![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Setelah tau haechan membuka cafe didepan gedungnya, Mark sering berkunjung kesana bahkan menghabiskan waktu berjam-jam disana hanya untuk memandangi haechan dari jauh, bahkan dia mengerjakan pekerjaannya disana
"Mark Hyung ingin minuman lagi? Atau camilan?" Tawar haechan
"Emm kopi lagi satu saja"
"Memangnya tidak kembung ya minum kopi terus?" Mark terkekeh dengan pertanyaan haechan, merasa senang haechan tak merasa canggung kepadanya walau sudah tak terikat kontrak pekerjaan
"Lalu untuk apa kamu menawarkan minuman? Rekomendasikan saja sesukamu" ucap Mark
"Okee" haechan berlalu kedapur dan membuatkan sesuatu untuk Mark, setelah selesai ia kembali ke meja Mark dengan sepiring cookies coklat dengan segelas susu coklat
"Ini Mark Hyung" haechan meletakkan cookies dan susu coklat itu
"Cookies dan susu? Memangnya aku anak anak Chan?"
"Sstt Mark Hyung tidak tahu ya ini itu menu rahasia aku hanya membuatkan ini hanya untuk chenle jika anak itu merajuk, dan kini aku membuatkannya untuk Mark Hyung harusnya Mark Hyung berterimakasih!" Haechan menyilakan tangannya didepan dada dengan wajah tengilnya
Mark tertawa melihat ekspresi menggemaskan haechan rasa ingin mencubit pipi haechan!
"Oke oke terimakasih ya aku merasa spesial mengetahui rahasia itu" Mark mulai mencoba cookies itu rasanya selalu enak
"Emm tentang hal yang ibuku titipkan padamu bisa kau lupakan saja tidak apa-apa, maaf soal itu" ujar Mark
"Tidak apa-apa Hyung, tidak masalah aku masih mempertimbangkannya dan sejujurnya...."haechan menarik nafas dalam-dalam dan...
"Aku berani menolak tawaran ayahnya chenle demimu" mendengar pernyataan haechan, Mark tersedak cookies yang ia makan rasanya menyangkut dikerongkongkan susah sekali ditelan ia langsung menyambar susu coklat yang haechan buatkan
Wajah haechan sudah merah padam sampai telinga
"Chan? Coba katakan sekali lagi, mungkin aku salah mendengar" haechan menggeleng
"Aku bersungguh-sungguh Hyung..." Tubuh haechan mulai bergetar dan wajah yang menunduk kini mulai terdengar isakan
"Hei hei kenapa menangis?" Mark merengkuh tubuh haechan pada pelukannya
"Hiks maaf Hyung aku ingin egois, aku menginginkanmu, aku ingin Mark Hyung menjadi milikku, hanya untukku. maaf Hyung aku egois aku mencintaimu" suara haechan teredam didada Mark, ia menangis tersedu-sedu
"Sstt iya aku mengerti, sudah jangan menangis lagi hatiku jadi sakit jika kamu menangis" Mark menengangkan haechan, sungguh ia bingung harus bahagia atau sedih melihat haechan menangis begini
Tangisan haechan mulai mereda, ia menarik diri dari pelukan Mark lama-lama ia malu pasti diperhatikannya orang seisi cafe
"Kebetulan juga aku ingin mengajakmu untuk serius" Mark mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan membukanya, menampilkan satu cincin sederhana namun ada tulisan terukir disana 'mark's mine'
"Sudah lama sekali aku ingin memberikan ini kepadamu namun ada kendala kemarin yang hampir membuatku menyerah namun bubu dan Jeno memberiku semangat untuk terus mempertahankanmu" jelas Mark
"Kamu mau menerima cincin ini kan?" Tanya Mark dengan sorot mata yang tak berhenti menatap haechan, haechan mengangguk bahagia
__ADS_1
Mark tersenyum ia diterima dengan baik, ia memasangkan cincin itu pada jari manis haechan
"Terimakasih sudah menungguku, aku hampir terlambat kemarin" bisik Mark, haechan kembali mengangguk malu
Tiba-tiba terdengar tepukan tangan yang meriah dari seisi cafe, ternyata perasaan haechan benar mereka menjadi pusat perhatian seisi cafe sedari tadi
Kini mereka sudah resmi memiliki satu sama lain doakan mereka untuk selalu bersama sampai jenjang yang lebih serius lagi
"Hoekk" diujung sana ada orang yang seperti menahan rasa mualnya
"Gyu? Kamu kenapa?" Tanya shotaro pada beomgyu yang terlihat aneh
"Sumpah kemarin kemarin Jeno, sekarang mark Hyung untung kak taro gapernah gitu sama sungchan didepan aku" keluh beomgyu membuah shotaro tertawa
"Haha nanti jika kalo kamu jatuh cinta juga bakal tau" celetuk shotaro sambil menepuk bahu beomgyu sambil menunjuk satu pelanggan yang sudah menunggu untuk dilayani
"Ah ada yang bisa saya bantu kak?" Beomgyu merasa aneh, tiba-tiba ia merasa gugup untuk melayani pelanggan satu ini
"Cofe milk satu ya" ucap pria itu
"Baik, ada lagi?" Pria itu menggeleng, beomgyu mencatat pesanannya dan memberikannya pada shotaro
"Kau sudah lama bekerja disini?" Tanya pria itu secara tiba-tiba
"Emm tidak, cafe nya baru saja dibuka" jawab beomgyu pipinya mulai memerah
.
.
"Ndaa!! Lele thembalii eh Daddy!!" Chenle berlari kearah Mark, Mark langsung menyambar tubuh chenle dan mengangkatnya
"Heumm bau keringat dan matahari begini kkk asik ya mainnya?" Tanya Mark sambil mencium pipi gembul chenle
"Hu'um dad" jawab chenle mengangguk senang
"Sebentar.... Chenle? Kenapa panggilan Mark Hyung seperti itu?" Mark dan chenle bertukar tatapan mereka bahkan lupa bahwa rahasia ini hanya untuk mereka berdua
"Hehe" mereka tersenyum tak ingin menjelaskan sesuatu karena memang janji rahasia itu tak tercipta dengan validasi yang kuat haha...
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Mark pulang ke apartment nya dengan perasaan yang lewat dari gembira ia merasa mendapat jackpot seumur hidup, bagaimana tidak dirinya seperti 'coba-coba malah dapat' seperti itulah dirinya sekarang
Mark senang tak kepalang saking bahagianya ia menyapa semua orang orang yang lewat, memberikan uang kepada pengemis dengan jumlah yang bisa membuat pengemis itu makan 1 bulan:)
Mark terlihat seperti orang gila sekarang
"Gue udah dibuat gila sama haechan agkhh!! Tadi dia nangis mata sembabnya hidung merahnya pls help me!!" Mark berteriak sendiri didalam apartment nya
Anggap saja dia salting berat....
Dilain sisi juga haechan mengalami hal sama dia tersenyum senyum sendiri sambil menatap cincin yang Mark pakaikan tadi, sekali sekali ia juga mencium cincin itu
"Ndaa, ndaa tthenapa?" Chenle menarik ujung baju ibunya yang sedang tersenyum senyum sendiri
"Ah? Kenapa chenle? Ndaa tidak kenapa-kenapa kok" haechan meraih putranya dan memeluknya erat dia bahagia sekali
Keesokan harinya, renjun kembali datang ke sunshine cafe
"Renjun sinii gue mau nunjukin sesuatu" panggil haechan pada sahabatnya
"Kenapa Chan?" Renjun menghampiri sahabatnya
"Liat nih" haechan memperlihatkan jari manisnya yang sudah dilingkari cincin disana
Renjun membaca tulisan yang terukir di cincin itu dan seketika matanya melotot
"Chan? Mark's mine!?? Wtf!" Renjun tak sengaja mengumpat
"Beneran Chan!??" Renjun masih shock, namun haechan mengangguk dan menyombongkan diri
"Tapi kapan!?"
"Kemaren" jawab haechan enteng
"Ihhh selamatt!!!! Akhirnya sahabat gue ga ngejanda lagiii kapal gue berlayar hiks" renjun memeluk sang sahabat ia ikut merasa senang akhirnya sahabatnya bisa memilih apa yang cocok dengan dirinya
"Terus terus siapa yang ngomong duluan?" Tanya renjun dengan antusias
"Ya gue si....."
"Anjing? Ahahah" renjun tertawa dengan mengejek
"Pasti Lo nangis kan?" Tebak renjun, entah mengapa itu langsung benar haechan hanya mengangguk malu. Renjun semakin tertawa dibuatnya
__ADS_1
tbc....