OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]

OB Spesial [Markhyuck Ft. Noren]
#8


__ADS_3

Tepat dijam 7 Mark terbangun karena hp nya berdering disakunya, benar benar menganggu Mark hanya tidur 5 jam semalam tapi itu sudah hal biasa menurut Mark


"Halo Luke ada apa" jawab Mark dengan suara serak nya


"Hey dude? Kau baru bangun bos?" Tanya Lucas diseberang sana


"Aku tebak kau melupakan meeting pagi ini" 


"Memangnya jam berapa?"


"Setengah 8"


"Oh begitu ya sudah tunggu saya mau siap siap" Mark mematikan sambungan secara sepihak


Ia tak tega membangunkan haechan jadi ia meminta bantuan suster yang mau mengantarkan sarapan untuk pasien jika ia pergi untuk kekantor


Mark pulang keapart dan bersiap siap setelahnya ia berangkat ke kantor, soal sarapan ia mah sudah biasa skip


"Bos klien sudah menunggu" ucap Luke saat Mark baru sampai didepan ruang meeting


Mark benar benar menyelesaikan meeting paginya dengan lancar, ia merasa lapar sekarang


"Luke kau mau kemana?" Tanya Mark pada asistennya


"Oh cafetaria bawah, mau ikut bos?"


"Boleh deh kebetulan saya lapar" Lucas mengangguk mereka berjalan beriringan menuju cafetaria


Ternyata masih tampak sepi karena ini masih jam kerja hanya ada mark dan Lucas disana


"Boss kau mau makan apa?"


"Terserah yang penting bisa dimakan" Lucas mengangguk dan memesan makanan untuk dirinya dan sang bos


Mark menunggu menatap sekeliling jika dipikir-pikir ini pertama kali ia menginjakkan kaki di cafetaria kantor.


Layak lah untuk karyawan


Gumam Mark ia benar benar memprioritaskan kenyamanan karyawan.


"Nah boss" Lucas kembali dengan senampan makanan


"Thank you Luke"


"No problem boss" jawab Lucas dan mulai memakan makanannya


"Ekhem bagaimana dengan manager baru? Kau harus memilih dengan benar Luke jangan sampai kejadian seperti kemarin terjadi lagi" ucap Mark disela sela makan


Mendengar wejangan dari sang boss Lucas mendongak "emm manager baru...


Begini bukan maksudku melebih lebihkan atau gimana ya boss aku sedang dekat dengan salah satu karyawan disini, aku benar benar kenal kepribadian nya ia memang bertanggungjawab dan bijak dalam sesuatu. Ia memang ramah dan dikenal banyak karyawan disini" Lucas menjelaskan tentang seseorang itu sambil tersenyum seperti orang gila


Mark memperhatikan asistennya ini seperti orang yang kasmaran ia merotasikan matanya malas


"Ck, fokuslah Luke!" Mark menoyor kepala Lucas


"Hehehe" cengiran khas Lucas


"Jungwoo! Kim jungwoo!" Tiba-tiba Lucas berteriak memanggil nama orang. Orang yang merasa terpanggil hanya bisa terkejut dan menoleh


"Kemari sebentar!" Lucas memanggil orang itu, dan orang itu menghampiri Lucas Mark dengan berkas ditangannya

__ADS_1


"Kau sudah menyelesaikan berkas yang ku beri kemarin?" Tanya Lucas


"Sudah, nih mau ku berikan padamu agar segera ditandatangani pak minhyung ternyata kau disini" ucap jungwoo sambil menunjukkan stopmap coklat itu


"bagus bagus kau memang bertanggungjawab sekali" ucap Lucas sambil melirik Mark


"Kau selalu berlebihan wong, sudahlah nih berkasnya aku akan kembali ke tempatku" jungwoon menyerahkan berkas pada Lucas dan pergi dari hadapan Mark


"Kau menyukainya Luke?" Tanya Mark


"Ya begitu" Lucas memandangi jungwoo yang mulai menghilang dari pandangan


Setelah selesai makan Mark kembali ke ruangannya entah dengan Lucas ia menghilang begitu saja


Mark mengecek saham yang ia pegang dan beberapa berkas yang perlu ia tandatangani, ia tak begitu sibuk namun ia suka menyibukkan diri sampai siang


Drrtt drrtt


Telfon Mark yang ia letakkan dimeja bergetar menandakan ada panggilan masuk


Mommy


"Halo bubu, ada apa?"


"Kmu sibuk ga bang?"


"Ga terlalu kok, kenapa memangnya"


"Pulang deh, Gyu sama sungchan kangen katanya bubu juga masak banyak"


"Tumben banget mereka akur, yaudah iya Mark pulang"


"Hati-hati"


"Luke kau atur kantor, saya mau pulang ke rumah"


"Siap bos!" Jawab Lucas semangat


Mobil Mark memasuki kawasan perumahan elite dan memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya


"Abang pulang!" Mark berteriak berharap ada yang menyambutnya


"Oh welkom" jawab ketus dari sang adik terakhir sambil memakan kue kering yang ia bawa beserta toples nya


"Lah katanya kangen Abang kok cuek amat sih" tanya Mark heran


"Lah sejak kapan Gyu bilang kangen bang Mark? Dih kepedean"


"Bubu yang bilang kok" beomgyu anak terakhir dari keluarga Jung mengedikan bahu dan beralih dari hadapan Mark


"Jen Lo kaga ngampus anjir" kejut Mark saat melihat Sang adik yang bermain play station diruang keluarga


"Males bang, gaada kelas hari ini" jawab Jeno tanpa mengalihkan pandangannya dari layar PS


"Sungchan mana?"


"Sekolah lah"


"Lah beomgyu kaga?! BUBU BEOMGYU BOLOS KAH?!" Teriak mark


"enak aja! Kelas beomgyu pulang cepet gurunya kondangan bang!" Saut beomgyu tak terima saat dipertengahan tangga hendak naik ke kamarnya yang berada dilantai 2

__ADS_1


"Hustt Jangan teriak teriak bang gaenak didenger tetangga" taeyong menghampiri kedua putranya


"Bubu Abang kangen" Mark memeluk sang ibu dan menyelusupkan wajahnya pada ceruk leher ibunya


Taeyong terkekeh putranya ini sebenarnya manja hanya saja terkadang gengsi untuk menunjukannya


"Maaf ya bubu, Abang buat bubu menunggu" ucap Mark sambil mengeratkan pelukannya pada sang ibu


"Iya bang gapapa, maafin bubu selalu maksa kamu, harusnya bubu juga ngerti kalo Abang belum siap berkeluarga gapapa"


"Jeng jeng jeng akhirnya sang ratu berpelukan dengan putra mahkota kesayangannya" ucap Jeno menyela dengan nada bicara seperti pedongeng


"Kamu ini ya Jen!" Bubu menepuk bahu Jeno yang duduk dibawahnya Alias duduk dikarpet


"Tinggal nikah sama karyawan yang kemarin aja kok bang ribet Lo ah" celetuk Jeno sambil makan kacang almond yang ada di toples


"Yeuu gampang banget Lo dek kalo ngomong"


"Ya Lo ribet, duit banyak, pekerjaan layak, rumah tinggal beli yang Lo repotin apaan abangku huh lagian kalo Lo Ama karyawan Lo yang kemaren kan gausah susah susah nurutin ngidam ngidaman istri Lo dia dah punya anak" lanjut Jeno jengah melihat abangnya yang dilema tidak jelas


"Ini kenapa pada nuduh aku suka sama haechan sih, dari aunty yonna suster rumah sakit bubu Jeno sampe chenle sendiri yang dukung" Mark frustasi beneran deh


"Ya artinya kamu jodoh sama haechan, bubu kan ga maksa bubu cuma nyaranin tapi kalo kamu suka jangan tarik ulur perasaan haechan ya"


"Gue juga ga maksa kok bang, gue cuma dukung doang lagian karyawan Lo 11 12 Ama pacar gue"


"Pacar Lo yang mana si?"


"Yang kerja dikantor Lo"


"Renjun maksud Lo?"


"Lo kenal bang?"


"Iyalah gue kan boss nya gimana sih, sumpah Lo pacarnya renjun? Wah wah ga gue sangka Jen Jen"


"Bagus kan selera gue"


"Dia temennya haechan"


"Aduh calon calon mantuku" taeyong terkikik saat kedua putranya membahas pacar pacar mereka ralat pacar dan calon pacar


"Bubu memangnya Abang berlebihan ya? Padahal kan Abang cuma mau bantuin haechan" ucap Mark manja pada ibunya


"Ah putraku ini sudah besar tapi tak bisa memahami perasaan orang ckckck bahaya jika seperti ini" ucap Taeyong sambil terkekeh


"Lalu Abang harus gimana bubu" jawab Mark merengut


"Harusnya Abang mengerti apa yang Abang rasakan pada haechan, dan coba mengerti apa yang haechan rasakan pada Abang"


"Memangnya haechan suka Mark?"


"Loh kok bertanya pada bubu, ya tidak tau. Jika Mark menyukai haechan ya yakinkan haechan agar bisa menyukai Mark"


"Coba yakinkan satu sama lain aja bang kalian baru kenal kan? Coba kenal satu sama lain" celetuk Jeno menyela obrolan


"Kek gue Ama renjun dulu, renjun orangnya terbuka banget makin cinta deh"


"Dih bulol! Sekolah yang bener dik"


"Iyh banh"

__ADS_1


tbc...


__ADS_2