Nona Muda Dan Sekretaris

Nona Muda Dan Sekretaris
2. Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

"Aku diterima!"


"Secepat itu?" Artur juga tidak menyangka jika penyeleksian sekretaris sangat cepat.


"Boleh aku bertanya, Artur?" Mata Artur yang menatap ke ponsel kini terarah ke Nugraha--temannya.


"Apa kau tidak masalah menjadi bawahan seorang wanita?"


'Benar juga,' batin Artur.


"Jika itu aku, aku tidak ingin di perintah oleh seorang perempuan. Harga diri yang kumiliki rasanya tergores." Artur menegakkan badannya, menghadap Nugra.


"Lalu? Kenapa jika aku akan melayani seorang perempuan?"


"Kasta perempuan ada di bawah laki-laki. Mereka yang biasanya mengurus rumah tangga, tidak bisa mengambil tanggung jawab besar."


"Aku tidak tau apa yang kau maksud, Nugra. Tapi, aku akan menerima jabatan sekretaris itu. Aku memerlukan pekerjaan."


"Kalau kau tak nyaman, langsung resign saja. Di toko ku juga memerlukan pekerja."


"Oke. Terimakasih atas sarannya." Artur kemudian bangkit dari duduknya, dan meninggalkan Nugra.


βœ¨πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’Έ


"Elian, datanglah ke pernikahanku seminggu lagi." Laila memandang CEO di depannya dengan puppy eyes.


"Aku sibuk," balas Elian yang masih berkutat dengan laptopnya.


"Ini sekali seumur hidupku. Ayolah, kau harus datang aku sudah membawa undangannya untukmu." Mata Elian melirik ke arah samping, sebuah undangan pernikahan yang Laila sodorkan.


"Aku malas."


"Tidak ada alasan! Pokoknya kamu harus datang." Elian meregangkan otot jarinya, kemudian membuka undangan bersampul warna putih itu.


"Aku boleh datang sendiri kan?" Mata Laila langsung berbinar-binar, dia lalu memeluk erat Elian.


"Boleh! Asal kamu datang aja."


"Ya ya. Aku datang cuma sebentar." Ucap Elian sembari melepaskan pelukan Laila yang menyesakkan.


"Tapi kalau kamu mau, bisa ajak pasanganmu nanti. Kasihan jika melihat mu datang sendiri, sementara yang lain menggandeng pasangannya. Terlihat sekali....."


"Apa?" Mata tajam Elian memandang ke arah Laila. Laila yang tidak ingin menyulut emosi CEO pun hanya tersenyum.


"Enggak, hehe. Kamu datang sendiri aja deh. Oh ya! Ini surat pengunduran diriku, mulai besok aku sudah bukan sekretaris mu lagi. Aku akan disibukkan oleh persiapan pernikahan."


"Terimakasih untuk kerja kerasmu selama ini, Laila." Ucap tulus Elian dengan senyum yang menampilkan lesung pipi di sebelah kanannya. Langsung saja, Laila memeluk lagi Elian, namun tidak seerat tadi.


"Jangan sungkan ya, kalau kamu perlu bantuan. Aku temanmu kan?" Elian membalas pelukan Laila, dan mengangguk.


"Jangan merepotkan sekretaris barumu ya."


"Apa maksudmu?" Elian langsung menguraikan pelukan di antara mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu itu sering ceroboh dan keras kepala, aku aja di awal-awal pusing sama kelakuanmu, tapi akhirnya terbiasa juga."


"Aku gak merasa gitu."


"Terserah kamu. Tapi ku lihat, sekretaris barumu ini tampan! Cocok jadi pasanganmu."


"Jangan ngaco, udah mending kamu keluar." Elian mendorong punggung Laila menuju ke pintu keluar ruangannya.


"Awas ya sampe kepincut sekretaris sendiri."


"Aku masih pengen sendiri!"


Brakh!


Di tutupnya pintu ruangan dengan keras oleh si pemilik. Langkah kakinya menuntunnya ke arah jendela transparan yang ada di belakang meja kerjanya.


"Aku masih ingin bebas," gumamnya.


*Keesokan harinya


Triiiiing


Bunyi alarm dari ponselnya, membuat Artur terbangun dari tidurnya. Jam menunjukkan pukul 05.30, waktunya bersiap untuk bekerja di hari pertama!


Pukul 7 kurang lima belas menit, Artur sudah tiba di kantor. Dia langsung menuju ke tempat seseorang menunggunya.


"Selamat pagi Artur!" Sapa seseorang yang merupakan Laila. Hari ini, dia akan memberitahu hal apa saja yang akan Artur lakukan.


"Selamat pagi."


"Pertama, panggil CEO dengan Nona muda. Dia tidak suka dipanggil bos atau Presdir. Kedua, kamu harus siap sedia 24 jam jika saja Nona muda memanggil, ponselmu harus selalu aktif. Ketiga, biasanya Nona muda datang jam 9 pagi. Keempat, jangan masuk ruangan pribadinya yang ada di ruang kerjanya, kecuali kamu diizinkan. Meja kerja dan kursi mu ada di depan ruangan Nona muda. Dia baru datang 2 jam lagi, kamu bisa membersihkan tempat kerjamu, karena Nona muda tidak suka hal kotor sekecil apapun. Seterusnya, kamu sudah mengerti pekerjaanmu kan?"


"Baik, saya mengerti. Terimakasih atas informasinya."


"Tidak perlu sungkan kalau mau bertanya ya! Saya percayakan Nona muda padamu." Laila menepuk bahu Artur dan berlalu, dirinya masih harus melakukan banyak persiapan pernikahan.


Artur pun menuju mejanya. Benar saja, tempat yang digunakan Laila sangat berantakan dan kotor. Kulit permen berserakan di atas meja. Kertas-kertas yang tidak tersusun rapi. Tempat sampah yang ada di bawah meja pun penuh.


Dengan sigap, Artur mulai membersihkan meja kerjanya dan membuang sampah yang memenuhi tong sampah. Walaupun dia tahu, cleaning servis akan membersihkannya nanti.


*Tepat pukul 9 pagi


Dari tempatnya duduk, Artur melihat Nona mudanya sudah datang.


"Selamat pagi, Nona muda. Saya Artur, sekretaris baru Anda." Ucap sopan Artur sambil sedikit membungkukkan badan.


"Selamat pagi." Jawab singkat Nona muda dengan wajah datarnya yang kemudian membuka ruangannya dan menutupnya kembali.


Melihat reaksi Nona mudanya, Artur sedikit heran. Apakah dia melakukan kesalahan? Atau memang sifat Nona mudanya jutek?


"Sudahlah, Artur. Jangan dipikirkan." ucap Artur pada dirinya sendiri.


Artur kembali duduk, ada beberapa berkas yang harus di cek dan di tandatangani, hal itu sudah di jelaskan oleh Laila lewat sms.

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk!"


Setibanya Artur di dalam ruangan Nona muda, hal pertama yang ia lihat adalah Nona mudanya yang sibuk berkutat dengan laptopnya.


"Permisi, Nona muda. Ada beberapa berkas yang harus ditandatangani dan di cek kembali." Mata tajam Elian melirik sekilas ke arah dokumen yang Artur pegang.


"Taruh saja di meja saya." Artur dengan cepat meletakkan dokumen penting tersebut di meja yang Nona mudanya katakan.


"Kalau tidak ada hal lain, kamu bisa keluar." Suara dingin yang mengintimidasi, membuat Artur membungkuk dan segera meninggalkan ruangan CEO.


Drrtttt


Suara dari dering ponselnya, membuat Artur mengalihkan pandangannya dari pintu ruangan CEO.


Dia kemudian duduk di kursinya dan mengecek pesan yang masuk.


Nugraha


"Bagaimana hari pertama bekerja?"


^^^Anda^^^


^^^Lancar^^^


Setelah itu, Artur hanya diam menatap layar komputer. Hari ini tidak begitu banyak pekerjaan yang dilimpahkan padanya, mungkin karena hari pertama.


Artur yang tengah berada dalam lamunannya, dikejutkan oleh bunyi telepon yang ada di dekat komputer.


"Selamat siang, saya Artur sekretaris Nona muda, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya Nona muda! Masuk ke ruangan saya, ada hal yang perlu saya sampaikan."


Tut


Artur pun meletakkan gagang telepon kembali ke tempatnya. Dia terkejut, wajar saja dia baru saja di bentak oleh Nona mudanya.


"Apa salahku ya?"


Mengikuti perintah atasannya, Artur pun masuk ke ruangan Nona muda.


πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’Έβœ¨βœ¨


**Haiiiiiiiiiiiiiii


Aku harap kalian suka cerita aku 😍


Kalo suka jangan lupa like dan tambahkan komen biar rameπŸ‘»


Ada pertanyaan?


Ok kalo gak ada, see you all!

__ADS_1


Di next chapter!πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜**


__ADS_2