![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Mark sedang free hari ini, ia menemani chenle diplayground sesekali juga bermain bersama namun semangatnya dan chenle itu berbeda, Mark jadi gampang lelah sekarang efek mau jadi bapak bapak mungkin? Wkwk
Mark mampir ke cafe haechan dan memesan minuman sekalian berisitirahat disana
"Hyung" panggil haechan yang sudah duduk disebelahnya
"Ada apa?"
"Lihatlah, rambutmu berantakan sekalii" haechan tidak takut untuk menyentuh kepala Mark dan membenahi rambut sang kekasih?
"Kkk terimakasih" Mark meraih tangan haechan dan menciumnya dengan penuh cinta
"Hyung tiba-tiba aku ingin melihat orangtuaku"
"Maksudmu Bu Tiffany?" Tanya mark
"Bukann, maksudku orangtua kandung yang telah mengusirku dulu"
"Kenapa kamu ingin melihat mere-"
"Sstt jangan mengomel Hyung, Hyung jelek jika mengomel" dengus haechan sambil mendelik kearah Mark
"Aku hanya ingin melihat mereka, apakah mereka masih membenciku? Apakah mereka masih ingat dengan donghyuck nya ini mau bagaimanapun mereka orangtua kandungku Hyung, mereka yang membesarkanku" jelas haechan yang mulai murung
"Kamu sungguh-sungguh ingin bertemu mereka?" Tanya Mark meyakinkan haechan, dan haechan mengangguk
"Akan sedikit susah namun akan aku usahakan mencari keluargamu ya? Jangan bersedih babe" Mark mencubit pipi haechan itu adalah hal yang ia idam-idamkan sejak dulu
"Sepertinya aku tau sesuatu" haechan membuka ponselnya mencari nomor dan menghubunginya
^^^halo?^^^
panggilan mulai tersambung
Halo Harvey, maaf menganggu aku ingin bertanya sesuatu padamu
^^^Ah boleh saja haechan, namun bisa cepat sedikit kan? Pesawatku akan terbang sebentar lagi^^^
Kau hendak kemana Harvey?
^^^Aku akan kembali ke Canada^^^
Ah begitu jadi aku hanya ingin menanyakan, jika kau dulu adalah teman seangkatanku apakah kau mengenal kedua orang tuaku?
^^^Orang tuamu? Aku tidak terlalu ingat namun jika diingat dari margamu yaitu seo kemungkinan besar kamu adalah putra dari seo johnny dan seo Ten aku akan memberikan alamat rumahnya kepadamu^^^
Baiklah, terimakasih banyak Harvey! Kau benar benar baik, hati-hati diperjalananmu dan semoga kau bertemu dengan orang yang kau cintai
^^^Haha baiklah terimakasih haechan^^^
Panggilan pun dimatikan, haechan sudah mendapat alamat orangtuanya berkat Harvey
"Hyung? Ada apa dengan ekspresimu itu?" Haechan kebingungan dengan Mark yang tampak seperti orang marah tapi tak marah
"Huh! Aku cemburu" Mark mendengus dan mengalihkan kepalanya dari haechan seperti anak kecil yang merajuk
"Astaga Hyung! Mark hyung juga bisa merajuk hahaha" haechan tertawa terbahak-bahak
"Apa perlu aku membuatkan cookies dan susu coklat seperti chenle saat merajuk?"
"Tidak, aku hanya mau kiss" Mark menunjuk pipi kanannya meminta untuk dicium
"Astaga ngelunjak!"
Chupp
Satu kecupan mendarat dipipi Bagian kanan Mark, ia sudah melotot kegirangan
"Lagi lagi sekarang bibir!" Ucap mark bersemangat
__ADS_1
"Tidak tidak! Hyung ngelunjak, tidak mau!" Mark menutup wajah Mark dengan tangannya
"Ekhem!" Deheman beomgyu sampai terdengar diujung sana karena cafe kebetulan memang sedang cukup sepi
"Jadi Mark Hyung mau menemaniku untuk bertemu orangtuaku kan?" Tanya haechan
"Tentu saja, kita kesana bersama buktikan bahwa kamu anak yang kuat dan mandiri"
"Lagipula aku ingin bertemu dengan calon mertuaku" lanjut Mark mampu menciptakan satu pukulan ringan dari haechan
"Berhenti mengucapkan kata-kata yang cheese Hyung!"
Siang itu Mark sudah siap untuk bertemu dengan orangtua haechan untuk pertama kali
"Shotaro aku titipkan cafe kepadamu ya" ucap haechan memberi wejangan untuk shotaro dan beomgyu
Mark haechan dan juga chenle sudah mulai berangkat ke alamat yang Harvey kirimkan dan diharap itu masih benar
Mobil Mark mulai memasuki kompleks elite disana, rumah rumah besar berjejer rapi dan juga mewah disana
"Yang ini kah? Nomor rumahnya sama" ujar haechan sambil melihat lihat
"Mungkin iya, kita tanyakan lebih dulu" jawab Mark yang mulai turun dari mobil, ada security disana Mark menghampiri security disana
"Permisi pak" sapa Mark sopan
"Ah iya tuan? Ada yang bisa saya bantu?"
"Begini, apakah benar ini kediaman seo johnny dan seo Ten?"
"Benar tuan ini kediaman seo johnny dan seo Ten, apakah anda mempunyai kepentingan dengan beliau?"
"Kebetulan iya pak, jadi bolehkah saya masuk?"
"Baik tuan saya bukakan gerbangnya" Mark mengangguk dan kembali memasuki mobilnya
"Bagaimana Hyung? Benar?"
Haechan turun dari mobil dan diikuti oleh Mark
"Ndaa ini lumah cciapa?" Tanya chenle sambil mendongak ke atas menatap sang ibu
"ini rumah grama dan grapaa lele" ucap haechan
"Tapikan grama lele itu grama bubu" celetuk chenle
"Itukan ndaa nya Mark Hyung, kalo ini ndaa nya ndaa Chan" chenle sama sekali tak paham apa maksudnya
"Tidak apa-apa nanti jika sudah besar chenle akan paham" haechan menggendong balita gembul itu
"Permisi!!" Padahal ada bel disana, tapi haechan lebih memilih untuk mengetuk pintu kayu bercat putih itu
"Permisi!!" Haechan masih berusaha untuk mengetuk pintunya, rumahnya memang tampak sepi dan seperti tidak dihuni
"Iya iya!" Ada sautan dari dalam, haechan tersenyum simpul dan memundur beberapa langkah
"Siap....a?" Orang itu membukakan pintu namun melihat haechan chenle dan Mark ia melotot sampai menutup mulutnya terkejut seperti melihat hantu
"Maaf benarkah ini kediaman seo johnny dan seo Ten?" Tanya haechan hati-hati, namun orang itu tak menjawab ia masih terdiam dan lama lama orang itu mendekat kearah haechan
"Hyuckie...." Orang itu mengelus pipi haechan, suaranya bergetar dan air matanya mulai turun ke pipi
"Ini hyuckiee ku" orang itu menangis tersedu-sedu
"Maaf anda baik-baik saja? Apakah aku ada salah?" Haechan kebingungan orang itu menangisi dirinya? Haechan melirik kearah Mark karena ia tak tahu harus bagaimana
"Hyuckiee ini mama nak ini mama" orang itu mengelus pipi haechan dengan lembut
"Mama?" Haechan semakin kebingungan
__ADS_1
"Anda ibuku?" Tanya haechan meyakinkan
"Kamu kemana saja nak? Mama dan Daddy mencarimu selama ini maafkan mama yang mengusirmu dulu, mama menyesal maaf mama tersulut emosi saat itu mama tak bisa mengendalikan diri" orang itu semakin merosot kebawah dan membungkuk kepada haechan
Haechan yang panik memberi kode untuk tolong gendongkan chenle, gendongan chenle berpindah kepada Mark. Haechan meraih orang itu untuk berdiri
"Jangan seperti itu tolong, aku... Aku sudah memaafkanmu.... Mama" lidah haechan masih kelu untuk memanggil ibunya sendiri setelah sekian lama
Orang itu memeluk haechan, dan semakin menangis
"Maafkan aku tak bisa mengingatmu ma" haechan membalas pelukan sang ibu, Mark lebih memilih diam tak bergeming
"Sayang ada apa?" Terdengar suara dari dalam rumah, orang yang mengaku sebagai ibunya haechan itu melepas pelukannya dan berlari kearah orang didalam itu
"John! John! Hyuckie ku kembali! Donghyuck anak kita kembali John!" Ucap pria itu dengan histeris, orang yang dipanggil 'john' yang sudah dipastikan dia seo johnny itu diam membeku menatap putra tunggalnya yang juga diam ditempat
"John minta maaflah kepada donghyuck!!"
"Bear..." Gumam johnny
"Kenapa diam saja John! Cepat temui anakmu!" Ucap Ten dengan serak karena menangis
"Sayang apakah dia membenciku karena aku telah mengusirnya sampai-sampai dia tak menghampiriku dan bermanja lagi kepada Daddy nya?" Gumam johnny
"John..."
"Tidak John, dia hanya lupa temui dia John"
"Tidak Ten,aku takut... Aku takut dia akan membenciku aku takut putra kesayanganku akan membenciku" benar benar pengecut bukan?
"Daddy?" Haechan membuka suaranya, terdengar lirih dan parau
"Bear...." Haechan mendekati johnny dan memeluk tubuh besar itu, haechan hanya kehilangan ingatan bukan orang yang tersayang dihatinya
"Daddy hiks" tangis haechan pecah begitu saja ia seperti memendam semua rasa rindu dan sekarang ia keluarkan semuanya
"Baby bear ku" johnny mengelus rambut haechan dan sedikit mengeluarkan air matanya
"Maafkan Daddy mu ini bear" panggilan sayang dari johnny hanya untuk anaknya saja
"Hiks Daddy" Ten diam-diam tersenyum tenang sambil sesenggukan
"Hiks Daddy jahat! Daddy membuangku!" Haechan memukul dada johnny meluapkan segala emosi yang ia pendam selama ini
"Iya bear Daddy jahat, pukul Daddy pukul sepuas mu Daddy memang tak becus membesarkan mu bear" johnny menerima semua pukulan dari putra kesayangannya
"Hiks Daddy tidak tahu apa yang aku dapatkan! Aku sampai kehilangan semua memoriku, aku kehilangan ingatan secara permanen. karena depresi aku mencoba untuk bunuh diri dan membunuh anakku! aku menjadi orang jahat dad" haechan menangis dengan kencang tangisannya terdengar pilu, itu semua mengungkapkan betapa sakit dan kesepiannya seorang haechan selama ini
"Tapi masih ada orang baik yang mau Nerima aku dan anakku dad mereka bantu aku" johnny juga ikut berterimakasih kepada orang yang sudah menjaga bayi beruangnya
"dan diriku bukan lagi donghyuck kalian, aku haechan. Haechan orang yang berjuang sendiri demi anakku hanya chenle penyemangat hidupku" jelas haechan sambil menarik diri dari pelukan Johnny
"Aku memang ayah yang bodoh, tak bisa menjaga putraku sendiri sampai membiarkan anakku sendiri menderita diluaran sana" Johnny menampar pipi nya sendiri, menyalakan atas semua hal yang terjadi ia merasa dirinya lebih yang bersalah
"Dad! Dad cukup Daddy!" Haechan menarik tangan besar ayahnya
"Aku memang tak pantas untuk dimaafkan"
"Dad jangan seperti itu, aku sudah memaafkan Daddy dan juga mama" ucap haechan sendu
"Ini semua kesalahan echan, seharusnya aku lebih berhati-hati saat itu" ucap haechan sambil menunduk
"Sstt sudah sudah yang sudah terjadi biarlah terjadi yang terpenting hyuckiee ku sudah kembali" Ten merangkul pundak haechan dan mengecup kening putranya
"Bolehkah chenle masuk ma?" Izin haechan
"Tentu nak, biarkan mereka masuk kasihan jika menunggu diluar seperti itu" ujar Ten
"Mark Hyung ayo masuk" ajak haechan, Mark mengangguk dan mulai memasuki rumah mewah itu
__ADS_1
"Duduk Hyung" ucap haechan mempersilahkan Mark untuk duduk, chenle juga sudah kembali kepada ibunya. Mark menatap tembok tembok yang penuh dengan foto besar bergambarkan haechan saat kecil. Namun ada satu foto yang membuat Mark salah fokus yaitu haechan yang berfoto dengan boneka beruang menggunakan baju nahkoda kecil mirip sekali dengan chenle saat ini. Mark rasa dirinya kembali gila
Tbc....