OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#6


__ADS_3

Renjun kembali datang saat jam kerjanya sudah selesai ia ingin menjenguk adik kesayangannya juga, karena sering bermain bersama renjun saat dikantor chenle akrab sekali dengan renjun


"lele!!" Renjun berteriak mengabaikan Mark dan haechan


Anak yang dipanggil menoleh dari mainannya "ko injunn!!" Chenle ikut berteriak riang


"Ihh kangen lele!! Lele cepat sembuh nee nanti bisa main dengan ko injunn lagi" ucap renjun sambil menirukan bayi yang akan menangis


"kikikik okkie ko injunn"


"Njun dah balik Lo?"


"Iya nih makanya gw sempet kesini da-" ucapan renjun terhenti saat melihat bos nya disudut sana duduk disofa dengan nyaman


"kenapa bos minhyung disini Chan?!" Bisik renjun sambil terkejut


"Gatau anjir dari pagi dia disini, dia kaga mau balik malah mau nginep co, heran gw bos mau nemenin karyawannya" jawab haechan dengan berbisik juga agar bos nya tak mendengar pembicaraan mereka


"Ini mah bukan kebetulan anjir dia naksir Lo kayaknya"


"Ngadi-ngadi anjir Gilak kali Lo! Yakali bos besar kek dia suka Ama orang yang hampir kek gelandangan gini"


"Gaada yang tau, siapa tau kisah Lo ntr kek difilm film kan seorang CEO menikahi karyawan nya" ucap renjun sambil membayangkan


"halu terus Lo! Gila lama lama"


"Ekhem renjun, kebetulan kamu disini saya minta tolong titip chenle sebentar" potong Mark dengan deheman membuat dua orang ini kicep


"ah baik pak saya bisa menjaga chenle"


"titip sebentar ya njun gw mau balik ke rumah bentar ambil baju punya gue"


"Ga sekalian tadi Lo ah, btw sama pak minhyung?" Haechan mengangguk


"Ohooo oke oke yang lama gapapa" renjun cengar-cengir tidak jelas seperti orang sinting. Haechan saja sampai begidik ngeri


"lele, lele dengan ko injun dulu ya"


"Hngg? Ndaa maw ttemana??" Chenle mendongak menatap kakak yang ia anggap ibunya itu


"ndaa mau pulang sebentar ambil baju tidak akan lama kok lele jangan menangis jika bersama ko injun jangan merepoti dia ya. ndaa janji ga lama kok nanti ndaa bawakan jajan untuk chenle oke?" Pesan haechan pada adiknya


"Okkie ndaa jannan lama-lama nee?"


"Siap" haechan tersenyum manis tak lupa mengecup kening dan pipi adiknya


Mark haechan sudah jalan kearah rumah haechan ternyata tak cukup jauh dari kantor Mark

__ADS_1


"Hyung parkirkan mobilmu disana saja, jalan rumahku tak akan muat jika mobil masuk" ucap haechan dan diangguki oleh Mark


kini mereka berjalan beriringan melewati gang yang tak sekecil yang Mark perkiraan bisa masih untuk lewat sepeda ataupun motor


"kenapa sepi sekali? Bukankah ini waktu pulang jam kerja harusnya banyak orang untuk pulang" Tanya Mark sambil menatap sekitar, banyak rumah rumah yang tampak gelap


"memang biasanya seperti ini Hyung, daerah sini sepi sekali hanya beberapa penduduk saja termasuknya aku" jelas haechan


"bukankah bahaya jika kau pulang dimalam gelap membawa chenle?"


"Tidak apa-apa Hyung aku selalu aman" titah haechan


Kini mereka sudah sampai didepan rumah yang tampak sepi sekali dibandingkan dengan rumah rumah lainnya hanya rumah ini yang tampak normal bersih dan masih tercium kehidupannya


"Hyung akan ikut masuk tidak? Aku hanya sebentar" tawar haechan


"Ah tidak usah aku menunggumu disini" jawaban Mark membuat haechan tersenyum kecut mana mau bos nya masuk kedalam rumahnya yang kumuh ini ah maaf Bu tiffa maksudmu rumahmu yang kini tampak jelek tak bisa aku rawat


Haechan segera masuk kedalam dan mengambil beberapa potong baju dan segala yang diperlukan. Tak membutuhkan waktu lama ia segera keluar ia tak mau membuat Mark menunggu


"Hyung aku sudah selesai ayo kembali aku takut chenle rewel bersama renjun" ucap haechan dan diangguki oleh Mark


Mereka sudah sampai dirumah sakit haechan juga tak lupa membelikan biskuit bayi untuk chenle


Saat sampai didalam ia melihat chenle yang sudah berderai air mata, melihat adiknya yang sudah menangis ia langsung meletakkan tas miliknya dan mendekat ke kasur chenle


"njun Chenle kenapa anjir" ucap haechan sambil menggendong chenle


"ya maap anjir gue gatau takaran susu bayi" ucap renjun sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Ah syukurlah belum Lo bikinin" renjun melongo


"chenle tidak boleh minum susu, kan habis minum obat" haechan mengingat kejadian 30 menit yang lalu ia dan Mark kesusahan menjanggal chenle karena anak itu susah sekali meminum obat. saat sudah selesai anak itu anteng dengan mainannya, sedangkan Mark dan haechan duduk termenung dengan nafas yang memburu karena lelah menangani chenle dan juga terkejut begitu ganasnya chenle sebelum akhirnya renjun datang


Chenle terdiam hampir menangis lagi karena yang ia mengerti ia tak boleh minum susu


"Hiks.... HUAAAAAAAAA ndaa jaat!! Ccama dennan ko injunn!!" Chenle mengamuk digendongan haechan ia memukuli dada haechan melihat hal itu Mark bertindak


Ia mengalihkan gendongan chenle dari haechan kepadanya, badan chenle benar benar tenggelam pada Mark


"Ssstt jangan dipukuli ndaa nya nanti ndaa nangis dan tak mau merawat lele lagi loh"


"Hiks paman baik ndaa jaat, lele Ndak boyyeh num cucu" adu chenle berharap mendapat pembelaan


"lele dengarkan paman, lele ingin sembuh tidak?" Tanya Mark dengan lembut dan dijawab anggukan


"Nah kata ndaa nya lele itu benar, setelah minum obat tidak boleh minum susu nanti tidak jadi sembuh memangnya lele tidak mau sembuh dan bermain dengan ko injunn?" Chenle menggeleng

__ADS_1


"Tapi.. lele num aapa? Lele aus paman" adu chenle lagi


"Karena sudah lewat 30 menit lele boleh minum teh, lele mau kan teh?"


"Hu'um Ndak apa-apa ndaa Lele aus bannet" ucap chenle sambil merengut


"Yasudah ndaa buatkan ya" haechan beranjak untuk membeli teh hangat. Kenapa membeli? Ya karena tidak mungkin ia akan membawa semua dari teh susu kopi yang ada dirumah memangnya mau camping?


"eh Chan gue ikut, sekalian mau balik" ucap renjun


"emm permisi ya pak kalo saya terlalu dekat, saya mau pamitan dengan chenle" ucap renjun jujur ia merasa tak sopan pada atasannya namun Mark hanya mengangguk


"lele ko injunn minta maaf ya, ko injunn mau pulang dulu" chenle mengangguk


Akhirnya renjun mengikuti haechan keluar hanya tersisa Mark dan chenle


"Ale yuu my fathel?" Ucap chenle tiba-tiba, Mark mengerenyit bingung anak ini hanya mengoceh apa memang bisa bahasa Inggris meski masih cadel sedikit


"u can speak English?!" 


"Speak English? What that?" Jawab chenle


"Wow u really can speak English so cool" puji Mark dengan girang


"Chenle belajar dari mana?" Tanya Mark


"Lele hanya mendennaltan dayyi utub yyan ndaa kaccih" ah pasti haechan sering menunjukkan video kartun anak dari luar


"Coo? Al yuu my fathel?"


"Nouu, i'm just your uncle" mendengarkan jawaban Mark chenle murung


"Heum why? Why yuu not my fathel?" Ucap chenle hampir menangis


"pottoknna paman baik my fathel!" Ucap chenle sambil mensimpulkan tangannya didepan dada


Mark terkekeh melihat balita ini, begitu pintar


"Oke oke i'm your father" ucap Mark sambil terkekeh gemas


"yeayy daddy!!" Ucap chenle girang, Mark seketika terdiam astaga bagaimana jika haechan marah


"jangan panggil itu didepan ndaa oke?"


"Heum? Tthenapa dad?"


"Nanti ndaa marah, cukup saat berdua saja, bisa menjaga rahasia bersama Daddy kan?"

__ADS_1


"Hu'um! Bicca!!"


tbc....


__ADS_2