
"Kalian kelihatan serasi!!" Ucap heboh Laila. Elian pura-pura menutup wajahnya, malu melihat temannya itu bertingkah aneh di hari pentingnya sendiri.
"Oh iya La, ini hadiah buat pernikahan kalian. Semoga bermanfaat." Elian menyodorkan sebuah kotak ukuran sedang ke arah Laila.
"Makasih loh! Gak perlu repot-repot. Isinya apa El?"
"Rahasia. Lihat aja nanti."
"Iya-iya. Sini biar aku perkenalkan kalian ke temen-temen aku yang lain, mereka di sana." Tunjuk Laila ke arah kumpulan perempuan dan laki-laki.
Elian pasrah, tangannya di tarik paksa oleh Laila. Sementara itu, Artur juga mengikuti kemanapun Elian melangkah.
"Hai!" Sapa Laila, yang di sambut hangat oleh mereka.
"Eh hai, Laila."
"Selamat ya, atas pernikahannya."
"Semoga langgeng ya, sampai tua."
"Mantan lo mana, La?"
"Mati kali."
Di hadapkan oleh situasi seperti ini, Elian hanya bisa tersenyum canggung.
"Eh, kalian! Kenalin dia Bos ku, Nona Elian Anastasio. Dan di sampingnya ada sekretaris barunya, Daffodil."
"Laila di duakan, hehe." Komentar salah seorang teman perempuannya Laila.
"Woi gue kan udah resign, dongo! Gak ada yang di duakan!" Balas Laila.
"Mulutnya loh sayang." Tiba-tiba ada seorang pria yang sudah menggandeng lengan Laila. Dia suami resmi Laila.
"Maaf sayang." Ekspresi teman-teman Laila seolah mengekspresikan ingin muntah.
"Oh ya Elian, mereka temen-temen ku waktu SMA. Yang bergerombol sebelah timur baru temen-temen aku sewaktu SMP." Elian mengangguk dan tersenyum dengan anggun seperti orang berkharisma lainnya.
"Sekertaris nya udah punya pacar belum?"
"Nona Elian, anda sudah punya kekasih?"
"Nona Elian sangat menawan hari ini."
"Astaga, Daffodil buat hatiku berdebar!"
"Hati gak berdebar. Yang ada jantung, bodoh."
Melihat reaksi teman-teman Laila, Elian hanya mampu mengkode Laila dengan sorot matanya.
"Teman-teman sekalian. Maaf, tapi Nona Daffodil sudah berpasangan sama Artur. Jangan berharap dah ya, kalian. Nona Elian, mari saya antar untuk ke kursi kehormatan Anda." Laila menarik tangan Elian lagi untuk keluar dari kumpulan itu.
"Maksud kamu ngomong gitu apa, Laila Betricia?"
"Aduh, El. Itu cuma buat bantu kamu keluar dari situasi tadi. Tapi, kalo kalian bener jadi pasangan kan bagus. Aku nyambut tamu dulu, ya. Nikmati pestanya!" Laila pun meninggalkan Elian bersama Artur.
"Dasar Laila," gumam Elian.
"Apa Nona bosan?" Tanya Artur, ketika melihat Elian yang menampilkan raut wajah yang seolah tak menikmati pestanya.
"Di sini ramai."
Seketika timbul pertanyaan besar di pikiran Artur, atas jawaban Elian. Apa yang di maksud Nona Mudanya itu? Tentu saja pesta itu ramai.
__ADS_1
"Nona muda mau duduk?" Tawar Artur sambil menunjuk kursi yang letaknya tak jauh dari mereka.
"Oke. Kaki saya pegel dari tadi berdiri."
Dengan sigap, Artur menarik kursi untuk Elian. Melihat Artur yang tak ikut duduk, Elian pun bertanya.
"Kamu gak duduk?"
"Saya tidak bisa duduk di samping Nona muda."
"Kenapa? Kamu mau cosplay jadi patung berdiri?"
"Bukan begitu, Nona muda."
"Panggil Nona El saja."
"Baik, Nona El."
"Patuhi saya, duduk atau gaji mu saya potong." Ancam Elian, dan ancaman itu mampu membuat Artur mematuhi Elian. Walau merasa sedikit gugup untuk duduk di samping Nona mudanya, Artur tak mampu melawan perintahnya.
Elian menyandarkan punggungnya di kursi. Matanya menutup perlahan, dia sengaja membawa handsfree -- yakni headset bluetooth. Elian benar-benar tidak menyukai kebisingan ataupun keramaian.
Artur menolehkan kepalanya ke arah Elian yang terlihat seperti tertidur, padahal pestanya belum di mulai.
"Apa Nona mengantuk?" tanya Artur di dalam pikirannya.
Artur pun mendekatkan kursinya ke arah Elian. Bermaksud agar kepala Elian bisa bersandar di bahunya, jika di perlukan.
Elian yang tengah mendengar lagu pun tidak menyadari Artur yang terus menatapnya.
Dari kejauhan, Laila tersenyum penuh arti ke arah Elian dan Artur. Dia menyemangati Artur dalam hatinya, padahal ekspektasinya tidak sesuai realita.
Tak lama, acara pembukaan resepsi pun di mulai. Walau sedikit ragu untuk memberitahu Elian, Artur tetap melakukannya.
"Kamu terlalu dekat," tegur Elian.
"Maaf Nona El. Saya tidak bermaksud. Karena Nona El tidur, saya bersiap untuk menjadi sandaran Nona jika perlu bantal."
"Tidak perlu, kamu bisa menggeser kursi mu sedikit lebih berjarak dari saya."
"Maaf sudah membangunkan Nona. Acaranya sudah di mulai, Nona El."
"Terimakasih atas perhatiannya, tapi saya tidak tidur tadi. Saya cuma tidak suka kebisingan." Artur mengangguk paham, ada hal baru yang ia ketahui mengenai Nona mudanya.
✨✨
Sepanjang acara, Elian terfokus pada makanannya saja, yang sudah dibagikan di awal acara. Sementara, Artur menikmati setiap pertunjukkan yang tampil di panggung besar yang ada tak jauh di depannya.
"Artur, kamu tidak makan kue keringnya?" Pandangan Artur beralih ke Nona mudanya.
"Saya sedang tidak minat Nona." Balas Artur, tak lupa di akhiri dengan senyumannya.
"Baiklah, berikan ke saya saja." Artur mengangkat kedua alisnya, apa Nona mudanya tidak masalah untuk itu?
Artur tidak tau saja, Elian adalah sosok yang rakus pada makanan. Apapun makanannya, asal gratis dan tidak kadaluarsa, pasti sudah masuk ke perutnya.
"Kenapa? Kamu gak setuju?" Elian melipat tangannya di depan dada, tatapannya mengintimidasi Artur.
"Bu-bukan begitu Nona El. Tapi, saya rasa itu kurang pantas. Karena saya bawahan Anda." Elian mendengkus kesal, pemikiran Artur baginya sangatlah sempit.
Tidak tau saja, semboyan dalam hidup Elian itu adalah 'dimana ada makanan gratis, di sanalah ada Elian!'
"Jangan mengatur saya. Berikan saja kue keringnya." Artur mendesah pasrah. Dia pun memberikan kue keringnya ke Nona mudanya.
__ADS_1
"Perhatian! Setelah ini adalah acara dansa. Yang membawa pasangannya diwajibkan untuk ikut ya! Terimakasih!"
Laila mengumumkan hal tersebut lewat microphone. Tentu saja terdengar sampai di penjuru ruangan yang luas itu.
Meskipun mendengar pengumuman itu, Elian memilih abai. Dia juga tidak tertarik berdansa, bahkan dia juga tidak bisa berdansa.
"Nona El." Panggil Laila yang sudah berdiri di depan Elian.
"Ada apa?" Jawab santai Elian.
"Anda nanti wajib berdansa," bujuk Laila.
"Apa urusan saya? Saya tidak berminat."
Mendengar jawaban Elian, wajah Laila berubah masam. Dia sudah menebak, Bos nya ini memang sulit di bujuk.
"Ini wajib Nona El. Atau Anda ingin mempermalukan nama Anda, dengan tidak ikut berpartisipasi?" Elian memutar matanya jengah, Laila sangat suka memaksa. Elian pun mengacuhkannya, dan melanjutkan makan kue keringnya
"Nona El, ayolah ini sekali seumur hidupku. Aku ingin melihat mu berdansa dengan pasangan Anda." Ucap Laila sambil melirik Artur. Artur yang menyadari lirikan Laila pun berinisiatif bertanya Nona mudanya berdansa.
"Apa Nona El akan melewatkan acara dansa ini?"
"Ya Artur, jangan bertanya lagi."
"Kau tahu, Artur? Sebenarnya Elian tidak bisa berdansa, karena itu dia tidak mau ikut." Elian mengangguk, membenarkan ucapan Laila.
"Tidak masalah Nona El. Saya akan membimbing Anda untuk berdansa." Ucap Artur dengan semangat yang tercetak jelas di wajahnya.
"Saya tidak minat."
"Ayolah, El. Kamu gak kasihan lihat Artur yang semangat terus kamu patahin semangatnya?" Elian mendengarkan ucapan Laila dengan raut wajah lempeng. Dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan dansa.
"Pasti ini pertama kalinya Artur mengajak perempuan dan langsung di tolak, kan? Kamu gak berperasaan El!" Elian mengusap keningnya, Laila terus mendesaknya.
"Baiklah- Baiklah. Tapi jangan salahkan saya, kalau kakimu saya injak." Artur tersenyum dan matanya berbinar mendengar jawaban Nona El.
"Itu suatu kehormatan bagi saya, Nona Muda."
"Nah kan! Akhirnya mau juga. Ayo kalian siap-siap, sebentar lagi dansa mau di mulai."
"Semoga kalian bisa jadi pasangan yang serasi ya!" Ucap Laila.
"Apa maksudmu,, Laila?" Tanya Elian dengan tatapan menusuk ke arah Laila.
"Ma-maksud saya untuk dansa nanti semoga kalian bisa seirama." Setelahnya, Laila meninggalkan meja Artur dan Elian.
"Apa Nona gugup? Kalau begitu, Nona bisa memegang tangan saya."
✨💸💸💸💸✨
**Hai ada yang nungguin gak?
Gimana nanti kira-kira dansa Artur dan Elian?
Bakal seirama atau malah berantakan?
Hehe kan soalnya Elian gak bisa dansa 🤣 aku aja gak bisa
Oke sekian dari chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen ya!
Terimakasih 🤩
See you all next chapter ‼️👻**
__ADS_1