OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#12


__ADS_3

Hari hari biasa yang haechan jalani memang sedikit membosankan, namun hidup sebatang kara itu sangat tidak enak kehidupan serasa monoton dan begitu berliku


"Eh Chan kan besok gajian Lo ada schedule ga?" Tanya renjun


"Engga ada, duit gajian kayak biasa mau gue tabung setengahnya buat beli barang-barang chenle, tapi kayaknya gue mau ngajak chenle jalan sekali-sekali kasihan dia kalo duduk gitu terus setidaknya dia punya teman, gue bakal berusaha biar chenle jangan sampe dia ga punya teman nantinya" jelas haechan dengan tangan yang sibuk membersihkan kaca


"Lo udah kayak janda muda anjir"


"Banyak yang bilang gitu njir wkwk mirip banget emang gue Ama chenle?"


"Jelas Cok, dari bentuk wajah sampe kelakuan hampir sama haha" akhirnya mereka tertawa, jika melakukan pekerjaan bersama renjun seperti ini haechan tak merasa kelelahan seperti kemarin


"Emm Chan gue bisa minta tolong ga?"


"Apaan?"


"Nanti temenin ke rumah pacar gue"


"Lah masa kerumah pacar sendiri minta ditemenin"


"Masalahnya ini pertama kali anjir, ayolah Chan ya ya ya"


"Iya deh iya" sedikit berbincang membuat tak terasa mereka hampir menyelesaikan semuanya


"Lele!! Sini sama ko injunn!" Selagi jam istirahat siang renjun bermain dengan chenle, terkadang haechan heran memangnya renjun tidak lelah apa setelah bekerja setengah hari penuh malah bermain dengan anak kecil, tapi ia sangat bersyukur bisa kena dengan sosok renjun ini meski terkadang kesabarannya setipis tisu namun saat haechan mengalami kesusahan renjun akan menjadi garda terdepan dalam hal membantu. Renjun sudah seperti Bu tiffa kedua baginya kkk


"Njun mau ga pudding? Semalem lele minta pudding masih sisa banyak akhirnya gue bawa kesini tadi nitip ke kulkas kantor masih dingin nih"


"Wihh pudding, gue suka pudding buatan Lo, yakin gue kalo Lo ga kerja disini mah Lo pasti udah buka toko pudding" monolog renjun sambil mencomot satu potong pudding dengan garpu kecil


"mungkin iya... Nanti kalo chenle udah gede bisa apa apa sendiri gue mau buka toko aja kali ya"


"Apapun keputusan yang Lo buat selagi itu positif gue dukung Chan"


"Iya maka-njir jangan diabisin pudding nya nanti chenle nangis ga kebagian" renjun nyengir tak berdosa dengan pipi menggembung penuh dengan pudding


Karena menyelesaikan pekerjaannya lebih awal renjun dan haechan hendak pulang lebih awal sebenarnya mereka akan pergi ke rumah pacar renjun untuk menjenguk pacar renjun yang katanya sakit


"Njun gue bawa apa? Masa tangan kosong ga sopan banget"


"Lo bawa chenle aja udah"


"Heh, masa chenle gue kasihin ke calon mertua Lo"


"Becanda aelah, udah gausah bawa apa-apa lagian gue udah bawa banyak kok" haechan tak menyadari renjun membawa satu totebag besar ditangan kirinya


"Udah yuk, tuh taxi udah nungguin" ajak renjun


"Ndaa kita maw ttemana??" Tanya chenle yang sedari tadi menyimak bunda dan temannya berbicara

__ADS_1


"Kita mau menjenguk orang lele, nanti lele jangan rewel ya kasian orang sakitnya jika chenle berisik" chenle mengangguk paham


Didalam mobil taxi chenle juga tak banyak mengoceh balita itu memainkan jari haechan terkadang juga mengigitnya namun haechan memperingatinya untuk jangan digigit itu kotor


"Chan udah sampe ayok turun" ajak renjun saat menepuk bahu haechan


"Saat melirik kearah luar haechan melongo, ia tak salah liat kan??


"Njun lo ga salah alamat?" Tanya haechan dengan wajah cengo nya


"Engga, udah bener ini yang dikirim Jeno"


"APA?! JENO!!" Haechan sontak terkejut


"Lo kenapa sih? Kenal Ama pacar gue?"


"Lo pacarnya Jeno njun?! Sumpah?"


"Kenapaa sih?? Iya gue pacar Jeno" haechan rasanya ingin pingsan saja dunia ternyata memang sesempit itu


"Udah ayo masuk, kita kayak gelandangan didepan gerbang rumah orang kaya gini" celetuk renjun


"Wahh lumahnna paman baik" sang balita terkesiap mengingat rumah yang baru semalam ia singgahi


"duh kok gue jadi gugup Chan, nanti ibunya Jeno galak ga ya?"


"Engga kok njun, dia baik banget ramah"


"Yakin Ama gue deh" ucap haechan meyakinkan sahabatnya


"Wahh renjun datang bersama haechan" Taeyong menyambut renjun dan haechan dengan ramah namun ekspresi apa yang renjun keluarkan?? Ia tampak bingung


"Dan siapaa inii" taeyong tampak sumringah melihat chenle yang berada digendongan haechan


"Glamaa!!!" Chenle bertepuk tangan kegirangan melihat Taeyong


"Renjun mau menjenguk Jeno kan? Ayo masuk Jeno udah nungguin daritadi gamau makan kalo ga kamu yang nyuapin bingung banget Tante" ucap Taeyong dengan panjang kali lebar kali tinggi


"Baik Tante" renjun dan haechan dipersilahkan masuk oleh sang tuan rumah


"Loh haechan??" Saat masuk renjun kembali dibuat pusing karena ia melihat bos nya disana dan ingat MENGGUNAKAN BAJU SANTAI DAN BERMAIN PLAYSTATION DENGAN ANAK YANG UMURNYA SEDIKIT JAUH DARINYA


astaga ada apa ini renjun pusing sekalii!!


"Ini alesan kenapa gue ga yakin tadi" bisik haechan


"gue butuh penjelasan Lo entar" jawab renjun dengan berbisik juga


"Renjun ayo ikut Tante keatas Jeno udah ngerengek rengek minta kamu, haechan biar disini sama Mark" renjun mengangguk patuh ia harus jadi orang baik didepan orang tua sang kekasih

__ADS_1


"OOM UNCHAN!! DAD- eh PAMAN BAIK!!" chenle berteriak meraung raung minta diturunkan dari gendongnya untuk langsung berlari kearah dua orang itu


Haechan menurunkan chenle dan balita itu langsung berlari dengan pantat yang terlihat besar karena popok yang ia pakai balita itu sangat menggemaskan


Happ


Mark menangkap balita gembul menggemaskan itu, dan menghujaminya dengan ciuman


"Hahaha paman gelii belhentii hahaha" chenle tidak bisa berhenti tertawa


"Haechan Hyung duduk sini" ajak sungchan dan diangguki oleh haechan


"Sudah pulang Chan?" Tanya Mark


"Iya Hyung maaf kita sedikit membolos kerja" ucap haechan


"Tidak apa-apa aku mengerti Jeno masalahnya"


"Hyung sendiri tidak ke kantor ya?"


"Sudah ku bilang jeno masalahnya, anak itu jika sudah sakit akan menjadi bencana diselurub keluarga akhirnya terpaksa tidak berangkat"


"Padahal semalam ku lihat dia masih baik baik saja Hyung"


"Terlalu banyak begadang dia akhirnya jatuh juga ck dasar Jeno" ucap Mark sedikit geram dengan kelakuan adiknya yang seperti anak sekolahan padahal sebentar lagi ia akan melakukan sidang skripsi dan akhirnya selesai


"Paman paman!! Lele uga pennen celitta!" Chenle yang merasa diabaikan tak terima akhirnya menyela obrolan orang dewasa itu


"Iya chenle, chenle mau cerita apa?"ucap Mark menganggapi sang balita


"Tadi kan paman, lele melihat ada beluangg beccall ccekali! Walnan na putih paman, dan membawa botol ditanan nna paman walnan na mellah bicca belgelakk" chenle mulai menceritakan apa yang tadi ia lihat saat diperjalanan


"Wah benarkah? Hebat sekali chenle pintar ya sudah bisa membedakan warna warna beruang itu namanya Coca-Cola polar bear"


"Bear! I know bear! And i like a bear!! Bear so cwutee" ucap chenle dengan gemass


Mark yang dasarnya memang receh ia tertawa terbahak-bahak


"chenle is cute too" jawab Mark


Taeyong turun kebawah menemui kedua putra dan satu tamu yang tersisa


"Jeno bagaimana nyonya?" Haechan memberanikan diri sok dekat dengan Taeyong


"Sudah tak separah tadi pagi, benar benar ya budak cinta itu beda bahkan ibunya sendiri ga boleh ganggu" taeyong menggeleng mengingat kata-kata barusan anaknya


Ihh bubu sana dulu sih aku gamau diganggu nanti pacarku malu sana sana


Tidak sopan sekali si Jung Jeno ini, jika tidak sakit Taeyong sudah pasti marah

__ADS_1


tbc....


__ADS_2