OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#7


__ADS_3

Saat chenle dan Mark mengobrol bersama ala bayi tiba-tiba pintu terbuka chenle kira itu bundanya ternyata seseorang yang tak ia kenal


"Jen? Cepet amat" ternyata yang datang adik Mark yaitu Jeno yang datang tadi siang kini kembali datang


"Ya, sekalian mau jemput pacar gue bang"


"Lah pacar Lo ngapain disini?"


"Jenguk adik temenny katanya, yaudah gue duluan ya bang pacar gue nungguin tuh baju Lo gw taruh sofa bye adik kecil" Jeno melengos pergi


"Eumm dad tadi cciapa?"


"Adik Daddy" chenle mengangguk puas telah mendapat jawaban


Haechan datang dengan segelas teh hangat


"Maaf lama ya" haechan segera memindahkan teh hangat itu kedalam botol baru chenle yang diberikan Taeyong tadi haechan juga sudah merendam botol susu itu diair panas agar kuman mati


"Nah sekarang chenle istirahat ya" haechan memberikan sebotol teh hangat untuk sang adik yang berada digendongan Mark dengan nyaman


"Chan, lebih baik kau membersihkan diri agar lebih segar" titah Mark dan diangguki


"baiklah jaga chenle ya Hyung" Mark mengangguk, haechan bergegas untuk mandi dikamar mandi ruangan itu


Haechan mandi dengan cepat ia takut membuat bos nya kerepotan menjaga chenle namun perkiraannya salah, chenle tertidur tenang digendongan Mark


"maaf Hyung aku lama, chenle nya kenapa tidak dipindah kekasur saja Hyung. Nanti Mark Hyung pegal"


"Tidak apa-apa, lagipula chenle baru tertidur. Aku tak bisa memindahkan chenle takut ia terjatuh" jawab Mark dengan jujur ia takut chenle merasa sakit dengan posisi Mark


"Ya sudah Hyung, sekarang giliran Hyung saja yang mandi" ujar haechan setelah memindahkan chenle kekasur


Mark mengambil baju yang Jeno bawakan dan segera mandi


Saat keluar ia melihat banyak sekali makanan dimeja dekat sofa haechan sendiri juga melongo melihatnya


"Chan banyak sekali makanannya" Mark menghampiri haechan yang menata semua makanan itu


"Hu'um Hyung tadi ada orang kesini bilang katanya semua ini titipan dari nyonya Jung" jawab haechan tak percaya sepeduli itu nyonya Jung padanya


Apakah ucapan nyonya jung tadi siang itu serius?


"Ah bubu ternyata, ya sudah dimakan saja kau belum makan malam kan"


"Hyung juga belum, nyonya Jung juga pasti mengirimkan ini untuk anda tuan Jung Mark" haechan jadi merasa aneh Mark terlalu berlebihan peduli jika hubungan mereka hanya tentang bos dan bawahan


"Baiklah baiklah" Mark dan haechan makan malam dengan tenang disaat chenle tertidur pulas

__ADS_1


Haechan sudah membersihkan sisa makanan mereka, kini tinggal Mark yang makan semangka dengan menyalakan televisi


Haechan kembali dari kamar mandi dan duduk disebelah Mark tenang saja ia memberi jarak antara mereka ia masih ingat Mark itu bos nya


"Hyung? Kenapa.... Kenapa kau selalu membantuku"


"hanya membantu, memangnya tidak boleh bos membantu karyawan nya? Seorang bos juga terkadang harus memperioritaskan bawahannya" jawab Mark santai tanpa menatap haechan


"tapi menurutku itu.... Berlebihan" pernyataan haechan membuat Mark menoleh, ia menelan potongan terakhir semangka dan membuang sisa kulitnya pada tempah sampah


"Sudah ku bilang haechan aku hanya ingin menbantu, apa salahnya membantu orang? Selagi bisa bantulah" jawab Mark sambil menatap Lamat mata bulat pria yang ada di seberangnya


Memangnya iya berlebihan? Padahal menurut gue biasa aja. Memangnya kenapa sih orang bantu aja kok apa haechan risih ya?


Batin Mark mengatakannya hal yang tidak-tidak


"Em Hyung aku lupa, bagaimana kita tidur?" Tanya haechan dikarenakan diruangan itu hanya ada satu long sofa dan satu single sofa


"kau tidur saja disana"


"Lalu Mark Hyung?"


"Disini"


"Duduk begitu?" Mark mengangguk, haechan hendak protes karena ia rasa itu cukup tak adil padahal sofa nya masih cukup luas untuk tidur berdua namun ia malu jika harus tidur berdekatan dengan bos nya


Namun, Baru satu jam haechan terlelap tepat dijam 11 chenle menangis keras


Huaaaa!!! Ndaa!!


suaranya benar benar nyaring memekikkan telinga, haechan sontak terkejut dan bangun


"Ssstt cup cup chenle kenapaa" haechan menghampiri chenle dan menggendongnya


"Hik hik puccing ndaa" chenle merengek rengek


"Lele minum obat ya? Agar tidak pusing"


"Ndak maw!! Obat paitt!!" Chenle memberontak saat mendengar kata obat


"baiklah baiklah sekarang minum air putih saja" haechan mengambil air mineral botolan yang sudah ada sedotannya disiapkan dari pihak rumah sakit dan ia berikan pada chenle


Haechan benar benar berusaha menidurkan chenle kembali tapi percuma sampai jam setengah 1 chenle masih merengek pusing pusing katanya


"ndaa lele boyyeh nen?" Tanya chenle


"Heh, lele sudah besar tidak boleh nen lagi" haechan terkejut saat adiknya meminta hal itu padanya

__ADS_1


"Hiks ndaa jahat ccekali pada lele cucu ndak boyyeh nen Ndak boyyeh Yayu lele boyyeh na apa?!" Chenle marah pada bundanya yang melarang ini itu


"Sekarang susu boleh, lele mau susu? Ndaa buatkan ya?"


"Ndak maw! Lele maw na nen ndaa Chan!" Chenle merajuk sambil menarik narik kaos hitam yang haechan pakai dengan kuat


"Baiklah baiklah jangan ditarik lagi ndaa nya tercekik chenlee"


Haechan menyibak bajunya sampai dada jujur ia merasa ragu karen ini pertama kalinya ia menyusui anak kecil ia sendiri bahkan tak yakin apa ia bisa mengeluarkan air susu


Chenle langsung meraup rakus ****** haechan sebelah kanan ia menghisap dengan kuat


"Ssstt pelan pelan saja lele, jangan digigit" ah itu adalah titik sensitif haechan haechan mati-matian menahan desahannya agar tidak lolos


"Mmhh lele pelan pelan saja ****** ndaa sakit jika digigit" chenle sudah berusia 11 bulan giginya sudah tumbuh sangat sakit jika mengigit


Jam menunjukkan pukul 2 malam, Mark mengigau dan bangun dari tidurnya ia tak melihat haechan tidur disofanya ia langsung melebarkan matanya menatap sekitar ternyata haechan berada didekat kasur chenle


Ia mendekat betapa kagetnya ia melihat chenle menyusu pada haechan?! Ia semakin tak yakin bahwa chenle ini adiknya haechan sangat jelas wajah mereka sangat mirip sekarang anak kecil itu menyusu bak bayi menyusu pada ibunya


"Haechan?" Mark menggoyangkan bahu haechan disaat pria manis itu setengah tertidur pemuda manis ini pasti sangat lelah


"Emm ya Hyung" haechan terkejut dan reflek menepuk nepuk pantat chenle kecil ia kira chenle kembali bergerak gusar karena memang 1 jam ia daritadi begitu sampai haechan lelah sendiri


"Chenle sudah tidur, taruh saja dia. Kau kembali"


"Nanti ia akan menangis Hyung" jawab haechan sambil mengucek matanya


"Aku yang akan menunggunya" haechan melotot ia baru sadar bahwa ia berbicara pada bos nya sendiri saat bajunya masih tersibak


"B baiklah Hyung" haechan malu sekali ia jadi gugup jadi ia melepaskan mulut kecil chenle dari nipplenya dan segera menarik turun bajunya


"Hyung jika chenle menangis buatkan saja susu, takaran sendoknya 2 setengah, air panasnya sepertiga saja dan air biasanya seperempat. Dan tolong tes panas susunya dengan teteskan beberapa nya dilengan mu agar chenle tidak kaget dan terluka" jelas haechan


"Baiklah aku mengerti,kau istirahat saja" haechan mengangguk ia kembali menidurkan diri disofa sungguh ia lelah


"Dad.." chenle terbangun saat ia tahu yang disebelahnya bukan sang bunda


"Yes babe? Need something?"


"Cucu lele maw cucu dad" Mark terkekeh anak kecil ini sangat menggemaskan ia sama sekali tak risih dipanggil 'daddy'


Mark segera membuatkan susu untuk sang balita sesuai dengan yang haechan ucapkan


"Sekarang lele tidur ya, Daddy yang menemani. ndaa nya lele lelah pasti" chenle mengangguk ia sekarang bisa memegangi botolnya sendiri Mark menemani sampai sang bayi tertidur kembali


tbc....

__ADS_1


__ADS_2