![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Chenle masih diam ditempat tak menyentuh mainan ataupun susu yang haechan buatkan ia sedang menahan tangisnya agar tidak meledak karena ia rasa dirinya adalah laki-laki dan yang dikatakan ditontonnya adalah laki-laki harus kuat tidak boleh menangis
tempat yang remang cahayanya dan sempit ini cukup membuat chenle takut apalagi dirinya sendirian disana, ia ingin memanggil bundanya namun ia masih takut dengan kejadian haechan memarahinya
"Hiks" akhirnya Isak tangis sang bayi keluar ia benar benar takut dan bingung rasanya
"Hiks ndaa Daddy malk hiks lele takut" ringis chenle
Taeyong dan sungchan hendak pulang namun diperjalanan sungchan berkata
"Mom sebentar ya! Tunggu unchan mau ke belakang dulu kebelet nih"
"Dasar, yaudah cepet nanti Daddy adekmu nyariin" sungchan mengangguk dan segera berlari meninggalkan sang ibu yang berada di lobby
Dengan tergesa gesa sungchan memasuki toliet dan menuntaskan hajatnya
"Fyuhh leganya" setelah selesai sungchan keluar dan mencuci tangan namun
Hiks ndaa hiks
"heh suara bayi? Masa iya ada bayi jangan jangan dikantor Abang angker lagi" sungchan sudah parno sendiri ia celingak-celinguk Dengan takut
Ia memberanikan diri masuk kedalam bilik sebelah gudang, pintunya tertulis ruang OB
Sungchan membukanya hati hati takut ada jumpscare setelah ini
"LOH CHENLE?!" chenle yang sedang menangis kembali lagi terkejut karena teriakan sungchan
"Hiks oom unchan" sungchan berlari mendekati sang bayi yang terduduk dibawah
"Kamu kenapa disini?!" *Kyamu nianyakkk
"Lele takut oom hiks" karena tak tahu dimana haechan dan tak tahu harus gimana jadi sungchan membawa chenle dan beberapa barang yang ada disekitarnya
"Ck sungchan kemana sih?! Lama sekali" decak Taeyong karena anak bungsunya sudah menelfon nya berulang kali
"Bubu!!" Sungchan kembali dengan chenle digendongannya
"Loh? Ini kenapa chenle ada sama kamu?" Taeyong kebingungan karena sungchan pergi dengan tangan kosong, kembali membawa oleh oleh
"Jadi gini Bu, tadi ku ke toilet dan-" sungchan menjelaskan apa yang terjadi
"Ya sudah bawa saja chenle pulang biar nanti haechan yang menjemput chenle bersama Mark"
"Chenle mau kan ikut grama pulang?" Karena lelah menangis chenle mengangguk saja
Haechan sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, gedung ini sangatlah tinggi sangat tidak mungkin ia membersihkannya sendiri sekaligus melayani orang-orangnya
"akhirnya selesai juga aku bisa pulang dan beristirahat dengan chenle" haechan meregangkan otot-ototnya namun saat kembali ia tak mendengar tanda tanda sang bayi mungkin tertidur namun saat masuk begitu paniknya haechan tak melihat chenle dimana-mana
"Chenle? Kamu dimana? Chenle ayo kita pulang!" Haechan kembali panik saat barang barang chenle juga tidak ada ia berlari keluar untuk menanyakan keberadaan chenle namun tidak ada satupun yang melihat balita itu
"Hiks Chenle kamu kemana sih" haechan sudah frustasi dia lelah dan chenle diculik ia buntu sekali sekarang
"hiks Bu tiffa aku cape Bu" haechan menangis sambil berjongkok dan kepala tertunduk
"Haechan?" Yang dipanggil mendongak wajahnya begitu sembab berderai air mata
"Mark Hyung! Hyung tolong!" Haechan berlari dan mencekram lengan Mark dengan kuat
"Sstt ada apa? jangan panik, jelaskan padaku" Mark sedikit meringis, sakit rasanya
"Chenle diculik Hyung!!"
"Bagaimana bisa?!"
"Telfon polisi sekarang Hyung hiks cepat!!" Mark melihat haechan panik jadi ikut paniknya hampir menelfon polisi jika tidak nomer sang ibu menghubungi
Halo Mark? Haechan sudah selesai? Cepat datang ke rumah chenle sudah menunggu
"Loh kok bisa sama bubu?!"
Tadi sore kami bawa pulang anaknya nangis nangis
"Harusnya bubu izin dulu pada haechan!"
Apa kau pikir bubu harus berkeliling ke kantormu untuk mencari haechan hah! Cepat kemari!
"Baik bu" mendengar ibunya mengomel ia jadi kicep
"Bagaimana Hyung?" Tanya haechan risau
"Tenang saja, ayo pulang chenle bersama ibuku" haechan ingin marah rasanya, namun sepertinya tidak mungkin
__ADS_1
Haechan sudah berganti pakaian dengan pakaian biasa kebanting banget dengan stylean jas Mark yang mahal itu
Mark mengantarkan haechan kerumahnya untuk menjemput chenle, mungkin sekalian menginap karena hari sudah larut sekali
Melihat rumah orangtua Mark, haechan menjadi gugup. Begitu luas bak istana dan begitu mewah ia bahkan tak menyangka ini rumah, ada perasaan dongkol dilubuk hati terdalamnya ia merasa seperti dunia seakan curang
"Ayo masuk, chenle sudah menunggu kata ibuku" ucap Mark sambil melepas seat belt nya
"Abang pulang!" Mark sedikit berteriak jika tidak suaranya akan benar benar tenggelam dimakan luasnya ruang Utama
"oh welkom lagi" jawab beomgyu
"Dimana chenle Gyu?"
"Maksud Abang anakmu? Tuh diruang tengah sama mommy Jeno sungchan Daddy juga kayak nya" jawab cuek beomgyu
Haechan mengikuti langkah Mark menuju ruang tengah yang dimaksud si bungsu, ternyata benar ramai sekali disana
"oh bang dah pulang?" Mata Jeno tak sengaja melihat Mark dan haechan dibelakangnya membuat sekeluarga menoleh kearah dua orang yang berdiri dipintu
Melihat haechan, chenle beringsut dibalik tubuh Taeyong ia masih takut dengan Mark dan haechan pasal tadi sore
Taeyong menghela nafas "sepertinya harus ada yang diselesaikan disini, jika sudah selesai nanti bubu temui lagi" Taeyong memperintahkan putra putranya untuk kembali ke kamar mereka begitu juga jaehyun dan taeyong mereka harus memberi waktu untuk meluruskan kesalahpahaman si kecil
"Chenle...." Haechan mendekati chenle yang menunduk takut
"Chenle, kakak khawatir hiks chenle kenapa tidak izin ke kakak" tanya haechan lembut nyaris seperti tangisan
Chenle menggeleng "takut~" cicit chenle
"Lele takut dennan ndaa dan uga paman baik" lanjut chenle, seketika haechan terdiam
"Ndaa Mallah ccama lele, maaf lele nakal agy. Lele Ndak maw ccakit cepelti kemalin, maaf lele tida mendengalkan ndaa Chan" setelah mengucapkan kata-kata itu chenle menangis keras
"Sstt maafkan ndaa lele, maaf ndaa membentakmu hiks maaf" haechan merasa bersalah telah memarahi adiknya tadi, ia memeluk chenle dan ikut menangis
"Ndaa Chan jannan menangis hiks" tangan kecilnya mengusap pipi haechan menyuruh bunda nya untuk tidak menangis namun dirinya saja masih tersengguk-sengguk
Haechan dan adiknya sudah berbaikan kembali, Mark juga sudah menepati janjinya untuk meminta maaf pada sang balita
"Haechan ayo makan malam dulu" ajak Taeyong
"Eh tidak usah nyonya Jung saya sudah merepotkan anda dan yang lain karena chenle" ucap haechan tidak enak hati karena kali ini ia merepotkan Mark melibatkan keluarganya
"Haechan menginap disini ya?" Tanya Taeyong sambil menyiapkan nasi
"eh! Tidak perlu nyonya Jung! Aku sudah banyak merepotkan anda" haechan tambah tidak enak hati jika seperti ini ditawari makan saja dia sudah berterimakasih
"Menurut lah nak, tidak baik membawa anak kecil keluar malam malam" ucap sang kepala keluarga
"Benar itu kak menginap saja, nanti meminjam bajunya beomgyu saja" ujar sungchan
"Loh? Kok aku?" Ucap beomgyu tidak terima
"Badanmu terlihat sama dengan haechan Hyung sudahlah apa masalahnya kau pinjamkan satu jika rusak tinggal beli lagi kan, repot sekali" jawab sungchan membuat adiknya mendengus
"Ndaa ndaa lele maw itu agy" Cicit chenle sambil menarik narik lengan haechan
"Hm?apa? Chenle mau apa?"
"Ituu" chenle menunjuk nugget yang ada dipiring
"Chenle kan sudah banyak memakan nugget nanti hoekk bagaimana?"
"Ndak ndaa janji ccatu ccajja nee? Please"
"ini makan semua untuk chenle ya" Mark meraih piring nugget dan memberikannya untuk chenle
"Hyung, jangan terlalu memanjakan chenle, nanti dia tidak bisa terbiasa" tegur haechan
"Tak apa, sekali-sekali" lirikan mata tak lepas dari keduanya
Setelah selesai makan haechan mengganti baju chenle agar sang bayi tidur dengan nyaman itu semua diajarkan oleh Bu tiffa sebelum akhirnya beliau dengan sang suami meninggal karena tragedi kecelakaan
"Ndaa lucu ccekali memakai baju ccinamollol hihi" celetuk chenle saat melihat piyama kuning bergambarkan karakter Sanrio
"Haha benarkah? Ndaa terlihat lucu? Terimakasih" piyama itu dipinjamkan oleh beomgyu untuknya bahannya benar benar nyaman tidak heran jika harganya sangat mahal
"Ndaa eumm lele bolee meminta ccecuatu??"
"Apa itu?"
"*****~" haechan sedikit terkejut karena permintaan adiknya, ingin sekali menolak namun mereka baru saja berbaikan namun haechan tidak bisa terus-terusan memanjakan chenle
__ADS_1
"Baiklah kemari" haechan membuka kancing atasnya sebatas dada saja
Ia merebahkan tubuhnya dan chenle langsung merangkak menghampiri dada ranum sedikit berisi milik haechan
"Memangnya keluar ya? Ndaa kan laki-laki lele"ujar haechan sambil mengelus elus punggung chenle
Chenle tak menjawab ia sudah memejamkan matanya,lama kelamaan haechan juga ikut tertidur
Mereka tidur dikamar tamu yang disediakan oleh keluarga Jung siapapun boleh menginap disana
Tepat dipukul 11 malam haechan terbangun karena merasakan sakit menjalar dilengan dan tangannya, sungguh ia tak bisa menahannya
Ia terpaksa membuka matanya, chenle sudah melepaskan mulutnya dari dada sang kakak, haechan mengancingkan kembali piyamanya dan berjalan keluar berharap menemukan sesuatu untuk meredakan rasa sakit nya
"Sstt kenapa sakit sekali" haechan memijat tangannya yang terasa pegal sekaligus nyeri
Ia pergi ke dapur gelap sekali, namun ada satu ruangan yang lampunya masih menyala terang ia tak peduli. tangannya sangat sakit
Berharap menemukan kotak p3k namun ia tak menemukannya dimana mana hendak meminta bantuan namun ia takut menganggu waktu istirahat orang, ia hanya bisa terduduk dikursi pantry sambil menekan tangan nya berharap sakitnya cepat menghilang sungguh haechan rasanya ingin menangis ini sakit sekali
"Haechan?" Ada orang yang memanggilnya namun haechan abaikan karena ia masih sibuk dengan tangannya
"Haechan! Ada apa?!" Orang itu terlihat khawatir dengan rintihan haechan
"Mark Hyung.... Sakit hiks" rintih haechan
"Dimana yang sakit?!" Tanya Mark panik haechan hanya menunjukkan tangannya yang ia tekan
Mark dengan reflek menyibak lengan Piyama haechan betapa terkejutnya ia melihat banyak sekali luka memar yang tercetak jelas dilengan itu
"Sebentar" Mark berlari ke meja dekat kulkas tinggi itu dan membukanya mengambil kotak putih bergambar palang merah sudah dipastikan itu kotak p3k
"Hyung ku mohon... Tanganku lebih sakit daripada luka ini hiks tolong"
"Kemari kemari" Mark meraih tangan haechan dan memijatnya perlahan haechan meringis menahan sakit bahkan air matanya sudah dipelupuk mata
"Masih sakit?" Haechan menggeleng lemah
"Sudah Hyung sudah tidak terlalu" cicit haechan
"Baiklah aku akan mengompres memarmu dan nanti aku beri salep" Mark mulai mengompres satu satu luka memar haechan dengan hati hati
"Kenapa Mark Hyung belum tidur?"
"Jam segini memang belum jam tidurku, aku sedang bermain dengan Jeno diruang tengah" jelas Mark dengan mata yang tak lepas dari lengan haechan
"Darimana kau mendapat banyak luka ini?" Tanya Mark
"Apa aku terlalu merepotkanmu Hyung? Maaf ya" alih alih menjawab haechan malah meminta maaf
"Aku tanya darimana kau mendapat banyak luka ini haechan"
"Eumm... Aku terjatuh Hyung"
"Kau mencoba membohongiku? Mana ada orang sekali terjatuh lukanya sebanyak ini, kau terjatuh setiap hari atau apa?"
"Ya... Begitulah" bohong haechan
"Kamu terlalu banyak bekerja haechan" tutur Mark sambil mengoles salep, benar benar dingin saat mendarat dikulit
"Kan memang ini pekerjaanku Hyung mau bagaimana lagi aku tidak bisa berdiam diri saja nanti aku dan chenle makan apa? Aku juga harus menabung untuk masa depan chenle Bu tiffa sudah menitipkan chenle kepadaku"
"Baiklah, sekarang kamu tidur saja besok harus bekerja kan?"
"Hu'um Mark Hyung juga jangan terlalu larut, Hyung juga akan bekerja besok kan? Hidup tidak selalu enak Hyung kita harus merasakan pahitnya dunia dulu lalu manis kemudian" tutur haechan, diam diam Mark tersenyum ia menyukai sifat pekerja keras seperti haechan namun jika sudah sakit begini ia juga akan khawatir
"Terimakasih Hyung sudah mengobatiku" haechan berlalu ke kamar tamu takut chenle menangis ditinggal sendirian
"senyum senyum sendiri naksir entar Lo" ledek Jeno didepan pintu
"Paansi Lo! Sejak kapan Lo disitu?"
"Dari awal Lo kemari lagian lama amat ambil minum setengah jam"
"Bawel Lo sono ambil ndiri"
"Bang Lo jadi naksir ke haechan bang?"
"Gatau belum yakin gue" ucap Mark sambil meneguk air dari kulkas yang jenon ambilkan
"Halah lu mah ribet ga yakin Mulu kata gue cepetan sebelum haechan diembat orang lain, tapi ga mungkin sih soalnya adeknya udah nempel banget Ama Lo" Mark sedikit menyunggingkan senyumnya membanggakan diri
tbc....
__ADS_1