang diucapkan Camelia ada benarnya. Dia tetaplah dia. Tidak peduli banyak orang yang menghinanya.


"Nah! Kita sampai!" Di depan mata tersajikan berbagai macam olahan makanan. Dari makanan ringan sampai berat, juga ada kue-kue kering yang menggugah selera makan.


"Buka mulutmu, Artur."


Camelia menyodorkan kue kering ke arahnya. Merasa tidak enak, Artur pun mengambil kue kering itu dari tangan Camelia dan memakannya.


"Bagaimana?" Tanya Camelia dengan mata berbinar-binar.


"Gurih dan enak."


"Apa kamu mau coba makan yang lain, Ar?"


"Boleh?"


"Bolehlah! Gak mungkin tamu di biarkan kelaparan, nanti tuan rumahnya di amuk, hehehe."


Artur pun mulai mencicipi kue-kue kecil yang ada di atas meja. Dia menikmati saat ini.


"Artur, cobain deh yang ini. Manis loh, buka mulutmu. Aaaaa~." Camelia kembali menyodorkan makanan ke mulut Artur. Dan kali ini, dengan senang hati Artur menyambut makanan yang Camelia sodorkan.


"Enak kan?" Artur mengangguk dengan semangat.


"Ar, aku mau yang di tanganmu. Sekarang giliran suapin aku." Merasa tidak ada yang salah, Artur menyuapi Camelia. Wajah Camelia memerah seketika, serta memalingkan wajahnya.


"Uhuk... uhuk."


"Minum air, Lia." Artur menyodorkan air botol yang ada di dekat mereka.


"Makasih."


"Muka mu kenapa merah?" Artur menatap ke arah Camelia, yang membuat Camelia salah tingkah.


"Bu-bukan apa-apa. Jangan lihat aku terus."


"Oke."


Sementara dari kejauhan, seseorang tengah mengepalkan tangannya. Menatap tak suka ke arah Artur dan Camelia.


"Sial!"


Dia memilih mengalihkan pandangannya, dan mendekati kumpulan Jonas.


"Jonas." Yang dipanggil pun mengarahkan fokusnya ke sumber suara.


"Ada apa?"


"Apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?" Tanya orang itu dengan penuh misterius.

__ADS_1


"Berapa bayaran mu kali ini?"


"Lima ratus." Mendengar hal itu, Jonas langsung berdiri dari duduknya.


"Apa yang perlu ku lakukan?" Tanya Jonas sambil merangkul orang tersebut.


"Permalukan dan jatuhkan harga dirinya."


"Heh, itu mudah lihat saja nanti. Tapi aku masih tidak mengerti, kenapa kau menyelamatkan dia dan kau juga yang menjatuhkannya?" Orang itu melepaskan rangkulan Jonas dan berdiri dengan tegak sambil mengarahkan pandangannya pada Artur dan Camelia.


"Aku hanya ingin membuatnya sadar akan posisinya. Yah, itu bukan urusanmu." Senyum bak iblis tercipta di wajahnya, membuat Jonas sendiri bergidik ngeri.


'Untung bukan aku yang mencari masalah dengannya. Memang orang yang licik.'


✨✨✨


"Terimakasih, Lia. Jika bukan karena mu, aku pasti masih menjadi orang yang menyedihkan,yang berdiri di pojok ruangan." Ucap tulus Artur, yang membuat degup jantung Camelia berdetak tak karuan, dan wajahnya kembali memerah.


"Itu bukan masalah, Ar. Lagipula, aku juga tidak suka melihat perundungan. Semua orang harus diperlakukan secara adil."


"Lia pintar sekali, aku di buat kagum."


"Itu-itu bukan apa-apa. Aku gak sepintar yang kamu kira." Camelia menghela nafas sejenak, lalu dia memperhatikan sekitarnya.


"Maaf juga, Artur. Aku dulu sama seperti mereka, yang hanya bisa melihat saat kamu ditindas. Aku hanya bisa bicara saat semua orang sudah bubar. Aku benar-benar pengecut." Mendengar ungkapan Camelia, Artur tersenyum lembut dan menatap ke arah kerumunan teman-teman sekelasnya.


"Jangan menyalahkan diri, Lia. Itu salahku karena aku yang terlalu lemah. Aku sangat berterimakasih padamu dan juga David, yang masih mau berbicara dan berteman denganku. Kamu dan David sudah banyak membantuku, saat SMA dulu."


"Tapi sekarang aku sudah kuat, Ar. Tenang saja, saat mereka menghinamu aku akan membalasnya! Aku tidak akan membiarkanmu ditindas lagi!" Ucap Camelia menggebu-gebu, membuat Artur tertawa kecil karena tingkah lucunya.


"Baik-baik, aku percaya padamu." Balas Artur.


"Kalau kamu percaya, usap kepalaku Artur."


"Ha?" Artur di buat kebingungan dengan tingkah Camelia. Sementara Camelia sudah memasang wajah imutnya.


"O-oke." Tangannya sedikit ragu untuk menggapai kepala Camelia, namun tetap mengusap pucuk kepala Camelia dengan lembut.


"Sudah kan?" Camelia mengangguk dengan senyum lebarnya.


"Ah, rasanya aku mau menghabiskan waktu lebih banyak denganmu Artur."


"Lihat ada pasangan tak serasi disini!" Ucap lantang Jonas yang tiba-tiba muncul bersama kelompoknya.


"Kami bukan seperti yang kamu bilang." Sargah Artur.


"Memangnya apa masalahmu, Jonas? Apa hubungannya jika aku dan Artur dekat?!" Sentak Camelia yang menghadang Jonas untuk mendekati Artur.


"Artur! Apa kau hanya bisa bersembunyi dibalik perempuan?" Ejek Jonas.


"Mungkin dia terbiasa bersembunyi di balik rok ibunya!" Tambah yang lainnya,yang masih teman sekumpulan Jonas.


"Hahahaha, atau mungkin dia adalah simpanan tante tante?"


"Diam kalian! Artur tidak seperti yang kalian katakan!"


"Camelia, kau cukup diam. Kami hanya berurusan dengan si pecundang, Artur." Ketus Jonas sambil menyingkirkan badan Camelia dengan mudah.


"Artur kau itu tidak punya cermin ya? Kau itu tak pantas bersama Camelia. Dia itu bunga, dan kau itu lalat!" Ucap Jonas tepat di wajah Artur. Sementara Artur masih bergeming di tempatnya.


"Hei, Jonas! Kau sudah keterlaluan!"


Karena keributan yang mereka buat, perhatian seluruh orang pun tertuju pada Jonas dan Artur.


"Hentikan! Jangan memotret jangan videokan!" Teriak Camelia, namun tidak ada yang mendengarkannya. Dia sudah tertarik jauh dari tempat Jonas dan Artur. Kerumunan orang kepo sungguh membuatnya kesal.

__ADS_1


Jauh di depan sana, Jonas masih menghina dan merendahkan Artur diikuti kumpulannya. Dan dibumbui oleh gosip netizen yang pedas.


"Kenapa kau diam saja, Artur? Apa yang aku bilang benar?" Merasa diabaikan oleh Artur, Jonas pun kesal sendiri. Dia kemudian menarik tangan Artur menuju ke tengah-tengah ballroom.


"Ayo kita bersulang untuk Artur! Karena dia berhasil menarik perhatian Camelia." Jonas mengangkat gelas wine nya, sementara yang lainnya hanya terdiam menonton hal apa yang akan dilakukan Jonas selanjutnya.


"Ini untukmu, Artur Daffodil."


Creeeeek


Tes


Tes


Tes


Minuman beralkohol itu, di siramkan ke kepala Artur oleh Jonas. Dan setelahnya, Jonas mengusak rambut Artur, sehingga rambut Artur berantakan.


Kini rambutnya lengket, pakaiannya pun kotor, Artur merasa tak sanggup untuk menegakkan badannya lagi. Dia tak menyangka reuni kali ini direncakan untuk mempermalukannya. Andai saja dia ikut Nona mudanya, mungkin hal ini bisa terhindarkan.


"Kasihan, Artur."


"Aku tidak menyangka, Jonas sekejam itu."


"Artur sudah dipermalukan."


"Tapi siapa suruh dia mendekati Camelia, benar-benar tak tahu diri."


"Hahaha, bagaimana rasanya Artur?"


"Iwhh, menjijikkan! Siapa yang mau denganmu sekarang?"


"Hentikan! Hentikan, hiks...." Camelia tidak bisa melakukan apapun, dia benar-benar marah pada dirinya sendiri yang tak bisa menepati janji yang baru saja ia katakan pada Artur.


Tidak puas melihat Artur yang sudah basah kuyup, Jonas pun mendorong Artur hingga jatuh ke lantai.


"Huh, aku hanya sedikit menyentuhmu dan kau sudah jatuh? Aktingmu benar-benar buruk, Artur. Apa kita perlu ke rumah sakit?" Tanya Jonas dengan nada mengejek.


"Hahahaha." Tawa orang-orang anggota Jonas pun tertawa.


"Ada apa ini? Ribut sekali."


✨💸💸💸💸✨


Wah siapa tuh?


Apa dia akan menjadi penyelamat Artur?


Please kasihan Artur😭


Save Artur😭😭


Terimakasih atas kunjungannya, dan ingat like ya😍🙏


See you next chapter 👋👋👻


👇👇👇 Bonus♥️💙



ARTUR DAFFODIL



Ada yang penasaran sama visual Jonas?

__ADS_1


NAH INI JONAS YA!‼️


Ganteng sih tapi akhlak minus🤣🤣


__ADS_2