OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#1


__ADS_3

Jung Mark anak pertama dari empat bersaudara dari keluarga pemilik perusahaan yang cukup besar, dia akan mewarisi setengah harta warisan milik ayahnya dari saham bakat bahkan sampai wajah pun sama miripnya.


"Bang"


"Hmm"


Jung Taeyong atau lebih sering dipanggil bubu oleh kerabat dan anaknya adalah istri sah dari Jung jaehyun sang kepala keluarga Jung


"Mark yakin mau pindah apart saja? Tidak merasa kesepian?"


"Pastilah kesepian mom, tapi kan ini demi pekerjaan Abang biar lebih dekat dengan kantor mom" jawab Mark sambil mengetik sesuatu di laptop nya


"Oke lah mommy tidak melarang, selagi demi kebaikan Abang mommy dukung"


"Thanks mom" Mark tersenyum dia bahagia sekali bisa mempunyai keluarga yang sempurna


"Ngomong ngomong, Abang sudah punya pacar belum?"


"Momm~ Abang kan bilang mau fokus kerja dulu"


"Kkk yaudah dehh mommy cuma ga sabar pengen gendong cucu, jangan sampe keduluan sama adekmu loh" yang dimksud itu Jung Jeno anak tengah dikeluarga Jung


Mark terdiam, apakah selama ini dirinya terlalu membuat ibunya menunggu? Jika dilihat Mark sudah sangat cocok untuk menjadi seorang suami tapi entahlah setelah diracuni dunia perbisnisan oleh sang ayah, Mark jadi orang yang workholic


Hari ini Mark sudah mulai tinggal sendiri diapart yang dia beli dengan uang nya sendiri, tempatnya begitu luas karena apart yang dia beli termasuk apart bintang lima


Tampak sepi karena memang dia tinggal seorang diri, Mark suka ketenangan namun tidak dengan kesunyian mungkin dia akan sering-sering menyuruh Jeno untuk mampir


"Haruskah aku menyewa pembantu? Aku bahkan tak bisa memasak" Mark sempat lupa bahwa dia tak jago untuk urusan dapur, sedikit cerita dulu saat HS Mark pernah ditinggal bubu dan tidak ada persediaan apapun jadi Mark berinisiatif untuk memasak telur dan berakhir merusak wajan kesayangan bubu:)


Karena siang ini Mark tidak terlalu sibuk jadi dirinya pergi berjalan jalan sebentar, jika dipikir-pikir entah kapan terakhir kali Mark jalan jalan


Setelah makan siang, Mark dari restoran dengan segelas americano dan sebungkus roti entahlah Mark hanya ingin membawanya walau dirinya itu sudah kenyang


Bruggg!


Baru saja Mark melangkah keluar dirinya sudah ditubruk oleh seseorang yang badannya lebih kecil darinya


Tubuh orang yang menubruk Mark terpental jatuh walau dirinya yang menabrak


"Ah sorry are you okay?!" Mark langsung berjongkok menatap orang yang telah menabraknya


Rambut ungu muda, pipi tirus dan jangan lupakan mata Boba nya menambah kesan manis dari lelaki manis ini


"Awww! Kalo jalan pake mata dong om!" Mark terkejut pemuda manis ini malah membentaknya jelas jelas dia yang menabrak


"Mari saya bantu berdiri"


"Gausah! Gue bisa sendiri" jawab pemuda manis ini dengan ketus


Pemuda ini tampak lusuh apakah dia orang jalanan? Walau begitu Mark akui dia sangat cantik

__ADS_1


Pemuda manis ini terdiam sambil menatap roti yang berada digenggaman Mark


Karena merasa dilihati Mark langsung menawarkan roti yang dia bawa


"Mau?? Makan saja" Mark menyodorkan rotinya dan diterima ragu ragu oleh pemuda manis ini


Rotinya langsung dimakan lahap


Uhuk uhuk!


Sampai tersedak, Mark panik karena hanya ada americano yang dia pegang jadi dia memberikannya


"Huwek! Pait!" Pemuda manis ini langsung menjulurkan lidahnya karena rasa pahit americano saat mendarat dilidahnya


"Kok pait banget om?" Mark terkekeh mendengar keluhan pemuda manis ini


"Masih laper?" Kini pemuda manis ini menunduk malu


"Mau makan bareng? Saya traktir" berbohong demi kebaikan tidak apa apa kan?


Karena hanya diam Mark menganggapnya itu berarti iya,tanpa persetujuan Mark membawa pemuda manis ini ke apart nya


"Eh om om! Gue mau dibawa kemana?! Gue gamau kalo dijadiin sugar baby ya om!"


"Jangan sembarangan kalo bicara,mau makan kan?"


"Gue ga diperbudak kan om nantinya?" Mark hanya menggeleng dan menggeluarkan ponselnya


"Halo Lucas kau sedang makan siang? Bisa tolong pesankanku makanan dengan porsi empat orang? Kirimkan ke apart ku ya kan kukirimkan alamatnya nanti" setelah berbicara dengan seseorang lewat ponselnya, sang empu menutup panggilannya


"Hng? Haechan om"


"Umurmu?"


"21, bentar deh? Ngapain nanya nanya umur?! Jangan jangan gue mau dijual ke pasar gelap ya! Om jangan dong om tolong jangan" pemuda yang bernama haechan ini bertindak gegabah sampai tidak sadar menggoyang-goyangkan lengan mark


"Astaga haechan! Saya tidak ada niatan untuk ngejual kamu"


"Ya maap om namanya juga waspada"


"Dan jangan panggil saya om kita hanya berbeda 2 tahun"


"Terus gue harus manggil nya apa dong? Masa Daddy" entah dosa apa Mark sampai kasihan melihat anak ini tadi, seharusnya tadi dia tinggal saja


Setelah percekcokan yang tidak penting ini mereka sudah sampai diapart Mark


Haechan menatap langit langit sambil menganga dan berdecak kagum


"Ternyata om beneran orang kaya"


"Haechan cepat atau saya tinggal" Mark sudah masuk ke lift dan haechan langsung menyusul

__ADS_1


"Emm jadi namanya siapa?" Haechan bertanya sambil menatap wajah datar Mark


"Mark Jung"


"Oh oke, Mark Hyung, Mark Hyung kenapa mau nolongin?"


"Kasihan saja"


"Maaf ya Hyung, kenapa malah mungut gembel kek gue" haechan sangat bersyukur bertemu dengan Mark dan dengan senang hati memberinya makan namun dilain sisi dirinya juga merasa takut


"Gembel mana ada yang berwajah manis" celetuk Mark


"Kalo manis mah emang udah bawaan dari lahir" haechan malah menyombongkan dirinya


Sudah sampai didalam haechan kembali berdecak kagum soalnya baru pertama kali dirinya menginjakkan kaki ditempat mewah seperti ini


"Lama-lama gue kek orang norak tau gasi tapi emang gue norak gimana dong" haechan mendengus dalam gumamannya


Ting tong Ting tong


"Tunggu disini sebentar" Mark membukakan pintu untuk orang yang tadi dia suruh untuk membeli makanan


"Nih boss empat porsi, banyak amat busett mau dimakan sendiri?" Lucas memberikan se plastik besar yang berisikan makanan


"Kepo kau wong sudah sana pergi terimakasih untuk makanannya nanti ku naikan gajimu" Lucas full senyum


"Thanks boss" yang belum tahu Lucas adalah asisten pribadi Mark


Mark kembali masuk kedalam menemukan haechan sedang terdiam seakan memikirkan sesuatu


"Memikirkan sesuatu?" Mark mengejutkan haechan yang sedang sibuk melamun


"Tidak Hyung"


"Nih makan" seketika haechan berseru menatap makanan mewah yang menggugah selera ini


"Habiskan semuanya jika tidak habis bisa kamu bawa pulang" jelas Mark dan hanya diangguki oleh haechan


Haechan makan dengan lahap seakan tak ingin berbagi makanannya dengan siapapun, pipi nya yang tirus menggembung karena berisi makanan, bibir yang belepotan tak mengurangi manisnya seorang haechan


"makan nya pelan pelan saja, jika kurang bisa pesan lagi" Mark membersihkan area bibir haechan yang belepotan


Saat sudah selesai makan haechan benar benar tak menghabiskan semuanya, dia hanya memakan tiga porsi dan masih sisa satu jadi dirinya akan membawa pulang


"Hyung terimakasih sudah menolong" haechan bersikap manis sekarang:)


"Tidak masalah, dimana rumahmu? Akan aku antar"


"Tidak usah Hyung aku sudah cukup berterimakasih untuk ini, aku permisi dulu" haechan membungkukkan badannya sebelum benar benar keluar dari apartemen Mark


Ah Mark baru sadar dirinya melupakan nomer haechan tapi sudah telat haechan sudah tidak terlihat lagi

__ADS_1


"Ah sial!"


tbc.....


__ADS_2