![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Haechan berangkat ke kantor dengan hati yang sedikit tenang setidaknya masalah untuk kemarin sudah ia selesaikan tidak ada lagi yang mengganjal di hatinya, dan Harvey juga tak masalah dengan itu sungguh pria yang baik sekali
"Renjun!" Haechan tak sengaja bertemu dengan renjun didepan gerbang ia menyapa sahabatnya dengan senyuman secerah matahari
"Haechan!?" Renjun juga ikut heboh melihat wajah cerah haechan ia yakin bahwa sahabatnya pasti mendapat sesuatu yang membuatnya bersemangat
"Eaa seneng banget kea nya ada apa nihh cerita dongg" renjun menyenggol lengan haechan dengan ekspresi menggoda
"Ck iya deh entar gue ceritain sambil kerja pokoknya gue seneng banget hehe" haechan cengar-cengir sambil berjalan, chenle sudah berlarian didepannya ia membiarkan anaknya untuk berjalan agar mandiri katanya
haechan meletakkan tas dan jaketnya membiarkan chenle bermain disekitar sama dengan mainannya, dan haechanpun bekerja
"Chan gimana nih ceritain dong gue kepo" ujar renjun
"Iya iya, jadi.... Gue udah nolak tawaran Harvey!!"
"Hah! Sumpah!? Anjir!!" Haechan dan renjun berteriak heboh tidak jelas sampai menjadi sorotan orang kantor
"Ihhh beranii bangett sumpah gue bangga banget Ama Lo huehuehue" renjun berlagak seperti menangis dan ingin memeluk sahabatnya namun ditolak
"Eh btw namanya Harvey? Bule ya?"
"Iya keknya soalnya katanya dia tinggal dicanada apa apalah gitu gatau gue bingung tapi asli dia cakep njir udah cakep baik lagi gatau kenapa gue gabisa suka" ucap haechan sambil terheran-heran
"Elo sih udah ada yang ngantri malah milih ngejanda aneh" cibir renjun
"Berisik Lo ah lagian siapa yang ngantri dikira gue tempat karcis apa" ujar haechan sambil mendengus
"Ada tuh contoh pak minhyung Lo gatau dia naksir Lo"
" Sumpah dehh dari kemaren Lo ngomongin dia terus, emang iya dia naksir apa haluan Lo doang sih?"
"Makanya peka goblok" cetus renjun
"Ya gue kan janda njun" ucap haechan dengan dramatis dan berakhir kepala haechan menjadi sasaran toyoran renjun
"Kayaknya gue mau resign aja njun" mendengar celetuk haechan, renjun reflek melotot dan menatap sahabatnya
"HAH!! KENAPAAA!??GUE ADA SALAH YA AMA LO? IHH MAAF ATAU LO UDAH GA TAHAN SAMA MEREKA-MEREKA? ENTAR GUE BANTU LAWAN DEH PELISS CHAN JANGAN RESIGN ENTAR GUE GAADA TEMEN HIKS" renjun menggoyangkan bahu haechan dengan kuat membuat sang empu pusing sendiri
"Njun! Ini gue pusing ajg" haechan mendorong pipi renjun
"Terus kenapa Lo mau resign hiks"
"Kan Lo bilang kayaknya kalo gue ga kerja disini gue bisa buka toko pudding, gue rencana mau buka cafe Deket TK depan sono tuh" haechan memajukan dagunya menunjuk kearah TK depan gedung
__ADS_1
"Kan masih ada space tuh, gue mau buka disana tabungan gue udah cukup buat modalnya, maksudnya biar chenle bisa main disana gue jadi ga khawatir dan ga kerepotan" haechan menjelaskan alasannya
"Ohh gituu ya oke aja sih entar gue sering sering mampir pasti banyak anak kecil disana hehe lucuk"
"Entar bantuin cari karyawan ya? Gausah banyak banyak gue ga bisa gaji banyak banyak hehe"
"Iya tenang aja sip" renjun mengacungkan jempol sambil memberi wink untuk haechan kkk
.
.
.
.
Jam makan siang haechan menitipkan chenle pada renjun karena ia ingin memberikan kertas resign nya
Tok tok tok
"Ya masuk!" Saut dari dalam, setelah sekian lama ia kembali masuk ke ruangan ini entah kapan terakhir kali ia masuk keruangan ini rasanya masih kemarin
"Haechan? Ada apa?" Tanya Mark sedikit dingin tak seperti kemarin kemarin
"Maaf pak saya hanya ingin memberikan surat pengunduran diri saya" upa haechan sambil menyerahkan berkas yang ia bawa
"Iya pak, saya ingin mengundurkan diri maaf jika ini terlalu tiba-tiba" ucap haechan mantap
"Maaf melanggar privasimu tapi adakah alasan khusus? Kau akan menikah dengan calon suamimu?" Tanya Mark hati-hati
"Emmm sebenarnya bukan pak, saya sudah sempat menolak tawaran itu dan saya mengundurkan diri ada alasan lain" jawab haechan, jawaban haechan sungguh membuat Mark lega bahkan rasanya ingin berteriak
"Oh begitu, aku tidak bisa memaksamu. Aku aku akan menandatangani suratmu" Mark meraih bolpen dan menandatangani kertas yang dibawa haechan tadi
"Terimakasih atas servicemu untuk selama ini haechan dan maaf jika ketidaknyamanannya disini" ucap Mark sambil menjabat tangan haechan
"Iya pak maaf jika kinerja saya selama ini kurang dan terimakasih telah menerima saya disini saya sangat berterimakasih atas jasa anda" setelah selesai haechan keluar dari ruangan Mark ia sedikit bernafas lega akhirnya ia bisa lepas dari semua beban yang ia lalui selama ini ia benar benar akan memulai kehidupan barunya Hanya bersama chenle saja.
Mark sedikit sedih faktanya ia sudah tak bisa melihat haechannya namun ia juga sedikit senang bahwa mendengar haechan tak jadi menikah. Jadi ia harus segera mengungkapkan isi hatinya
Haechan kembali keruang OB, dengan perasaan yang campur aduk entah ia merasa senang entah ia merasa sedih semuanya sama saja
"Bagaimana Chan?" Tanya renjun, dan haechan menjawab dengan anggukan yang berarti semuanya berjalan lancar
"Syukur, nanti gue bantu buat semuanya"
__ADS_1
"Makasih njun" haechan tersenyum manis
"Chenle mau ikut ndaa ga?" Tanya haechan sambil bersiap diri
"Maw themana?"
"Ke TK depan sebentar setelah itu pulang" chenle langsung mengangguk, ia tak pernah ingin berpisah dengan ibunya jika tidak ibunya sendiri yang menyuruhnya. Namun mana mungkin haechan menyuruh untuk berpisah dengan anaknya sendiri mentok-mentok juga paling dititipkan pada renjun
"Duluan ya njun, Lo semangat terus sampe dilamar Jeno kkk" haechan terkekeh diakhir dan berpelukan dengan renjun
Haechan sudah sampai ditoko yang gelap dengan tulisan 'dijual' didepan kacanya yang sudah kotor berdebu
"Ndaa? Kita akan melakukan apa diccini?" Tanya chenle menatap ibunya
"Ndaa akan buka toko disini, nanti chenle bermain disana saat ndaa bekerja. Chenle akan mempunyai banyak teman disana ya?" Haechan menunjuk kearah taman dekat tk rencananya ia akan memasukan chenle ke Playground yang hampir seperti taman kanak-kanak namun isinya untuk anak 5 tahun kebawah disana anak anak seperti chenle akan diajarkan mengenal dunia luar belum dengan belajar mengajarnya karena anak sekecil chenle seharusnya masih bermain
"Wahh okkie ndaa!" Chenle tersenyum senang mendengar kata teman
Haechan menghubungi nomor yang tertera tulisan yang tertempel dikaca itu, nomor itu milik pemilik toko yang sudah lama tutup ini
Mereka yaitu haechan dan pemilik toko itu bertemu dicafe yang pernah dikunjungi haechan dengan Harvey karena lokasinya berdekatan
"Jadi anda haechan?" Tanya pemilik toko itu
"Benar tuan...?"
"Yesung"
"Ahh pak Yesung"
"Baiklah ini berkas yang berisikan surat tanah dan lainnya dan namanya sudah saya alihkan dengan namamu" pak Yesung sudah cukup berumur terlihat sekali dari wajahnya nampun Masih saja tampan
"Terimakasih pak, saya terima berkas ini"
"Apakah kamu perlu cleaning service untuk membersihkan tokonya? Ini gratis dariku"
"Wahh boleh kah pak?"
"Melihat kegigihanmu menjadi single parent mengingatkanku kepada anakku, kamu patut diacungi jempol" ucap pak Yesung sambil terkekeh
"Haha anda bisa saja pak, saya tidak sehebat itu kok" haechan menjadi malu dipuji seperti itu kkk
"Besok saya suruh cleaning service suruhanku untuk membersihkan tokonya" ucap pak Yesung
"Terimakasih sekali lagi pak, anda baik sekali nanti sekali-sekali mampir ke toko ya" ucap haechan dengan sopan
__ADS_1
tbc.....