![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Sudah 3 jam dari Mark bertemu haechan di jam makan siang tadi, sikecil masih tertidur lelap tanpa ada tanda akan bangun
"Huh sudah sore saja" Mark meregangkan otot-ototnya
Eungg ndaa
Chenle memutar rotasi tubuhnya secara berguling
"Chenle!" Mark berlari dan sigap menangkap balita yang hampir terjatuh itu, chenle yang terkejut pun menangis
"Ssttt maafkan Daddy, lele terkejut ya. Maaf maaf ada yang sakit?" Mark juga sebenarnya kaget bayi itu terguling dari sofa untung saja reflek Mark gesit
"Hiks Daddy?" Chenle kebingungan saat membuka matanya
"Yes babe? Daddy disini" Mark mengusap air mata chenle
"Dimana ndaa lele?"
"Ndaa nya lele sedang bekerja jadi lele disini saja daripada sendirian"
"Lele pennen ccama ndaa" cicit chenle
"Ndaa sedang bekerja babe"
"Ndaa!! Ndaa Chan! Lele maw ccama ndaa Chan huaaa!!" Chenle meraung-raung digendongan Mark
Ceklek
Taeyong datang dengan sungchan dibelakangnya
"loh bang? Lo udah punya anak?! Kapan nikah?!" Sungchan terkejut saat Mark menenangkan chenle
"kalo ngomong asal jiplak aja kayak kakaknya" ucap Mark malas
"Chenle kenapa disini bang?" Tanya Taeyong
"Haechan kerja bubu, dia gantiin shift pacarnya Jeno soalnya tadi minta izin buat ga berangkat" jelas Mark pada sang ibu
"Lalu itu kenapa menangis?"
"Mau dengan haechan" jawab Mark
"Dad takut..." Chenle beringsut digendongan Mark ia takut pada sungchan yang tingginya tidak kira-kira
"Jangan takut, oom unchan baik kok" ucap sungchan sambil mengusap Surai sikecil
"bang kenapa chenle manggil kamu dad?" Taeyong yang kebingungan plus senyum-senyum sendiri terlihat aneh sekarang
"kalnaa Daddy malk kan ayahnna lele" ucap chenle
"kau membuat anak kecil berharap bang! Jangan sampai kau merusak ekspektasi dia"
"Eh tapi bu-"
"Yayaya terserah, lele sini gendong grama ya grama punya banyak jajan loh" Taeyong memotong ucapannya sang anak dan mengacuhkannya
"Bubu juga samanya?!" Ucap Mark tak terima
"Lah bubu mah tidak memberi harapan lebih, bubu kan memang sudah siap jadi grama" ucap Taeyong dengan nada yang mengejek
__ADS_1
"Heumm? Jajan?" Chenle mulai tergiur dengan iming-imingan dari Taeyong
"Iya ditas nya oom unchan banyak sekali jajan, lele mau? Ayo sama grama" chenle mengangguk ia meraung minta turun dari gendongan Mark
Taeyong tersenyum puas karena chenle sudah berada digendongannya siapa sangka bahwa anak ini sangat ringan mungkin efek setelah sakit
"Lele mau apa? Biskuit? Coklat?"
"Coklat!!" Chenle berteriak heboh sedikit memekakkan telinga taeyong bahkan sampai memejamkan matanya sejenak karena terkejut
"Baiklah" Taeyong mengambil beberapa coklat untuk chenle Taeyong melirik keputranya yang terlihat badmood karena terabaikan ia terkekeh kecil
"Chenle bermain dengan oom unchan dulu ya, grama mau ngomong sebentar dengan daddy nya lele" ucap Taeyong pada chenle yang sibuk makan
"Daddy nya chenle kenapa sihh" ucap Taeyong seakan mengejek Mark hanya bisa mendelik
Tok tok tok
"Permisi pak minhyung"
"Ya masuk!" Ucap Mark yang sedikit seperti berteriak, dan orang yang masuk ternyata kakaknya chenle
"Ah maaf saya tidak tahu ada keluarga anda tuan" haechan menunduk
"Ah haechan, santai saja" ucap taeyong sumringah sambil mendekat kearah haechan
"Baik nyonya Jung, saya hanya ingin menjemput chenle"
"Oh chenle masih dengan sungchan tuh" jawab Taeyong
"Lele kakakmu datang" panggil taeyong
"Ah maaf nyonya Jung chenle tak pernah mau memanggilku dengan sebutan Kakak padahal saya sudah mengajarinya" haechan menghela nafas
"Tidak apa-apa namanya juga anak anak wajar saja dia seperti itu nanti jika sudah besar ia akan mengerti"
"Pekerjaanmu sudah selesai Chan?" Sela Mark yang sedari tadi hanya didiamkan
"Belum pak"
"Bukankah saya tadi bilang bahwa kau bisa menjemput chenle setelah pekerjaanmu selesai?"
"Maaf pak, tapi ini sudah sore chenle juga harus mandi" cicit haechan
"ya sudah, tapi kalau nanti kerepotan bawa kembali kemari. Tidak baik meninggalkan bayi sendirian ditempat seperti tadi" titah mark dengan cepat bahkan Taeyong sendiri terdiam mendengarnya entah Mark masih merajuk atau apa
"Baik pak" haechan berjalan menunduk melewati taeyong
"Lele ayo mandi dulu,lihat dirimu penuh coklat"
"Nyanti nee? Lele macci pennen mam coklat" tawar chenle
"No no no lele harus mandi sekarang nanti lengket lele"
"Ish!! Ndak maw ndaa!!"
"Chenle" Mark tak sengaja mengeluarkan suara dalamnya dan sedikit berdehem
chenle yang terkejut hanya beringsut dipangkuan sungchan
__ADS_1
"Lihat paman baik bahkan sudah marah, lekas mandi ya nanti kesini lagi" chenle mengangguk ia segera meraih gendongan haechan dan memeluknya erat erat sepertinya ia takut pada Mark
Setelah haechan pamit keluar, Taeyong yang sedari tadi diam akhirnya bisa bernafas lega melihat sedikit drama putranya dengan OB
"kau benar benar membuat bayi itu ketakutan bang" ujar taeyong
"Maaf bubu, Abang ga sengaja"
"Minta maaf ke chenle sana" ucap taeyong sambil menyilakan tangannya didepan dada
"Iya bubu nanti" jawab Mark sambil menunduk
Dilain sisi chenle sudah dimandikan, ia sudah bersih dan wangi sekarang manis sekalii
"besok besok harusnya aku membawa gendongan untuk chenle untuk berjaga-jaga huh jika begini aku terus-terusan merepotkan Mark Hyung, aku OB yang menyusahkan memang" keluh haechan
"Lele Kakak harus bekerja, kakak ga mungkin ninggalin kamu"
"Ishh no kakak tapii ndaa! Ndaa Chan!" Ucap chenle sambil marah
"Baiklah baiklah, jadi ada dua pilihan chenle mau disini tapi gelap atau mau bersama paman baik seperti tadi" mendengar tawaran itu sangatlah tidak menggenakan ia masih mengingat bagaimana tadi seramnya Mark marah padanya
Chenle merangkak mendekati haechan dan memeluk perut sang Kakak "lele maw ccama ndaa hiks paman baik no baik dia jahat hiks" chenle menangis sungguh lucu tampilannya sekarang, bedak bayi yang ada diwajahnya kini luntur terkena lelehan air mata haha
Haechan ingin sekali tertawa melihat ekspresi chenle seperti badut itu, namun kasian juga dengan adiknya
"sstt paman baik itu baik dia tidak jahat lele" ucap haechan menengangkan adiknya
"Nouu dia malahinn lele, lele takut hiks"
"jadi ndaa harus bagaimana? Lele mau bagaimana?" Final haechan
"Maw ccama ndaa beccama da- eh paman baik"
"Tidak bisa lelee"
"Bicca! Halus bicca!"
"Chenle!" Haechan yang sudah kehabisan kesabaran pun tak sengaja membentak anak kecil ini
Chenle sontak terkejut untuk yang kedua kalinya, ia benar benar tak paham kenapa haechan marah padanya ia hanya meminta untuk ditemani namun haechan pada samanya dengan Mark sama-sama membuatnya takut
"Jangan membuat kakak marah, chenle kakak cape nanti kalo udah pulang kakak janji Kaka turutin semua kemauan chenle ya?" Chenle menunduk ia takut namun ia tak ingin menangis jadi ia hanya bisa mengangguk
"jadi chenle mau bagaimana?" Tanya haechan sekali lagi
"Disini saja" cicit chenle pelan bahkan hampir tak terdengar suaranya
"Sungguh? Chenle tidak apa-apa?" Hanya dibalas anggukan
"Baiklah, tunggu kakak ya kakak akan menyelesaikan dengan cepat agar kita bisa pulang cepat" sebelum pergi haechan membuatkan susu untuk chenle dan memberikan mainan meski sama sekali tak disentuh oleh si kecil
Haechan segera pergi dari hadapan chenle ia tak ingin menangis hadapan adiknya
Dunia kejam ya le, padahal aku cuma pengen hidup bahagia seperti dulu setelah ketemu Bu tiffa
Diam diam haechan meringis merasa sakitnya luka memar yang ada disiku nya, luka itu ia dapat karena lagi lagi ia mendapat perilaku buruk oleh karyawan disana mereka bertindak semena-mena kepada haechan namun haechan tak bisa membalasnya
tbc.....
__ADS_1