![OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]](https://asset.asean.biz.id/ob-spesial--markhyuck-ft--noren-.webp)
Hasil sampel tak langsung keluar secepat itu, haechan dan chenle diajak sarapan oleh harvey setelah melakukan tes DNA dan akan kembali lagi nanti
"Jika hasilnya ternyata cocok bagaimana Chan? Kamu mau menerima tawaranku untuk memulainya dari awal? Aku akan bertanggungjawab atas semua yang telah terjadi" Pertanyaan Harvey sangat tidak bisa haechan jawab ia ingin mengatakan tidak ia merasa bahwa dirinya masih ingin sendiri namun tidak dengan chenle dia membutuhkan seorang ayah dan sekarang sudah ada ayah kandungnya yang siap menerima kehadirannya
"Tidak tahu, aku harus meyakinkan diriku sendiri" jawab haechan lirih
"Baiklah aku tidak memaksamu untuk menikah denganku hanya saja ini demi kebaikan chenle" ujar Harvey
Setelah selesai sarapan haechan dan Harvey kembali kerumah sakit untuk melihat hasilnya dan benar saja 100% bahwa chenle adalah anak haechan dan Harvey
"Haechan kamu mendengarkan ku kan tadi? Aku tidak memaksamu untuk menikah denganku, kita bisa jalani ini dengan perlahan aku akan mencoba agar kamu bisa menerimaku" lagaknya seperti anak muda yang sedang kasmaran saja
Haechan mengangguk, ia meminta untuk diantar pulang saja
"Boleh aku menggendong chenle?" Tanya Harvey
"Boleh" haechan menyerahkan gundukan besar dibalik selimut bayi dan juga jaket itu
"Hiks huaaaa!!!" Baru saja berpindah tangan chenle sudah menangis keras meraung Raung untuk kembali ke ibunya
"Sstt cup cup ini ayahmu bagaimana kamu takut pada ayahmu sendiri chenle" monolog Harvey sambil menenangkan chenle namun bukannya tenang balita itu semakin meronta ronta akhirnya chenle kembali ke gendongan haechan
"Maaf ya" ucap haechan
"Iya tidak apa-apa mungkin dia belum terbiasa" tanggap Harvey
Setelah diantar pulang haechan juga hanya berdiam diri dirumah, membiarkan si kecil bermain kesana kemari dengan mainannya. Haechan merasa ada yang mengganjal dihatinya tidak nyaman sekali
Drrtt drrtt
Haechan sampai tak sadar jika ponselnya berdering berulang kali sampai chenle menepuk-nepuk menyadarkan bundanya
"Ndaa ponselnna bunii" seru chenle langsung membuyarkan lamunan haechan
"Ah iya, maaf ya lele" chenle mengangguk dan kembali bermain lagi
"Halo njun, kenapa?"
"Masalah Lo dah kelar?"
"Ga bakal kelar kayaknya" ucap haechan sambil menghela nafas
__ADS_1
"Jelasin sedikit masalah Lo ke gue Chan biar gue bisa bantu"
"Lo gaakan bisa bantu masalah gue yang ini njunn"
"Setidaknya gue tau, gue kerumah Lo ya?"
"Heem" akhirnya panggilan dimatikan secara sepihak oleh haechan
Setelah beberapa saat lamanya terdengar suara deruan motor dari luar rumah haechan, suara deruan motor itu berhenti bertepatan dengan pintu rumah haechan yang diketuk karena itu haechan segera bangkit dan membukakan pintu
"Kantor Deket pake acara bawa pacar segala" cibir haechan Sama sekali tak didengarkan oleh renjun manusia itu langsung nyelonong masuk kedalam rumah haechan
"Duduk Jen, maaf ya rumah gue jelek"
"Gapapa kok santai aja" jawab Jeno sambil meletakkan buah tangan ke meja
"Jadi Chan? Apa yang terjadi sama Lo?" Tanya renjun membuka pembicaraan
"Njun.... Hiks gue bingung hiks kenapa hidup gue rumitnya engga jelas"
"Ada apa Chan!? Jelasin perlahan ke gue" haechan mulai menjelaskan apa yang telah terjadi padanya dari awal sampai akhir
"Dan tadi gue baru tes DNA dan ternyata hasilnya cocok njun" ucap haechan sambil menunduk, renjun tak menjawab ia masih sedikit terkejut sampai menutup mulutnya saking terkejutnya
"Gue harus gimana njun?" Haechan menatap renjun dengan tatapan sayu dengan air mata yang sudah dipelupuk mata
"Jangan panik Chan, Lo harus tetap tenang. Lo ikutin aja kata dia coba Lo terima dulu dengan perlahan kalo emang gabisa Lo bisa tolak dia dengan halus" ucap renjun
"Maaf menyela tapi tidak kah itu sedikit egois untuk masa depan chenle?" Ucap Jeno ikut berbicara
"Tuhkan njun itu yang gue bimbangkan sekarang"
"Begini saja, biarkan chenle yang memilihnya sendiri" saran jeno, membuat dua pria manis itu menoleh
"Yaa... Maksudku biarkan chenle memilihnya sendiri jika haechan memang tidak bisa, jika memang chenle juga tidak mau ya tolong bicarakan baik baik dengannya kalian harus tetap berhubungan meski tidak terikat pernikahan mau bagaimanapun kalian tetap orang tua kandung chenle" jelas Jeno dan disetujui jelas oleh kekasihnya
"Makasih Jen njun entar gue coba ngomong ke dia"
Setelah berbincang sedikit, renjun memutuskan untuk kembali ke kantor takut membuat taeyong menunggu karena memang dasarnya Jeno datang ke kantor bersama taeyong untuk menemui Mark bukan bertemu dengan renjun tapi kebetulan saat di lobby Jeno melihat renjun yang terburu-buru jadi ia berniat mengantarkan kekasihnya walau dari awal ditolak karena jarak rumah haechan dengan kantor tidaklah jauh hanya melewati 2 bangunan dan melewati pertigaan masuk gang dan sampai
"Chenle sudah siang, ayo makan setelah itu tidur siang ya?" Chenle mengangguk ia juga sudah merasa lapar
__ADS_1
"Aku balik kerja lagi ya" renjun sudah diantarkan Jeno sampai kantor dengan selamat
"Iya, jangan cape cape nanti pulang aku jemput" ucap Jeno sambil mengusak rambut renjun
Jeno kembali ke ruangan Mark, tampak sepi hanya ada mark yang sibuk dengan laptopnya
"Bubu mana bang?"
"Dah balik, lama Lo dia balik duluan dicari Daddy soalnya" jawab Mark tak sama sekali mengalihkan pandangannya dari layar laptop
Jeno tak menggubris perkataan mark, ia memilih untuk duduk disofa dan mengadahkan kepalanya keatas
"Ngapain Lo? Balik sono" sinis Mark
"Gue punya berita penting buat Lo bang, ini lebih penting dari kita bakal punya adek lagi"
"Hah serius Lo!? Gamau gue, beomgyu aja susah gue taklukin apalagi ada satu ga ga gamau gue"
"Canda aelah jadi gini bang..... Lo pasti udah tau tentang haechan kan?"
"Pasti udah terus kenapa?" Mark mulai tertari dengan arah cerita Jeno ia mendekat kearah adiknya dan duduk di single sofa
"Jadi tadi dia cuti sehari karena dia tiba-tiba ketemu sama orang yang ngaku ngaku bapak chenle bang, terus mereka tes DNA ternyata hasilnya 100% cocok bang mereka emak bapaknya chenle bang" jelas Jeno
"Jen? Lo ga bercanda kan?"
"Engga bang beneran gue ga berani becanda buat Lo aseli dah rill no fekfek" ucap Jeno sambil menunjukkan 2 jarinya membentuk peace
Mark tak menggubris perkataan Jeno ia melamun pikirannya entah tiba-tiba kemana ia kalang kabut
"Bang? Gue tau Lo galau tapi tetap waras ya bang? Gue gamau punya Abang gila entar" gurau Jeno sambil menepuk bahu Mark
"Bacot udah sono Lo ah" Mark sewot sendiri
"Salah Lo sendiri sih! Dibilangin dari kemaren langsung gass aja telat kan Lo akhirnya yang udah Pasti Dateng Lo sih ga pasti pasti" ejek Jeno sambil tertawa
"kalo gue gass dari kemaren emang bapaknya chenle ga bakal tetep Dateng? Tetep lah Cok!" Mark mengusak rambutnya dengan gelisah. apakah ia akan kehilangan haechan? Apakah ia tidak akan lagi melihat haechan nya yang sangat pekerja keras? Rambut unggu yang sedikit pudar dan mata boba nya kini takkan terlihat lagi? Astaga Mark belum siap
"Yang sabar ya bang, tapi gue udah ngasih tau haechan yang terbaik semoga dia ngerti Lo juga harus tabah kalo Lo galau pulang aja bubu siap mendekapmu awokawok yaudah gue balik bang" sekali lagi Jeno tertawa mengejek Mark dan menepuk bahu sang Kakak sebelum ia bangkit dari duduknya dan pergi untuk pulang
"AGKHH **** LEE HAECHAN U IT'S MINE NOT HIM! JUST MINE" Mark hampir berteriak frustasi karena memikirkan hal satu ini
__ADS_1
tbc....