![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Dari pagi sampai malam Mark bergelut dengan berkas berkas kantor bahkan sampai melupakan jam makan siangnya
"Boss kau tak ingin istirahat dahulu? Agar aku yang menyelesaikan nya" lucas masuk kedalam ruangan Mark
"Tidak wong, sebentar lagi selesai jika kau ingin pulang terlebih dahulu pulang saja tidak apa-apa"
"Baik boss saya pamit" Lucas membungkukkan badannya dan keluar
"Akhirnya selesai" Mark meregangkan tubuhnya, duduk di kursi sepanjang hari saja sangat melelahkan
Mark bersiap-siap untuk pulang, kantor sudah cukup sepi ada beberapa karyawan yang mungkin lembur, dirinya menuju basement tapi sebentar.... Dirinya tak salah lihat kan?
"Haechan?" Orang yang dipanggil pun menoleh
"Mark Hyung?!"
"Kamu disini?"
"Iya Hyung, aku bekerja OB disini lumayan kan bisa buat makan hihi" haechan tersenyum menunjukkan deretan giginya
"Sejak kapan?"
"Sudah lama sih, Hyung sendiri ngapain disini? Melamar kerja ya? Eh tidak mungkin sih Hyung kan kaya"
"Echan! Lele menangis" datanglah yang sepertinya teman haechan sambil menggendong seorang balita
"Eh pak minhyung" OB ini membungkukkan badannya hormat
"Lo kenal ama Mark hyung?" Renjun, Ketara sekali wajah keterkejutannya
"Chan! Dia boss kita!" Renjun berbisik
"Sumpah Lo?!" Haechan melirik kearah mark yang hanya diam saja
Huweee!!
Ah mereka melupakan bocah balita ini yang menangis
"Lele kenapa menangis?" Haechan menggendong bocah balita itu dan menenangkan nya
"Ya sudah aku kembali kebelakang dulu ya Chan pak minhyung" renjun kembali membungkukkan badannya dan pergi dari sana
"Chan? Kamu sudah memilik anak?" Mark terkejut saja ternyata haechan berkerja sambil membawa anak
"Eh? Tidak Hyung! Dia adikku, kita tinggal berdua jadi terpaksa saya bawa ke kantor maaf hyung"
"Ndaa ndaa! Lele lapall" anak kecil itu meraung-raung sambil menarik-narik baju haechan
"Chenle sudah kak haechan bilang kan jangan panggil kakak bunda"
"Heung?!! Ndaak maw! Ndaa Chan!"
"Baiklah terserah, chenle lapar? Tunggu sebentar ya kak echan selesaikan pekerjaannya dulu baru kita makan"
"Kamu mau membuat anak kecil menunggu sendirian?" Mark menyela obrolan mereka
"Ya bagaimana lagi Hyung yang lain sudah pulang, lagipula sudah sepi jadi menunggu sebentar tidak apa-apa" Mark tidak mendengarkan alasan itu dengan sigap dia menggendong chenle
"Selesaikan dengan cepat saya tunggu dimobil" Mark pergi meninggalkan haechan
"Eh eh eh?! Hyung! Chenle mau dibawa kemana!" Sama sekali tak dihiraukan oleh Mark
Mark menunggu di mobil dengan chenle yang diam dipangkuannya
__ADS_1
"Hei kau benar benar adiknya haechan?" Mark menoel pipi yang sedikit berisi itu
Mark terus menoel pipi chenle sampai sang empu terganggu
"Ish! Ccakitt!!" Sama saat pertama kali Mark bertemu dengan haechan. galak
"Hahaha lucu sekali"
Haechan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan sudah mengganti bajunya menjadi baju biasa dia membawa tas yang berisikan botol susu dan perlengkapan lain milik chenle
"Sudah selesai?"
"Sudah Hyung maaf membuatmu menunggu"
"Minta maaf lah pada chenle" Mark menyerahkan chenle pada haechan
"Maaf nee lele pasti lapar" haechan mendusel duselkan wajahnya pada perut chenle
"Hahaha ndaa geliii" chenle tertawaa karena kegelian
Mobil mulai dijalankan oleh sang supir yaitu Mark
"Hyung kita akan kemana?"
"Makan"
"Tapi Hyung aku bisa makan dirumah saja"
"Saya hanya memintamu untuk menemaniku" haechan mendengus baru kali ini dia menurut dengan suatu perintah mutlak
"Ndaa lele maw cucu" chenle berusaha berbicara dengan kakaknya
"Susu ya? Nanti kita beli ya susu chenle sudah habis, biskuit saja mau?" Chenle mengangguk, haechan mengeluarkan sebungkus biskuit bayi dan memberikan 1 buah pada sang bayi
"Maaci ndaa" haechan hanya terkekeh gemas
"Chan boleh saya gendong chenle?" haechan mah iya iya saja selagi chenle diam digendongan mark
"Jung markk! Woah kau sudah menggendong anak saja baru kemarin kau melajang kenapa tidak mengundang aunty huh?! Jahat sekali"
"Tapi aunty Yoona....
Ini istrimu? manis sekali pantas saja anak kalian sama sama manis" haechan terkejut bagaimana bisa dari seorang karyawan jadi istri CEO
"Eh?!" Haechan hanya bisa terkejut
"Tidak perlu terkejut sayang kkk, kamu tak mengenalku kan? Iyalah, Mark saja tak mengenalkan ku padamu keponakan macam apa sih dia" ucap Yoona mendelik pada Mark
"Aku im Yoona aunty nya Mark sekarang aunty mu juga" bagaimana haechan bisa kenal, kenal Mark saja baru kemarin
"Aunty kita ingin makan sekarang" Mark mencoba berbicara pada Yoona yang terus berbicara pada haechan
"Oh iya! Baiklah ayo masuk"
Setelah makan Mark tak langsung pulang melainkan pergi ke supermarket
"Belilah kebutuhan chenle saya akan membeli kebutuhanku sendiri"
"Eh?" Sebenarnya ada apa dengan boss nya ini? Terlalu banyak mengatur pikir haechan
"Ya sudahlah ayo le kita beli susu"
"Yee cucu!! Jajan ugaa nee ndaa?!"
__ADS_1
"Tapi nanti chenle harus makan sayur?"
"Huh!" Chenle langsung diam dengan mata yang melotot membayangkan sayuran hijau pahit
"Huwekk! Ndaaa maw!"
"Ya sudah tidak ada jajan untuk chenle"
"Ish! iaa iaa mam cayull" chenle merengut dengan pipi yang menggembung
Haechan berputar putar membeli kebutuhan chenle dan juga dirinya dari susu sampai bahan pangan
"Pakcoy ini terlihat segar ya le tapi sangat mahal jadi ingat saat dulu ulang tahun ayahmu, ibumu membuat oalahan pakcoy dan daging aku jadi merindukan bu tiffa"
"Aku sangat berterimakasih pada Bu tiffa yang mau merawatku" ujar haechan sembari mengelus rambut chenle
"Haechan sudah selesai?"
"Eh hyung... Sudah kok" berbanding terbalik dengan belanjaan haechan yang mendominasi sayuran sedangkan keranjang Mark berisikan makanan instan semua, haechan meringis dia merasa deja vu
"Hyung? Kau selalu membeli makanan instan ya?"
"Ya begitulah agar lebih praktis" benar benar deja vu
"Tapi itu tidak sehat Hyung"
"Saya terpaksa haechan, jika ibuku tahu juga saya akan dimarahi"
Setelah selesai memilih Mark menotal semua belanjaan miliknya dan haechan membayarnya dengan blackcard
"Hyung terimakasih sekali lagi" haechan merasa tidak enak sekarang
"Yaa" Mark sendiri juga bingung kenapa dia mau membantu haechan sampai seperti ini
Setelah mengantar haechan pulang, Mark juga pulang ke apartemennya
Sampai diapart Mark langsung mandi
"Seperti biasa melelahkan" Mark berendam di bathtub
"Haechan.... Haechan... Nama itu jadi berdengung dikepalaku ada apa denganku apakah aku sakit" Mark memejamkan matanya
Setelah makan malam Mark kembali membuka laptop kerjanya dan kembali berkutik dengan pekerjaan
Drrtt drrt
Ponsel yang ditaruh dinakas meja bergetar menandakan ada yang menelfon, dan ternyata Taeyong
"Halo bubu kenapa?"
"Bubu merindukan Abang, Abang sudah makan?"
"Sudah"
"Baiklah bagus, Abang sedang apa?"
"Mengurus pekerjaan"
"Lagi?! Astaga Abang kan mommy sudah bilang jangan terlalu workholic, jaehyun! Lihat anakmu! Ini semua karena mu!" Terdengar Taeyong sedang memarahi suaminya
"Kkk sudah tak apa bubu, aku akan istirahat aku tutup ya"
"Iya iya istirahat, besok bubu kesana bersama Jeno, good night subak boy" Panggilan dimatikan sepihak oleh Taeyong
__ADS_1
Setelah meletakkan ponselnya, Mark benar benar berisitirahat badannya sudah cukup lelah untuk hari ini
tbc....