OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#5


__ADS_3

Taeyong dan Jeno sudah datang dengan banyak sekali oleh oleh ditangan Jeno


"Bubu ini apa? Banyak sekali!" Mark terkaget saat ibunya datang dengan banyak sekali totebag


"Ini untuk anak karyawan mu itu" bisik Taeyong sambil menatap haechan dari kejauhan


"Anak kecil itu bukan anaknya Bu itu adiknya" jawab Mark


"Jadi dia karyawan atau calonmu?" tanya Taeyong dengan menaikturunkan alisnya


"Hanya karyawan Bu"


"Iya deh karyawan tapi jika calon juga tidak apa-apa bubu merestui kikikkk" bubu tersenyum jahil


"Memangnya bubu tidak apa-apa punya menantu karyawan?"


"Heii pekerjaan tidak akan dibahas jika sudah menjadi ibu rumah tangga mereka hanya akan mengurus suami anak dan keluarga, bukankah jika karyawan seperti itu lebih luwes dalam melakukan hal rumah" Mark membenarkan perkataan ibunya


"lagipula pacar Jeno juga sama" celetuk Taeyong


"Wah benarkah Jen?!" Jeno  mengangguk santai


"baiklah bubu mau bicara dengan karyawan mu itu siapa namanya?"


"Haechan Bu"


"Nama yang imut" bubu terkekeh dan berjalan mendekat kearah haechan yang duduk menemani chenle


"Haechan" haechan yang merasa dipanggil ia menoleh


"Maaf siapa ya?" Taeyong tersenyum


"Saya taeyong ibu minhyung, tadi dapat kabar katanya sedang menjenguk adikmu" haechan sontak berdiri dan membungkuk


"Ah maaf nyonya Jung saya tidak tahu maaf telah merepotkan putra anda dan juga anda sendiri yang harus datang kemari" haechan menunduk dalam


"Hei hei sudah sudah tidak apa-apa" Taeyong menarik bahu haechan untuk mensejajarkan tubuhnya


"Saya tidak apa, saya merasa senang jika anakku bisa setidaknya terlepas dari pekerjaannya" Taeyong tersenyum manis entah ia rasa ia menaruh kepercayaan besar pada haechan


"bubu! Ini totebag nya Jeno taro sini ya berat!" Jeno sedikit meninggikan suaranya untung saja si kecil tidak bangun


"Ah itu semua untuk adikmu dan dirimu" ujar taeyong enteng


Haechan melongo ia bisa melihat merek merek mahal dari totebag nya saja


"Nyonya Jung itu banyak sekali astaga! Saya merasa tak pantas untuk menerima itu semua" haechan menunduk. Daripada barang barang mahal itu dipakai lebih baik dijual untuk makan itulah pikiran yang keluar dari benak haechan


"Hei jangan seperti itu semua orang selalu pantas memakai apapun, derajat kita sama kita sama-sama manusia, makan nasi iya kan?" Haechan mengangguk

__ADS_1


"terimakasih banyak nyonya Jung anda dan juga putra anda sama saja selalu membuat saya merasa merepotkan"


"apakah minhyung merepotkan?" Tanya Taeyong membuka pembicaraan


"Tidak nyonya dia bos yang baik, baik sekali. Aku sangat merasa terbantu entah apa yang dipikirkan Mark Hyung tapi dia selalu ada untukku dan chenle" haechan menceritakan semua dengan enteng karena memang itu kebenarannya ia tak mengada-ada


"Ah begitu, lalu adikmu sakit apa?"


"Dia terkena anemia" dan begitu seterusnya dari Taeyong memberi tips untuk si kecil dan banyak sekali cerita


"haechan dengarkan bubu, bubu harap kamu bisa semakin dekat dengan Mark ya bubu benar-benar berharap padamu"


"Hanya kamu yang bisa membuat Mark goyah dari pekerjaannya" lanjut Taeyong


"Bubu bubu jangan berharap lebih padaku, aku takut mengecewakan nantinya" haechan merengek


Taeyong terkekeh "memangnya haechan tidak suka pada Mark?" Celetuk Taeyong membuat seketika haechan bungkam


"emm dia bos echan, Echan tidak yakin Mark Hyung bisa menyukai echan yang notabe hanya orang biasa. Jadi sepertinya tidak akan bu"


"Ei kenapa haechan pesimis seperti itu? Hati tidak ada yang menahu kedepannya"


"Echan takut jika nanti Mark Hyung tak bisa menerima chenle Bu"


"Bagaimana bisa haechan berpikiran seperti jika sekarang saja Mark datang menjenguk" jika dipikir iya juga. Mark perhatian sekali pada adiknya


"Semua tanda mengarah padamu


ia menolongmu, ia membantumu padahal hal seperti jarang bahkan tak pernah terjadi pada putraku dia benar benar workholic"


"Kamu yang terpilih, bubu memberimu kepercayaan besar nee" haechan diam sejenak dan mengangguk


"Ah baiklah sepertinya bubu terlalu banyak bicara Jeno pasti menunggu" Taeyong bangkit dari duduknya dan berpamitan pada haechan untuk pulang


"Cepat sembuh ya" Taeyong mengelus kening chenle sejenak sebelum akhirnya benar benar pulang


Setelah mengantarkan ibu dan adiknya sampai depan Mark masuk kedalam ruangan


"Membicarakan banyak hal dengan ibuku?" Tanya Mark sambil memakan semangka yang dibawakan ibunya


"Iya" haechan tersenyum tipis dan mengangguk


"Hyung kau tidak ingin pulang? Bukan maksud mengusirmu tapi kau tidak punya kegiatan lain?"


"Tidak juga, apakah kau risih jika aku disini? Jika iya aku bisa pergi sekarang"


"Tidak tidak Hyung, aku hanya bertanya ish" Mark terkekeh saat haechan mencebikan bibirnya


"Jika boleh aku ingin menginap disini diapart ku terlalu sunyi" siapa yang pandai menebak ini hanya alasan atau memang fakta?

__ADS_1


"baik Hyung terserah padamu, pada akhirnya ini semua karena kebaikanmu"


"Hyung sudah sore, aku harus membersihkan badan chenle boleh panggilkan suster untuk membantu melepaskan infus chenle" Mark mengangguk ia pergi keluar untuk memanggil perawat


Sedangkan haechan sendiri ia mengambil air hangat dan washlap, Mark kembali dengan seorang perawat dibelakangnya


"saya lakukan ya tuan, ini pasti akan sakit untuk anak"


"tidak apa-apa sus lakukan saja" haechan mengucapkan dengan berat hati


suster mulai mencabut infus dari tangan chenle dengan perlahan, dan perlahan juga tangisan chenle keluar


"sstt sakit ya? Maaf ya tapi chenle harus dilap dulu dan ganti baju" ujar haechan menenangkan chenle tapi sang balita tak berhenti menangis


"jangan menangis, paman baik punya banyak sekali mainan untuk chenle jika berhenti menangis nanti paman berikan semua untuk chenle" ucap Mark dengan tenang sambil mengusap rambut chenle dan perlahan balita itu mengecilkan suaranya


"Nah sudah, chenle sudah dilap sudah pakai minyak telon sudah pakai baju anget deh" haechan tersenyum manis dan mengecup kening adik kesayangannya


"ini perlu saya pasangkan lagi" ucap perawat dan diangguki oleh haechan


"bertahan ya lele, lele anak kuat" gumam haechan sebenarnya ia juga merasa sakit saat chenle kesakitan seperti ini


"aww ccakit" gumam chenle sambil memejamkan matanya takut melihat jarum infus


"nah sudah selesai kamu anak kuat hebat sekali" ucap sang perawat sambil tersenyum manis memuji chenle


"telimacci" jawab chenle lemah, sang perawat meminta izin untuk kembali Mark juga tak lupa mengucapkan terimakasih karena sudah mau membantu


"ndaa lele lapall" gumam chenle


"kebetulan sekali tadi sudah dibawakan makanan untuk chenle" haechan mengambilkan satu set piring makanan yang disiapkan oleh rumah sakit


"tthenapa ada cayull?" Ucap chenle murung


"lele, lele tau kenapa kamu bisa sakit? Karena lele tidak mau memakan sayur. lele tidak mau minum susu, lele tidak nurut dengan ndaa, akhiranya lele sakit. jadi agar sembuh lele harus makan sayur" haechan perlahan menasehati adiknya


"maaf ndaa lele nakal"


"Iya tidak apa-apa tapi berjanji setelah ini lele akan menjadi anak baik"


"lele janji"


"Baiklah ayo makan" haechan menyuapkan sesendok kecil nasi perlahan agar si kecil tidak tersedak


"paman mana mainan lele?" Tanya chenle disela sela makan


"ah iya sebentar paman ambilkan" Mark beranjak dari tempat duduknya dan mengambil satu totebag dari 2 totebag yang semuanya berisikan mainan total oleh oleh yang Taeyong bawa ada lima. Dua berisikan mainan chenle, satu perlengkapan bayi untuk chenle, satu totebag berisikan banyak baju untuk chenle dan satu lagi totebag berisikan baju untuk haechan. 


tbc.....

__ADS_1


__ADS_2