OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#4


__ADS_3

Mark sudah siap akan pergi kerumah sakit menepati janjinya untuk menemui haechan dan chenle


"Luke apakah ada jadwal untuk hari ini?"


Tanya Mark untuk berjaga-jaga jika memang ada ia terpaksa mengundurkan waktu untuk bertemu haechan dan chenle


"kosong bos, waktumu kosong sampai besok. Tapi besok pagi ada jadwal meeting"


"Baiklah kalo begitu kau juga bebas tapi tetap jaga keadaan kantor dan jika bisa kau Carikan manager baru" perintah Mark dan segera diangguki oleh sang asisten


Mark sudah tancap gas ke rumah sakit dengan sekeranjang buah sangat tidak enak hati jika menjenguk tidak bawa buah tangan


Mark memasuki ruangan itu ternyata ada renjun juga disana karena ini jam makan siang mungkin ia datang untuk menjenguk adil temannya itu


"Ah Mark Hyung kau sungguhan datang" haechan mendekat kearah Mark untuk menyambut bos nya itu


"renjun datang kemari karena aku meminta bantuannya untuk mengambilkan susu dan baju baju chenle Hyung" Mark mengangguk mendengar perkataan haechan


"bagaimana dengan Chenle?"


"dia belum mau membuka matanya mungkin karena ia terlalu lelah semalaman dia menangis" Mark kembali mengangguk


"Emm maaf memotong pembicaraan kalian, jam makan siang sudah habis aku harus kembali ke kantor" ucap renjun


"ah makasih njun mau bantuin gue, dan hati-hati" renjun mengangguk sebelum pergi ia mencium kening chenle dan membungkuk pada Mark akhirannya ia menghilang dari balik pintu


"Kau sudah makan?" Tanya Mark dan dibalas gelengan


"Belum Hyung, ku tadi terlalu sibuk membenahi barang barang chenle untuk menginap beberapa hari kedepan"


"Hanya untuk chenle?"


"Ah iya! Barang barangku?! Ah bodoh sekali aku" haechan menepuk jidat meratapi betapa bodoh dirinya


"ya sudah tidak apa-apa nanti bisa diambil, kau makan terlebih dahulu agar ada tenaga aku belikan ya"


"Tidak perlu Hyung! Kali ini biarkan aku yang membeli sendiri Hyung tolong jaga chenle ya" Mark tersenyum tipis dan mengangguk


Mark meletakan keranjang buah dan duduk dikursi yang tadi menjadi tempat duduk haechan tepat disebelah kasur chenle


"cepat sembuh ya" Mark mengelus tangan kecil chenle yang tak diinfus


"Kasihan kakakmu jika sakit terus dia khawatir" lanjut Mark yang berbicara pada bayi dengan mata yang masih setia terpejam


Haechan kembali dengan sekantong makanan ia beli dicafetaria rumah sakit


"Hyung kau sudah makan?" Tanya haechan sambil mengeluarkan secup makanan


"Belum sih tapi kau saja makan aku gampang nanti"


"jangan menunda-nunda waktu makan Hyung itu tidak sehat padahal kau sedang dirumah sakit"Mark terkekeh haechan benar benar mengomel bagaikan ibu-ibu


"baiklah aku makan" Mark duduk disofa dekat dengan haechan


"Tapi aku hanya beli satu? Mau aku belikan Hyung?"


"Tidak perlu kau mau berbagai makanan denganku?"


"Aku sih tidak masalah tapi bagaimana dengan Mark Hyung? Tidak jijik satu sendok denganku?" Tanya haechan ragu ragu


"Kenapa harus jijik? Kau juga manusia kan? Kecuali jika kau ini hewan" ucap Mark dengan sedikit bercanda namun haechan sama sekali tak tertawa

__ADS_1


"ya sudah aku suapi saja ya" ujar haechan dan Mark mengangguk


"Hyung ini sudah siang harusnya chenle sudah bangun kenapa dia tidak mau bangun ya?" Haechan mulai khawatir menatap adiknya yang sedang tertidur tenang


"aku bangunkan" Mark bangkit dari duduknya mendekat kearah kasur


"Chenle, bangun yuk minum susu ya" tangan besar Mark mengelus kepala chenle. Tangan besar itu benar benar hampir menelan wajah balita itu


Eunggg hikss ndaa!!


Chenle menangis saat tidurnya mulai terganggu, haechan telah selesai mencuci tangan dan mendekat kearah chenle


"Ndaa hiks ndaa!" Chenle meraung-raung mencari kakaknya


"Ndaa disini lele jangan menangis ya" haechan tidak bisa menggendong chenle takut infus yang ada ditangan anak kecil itu tertarik


"Ndaa tannan lele ccakit hiks ndaa!"


"iya sakit sayang iya ini biar lele cepet sembuh jangan menangis terus nanti dadanya sakit" haechan hampir menangis ia bingung harus bagaimana


"Hhhh haaahh ngg ndaa ccakit hiks lele Ndak bicca napas ndaa!" Mark sigap mendudukkan chenle dan mengurut tengkuk chenle perlahan


"Nafas dengan perlahan oke? Jangan menangis ikuti kata paman agar lele bisa bernafas" chenle mengangguk dan mengikuti instruksi Mark


"Bagaimana? Sudah bisa?" Anak kecil itu mengangguk


"Telimacci paman baik" ucap chenle menunduk dengan ingus yang mulai keluar


"Terimakasih Hyung aku panik sekali" ujar haechan


"Lele mau susu?" Tanya haechan chenle langsung mengangguk karena memang dia haus


"Hng? Cucu lele maw cucu ndaa" haechan mengangguk, sebelum ia membuatkan susu ia menghapus ingus keringat air mata chenle yang berderai diselurub wajah mungilnya


"Chenle jangan kebanyakan tidur ya, sekarang duduk saja sebentar" Mark mengubah posisi kasur chenle menjadi setengah tertekuk agar chenle bisa bersandar


Haechan sudah selesai membuatkan sebotol susu untuk chenle


"Memang tidak apa-apa anak minum susu saat sakit?" Tanya Mark


"Kata dokter tadi saat aku membeli makanan itu boleh saja tapi diberi jeda saat sesudah minum obat namun chenle belum minum obat jadi tidak apa-apa" jelas haechan dan Mark mengangguk


"ndaa pegangkan ya botolnya, tangan lele sakit kan?" Chenle mengangguk lemas


"permisi" ada perawat yang masuk kedalam ruangan mereka


"Ya sus?" Mark yang menghampiri


"Saya hendak mengirimkan obat untuk Ananda chenle obatnya diminum setelah makan ya" suster itu memberikan obat sirup kemungkinan obat pil sudah digerus dan dicampur kedalamnya


"baiklah sus terimakasih" Mark mengucapkan terimakasih


"semoga cepat sembuh anaknya ya pak, istri anda memang kuat" ucap suster, Mark yang mendengar istri dan anak kembali terkejut sama seperti kesalahpahaman aunty Yoona


"Terimakasih sus doakan saja ya" jawab Mark seadanya, suster itu mengangguk dan berlalu dari ruangan chenle


"apa kata perawatnya Hyung?" Tanya haechan menatap Mark yang meletakan obat dinakas sebelah kasur. Sang bayi ikut menatap obat itu


"katanya obat diminum setelah makan" haechan mengangguk


"Ndaa lele pennen dindongg paman baik" ujar chenle setelah dot botolnya terlepas karena isinya sudah habis

__ADS_1


"ada apa sayang? Kenapa tidak dengan ndaa saja?" Tanya haechan ia takut merepotkan Mark


"Tapi lele pennenna ccama paman baik ndaa" chenle merengut


"Baiklah kemari paman gendong" Mark meregangkan kedua tangannya siap untuk menggendong sikecil


"Hyung....


Tidak apa-apa selang infus cukup panjang lele tidak akan merasa sakit" potong Mark sebelum haechan selesai berbicara


"Maaf Hyung aku banyak merepotkanmu" haechan baru merasa ia banyak merepotkan Mark


"Tidak apa-apa, aku senang direpotkan aku merasa lebih penting" ucap Mark dengan sedikit senyuman. Ia mengelus elus punggung chenle disaat balita itu menyenderkan kepalanya pada bahu Mark


drrttt drrtt


Telfon Mark bergetar menandakan ada yang menelfonnya


"Haechan bisa kau tolong bukakan siapa yang menelfon? Aku takut itu penting" haechan mengangguk


"Mommy Hyung" ucap haechan saat membaca nama panggilan yang menelfon


"Ya sudah angkat saja" haechan mengangguk, ia menggeser icon berwarna hijau keatas dan panggilan tersambung


Hallo abang


Suara Taeyong menyapa keduanya


"Halo bubu, ada apa?"


Kamu dimana? Bubu berada di kantormu dengan Jeno, kata Luke kamu pergi


"Iya Bu, aku dirumah sakit"


Kamu sakit bang?!


"Tidak Bu, aku menjenguk anak"


Anak siapa hayo?! Jangan-jangan kamu menyembunyikannya sesuatu?!


"Engga bubu astaga" Mark dan haechan tentunya kaget apalagi haechan sudah satu kali salah paham oleh aunty nya Mark sekarang ibunya?!


Kirimkan bukti coba


"Baiklah, Chan kita foto bertiga oke? Agar ibuku tidak berprasangka aneh" haechan mengangguk. Ia mengambil foto mereka secara cepat. haechan didepan, Mark dibelakang dan chenle digendongan Mark


Haechan segera mengirimkan foto tersebut kepada ibu sang bos


"Sekarang bubu percaya kan? Ini adik dari karyawan ku"


Kau sedang melakukan kegiatan amal kah bang?  Tumbenan sekali kau melakukan kegiatan amal seperti itu dikantormu


Celetuk Jeno dari seberang sana


"Enak saja bicaramu Jen, aku memang terlihat tak pernah membantu orang tapi kakakmu ini dermawan asal kau tau" haechan tersenyum kecil mendengarkan perdebatan kecil yang pasti itu adik dari Mark


Bubu dan Jeno ikut menjenguk ya?


Mark melirik kearah haechan seakan meminta izin dan ternyata diangguki oleh haechan


"Boleh Bu dirumah sakit ***"

__ADS_1


Taeyong mematikan panggilan secara sepihak, ternyata chenle tidur digendongan Mark. Pembicaraan Mark dengan keluarganya seakan dongeng untuknya yang membuat mengantuk ditambah dengan belaian Mark yang begitu lembut membuat sang kecil langsung menuju kealam mimpinya kembali


tbc.....


__ADS_2